Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 17/03/2010 09:51 WIB
Taman Bacaan Embun
Ribuan Pelanggan Didata Secara Manual -
Rabu, 17/03/2010 09:33 WIB
Taman Bacaan Embun
Dirintis Enggi Sejak Kelas 4 SD -
Rabu, 24/02/2010 10:06 WIB
Bermain Skateboard Sampai Pagi -
Rabu, 24/02/2010 09:01 WIB
Saat Trotoar Jadi Arena Skateboard -
Jumat, 29/01/2010 14:27 WIB
Wuss..!! Pesawat Melayang Setinggi 50 Meter -
Kamis, 28/01/2010 15:40 WIB
Rangkul Komunitas Sepeda Tua
Indeks Berita
Selasa, 16/06/2009 08:37 WIB
Street Demon Bandung Custom Culture
Tiga Garasi Satu Jiwa
Andri Haryanto - detikBandung

Bandung -
Selain karena karyanya dari ide-ide liar, Bandung pun dikenal dengan istilah 'duduluran' atau bersaudara. Contohnya bisa ditemukan di garage (garasi) komunitas Street Demon. Sesama modivikator saling mengisi kekurangan.
"Karena basic kita bukan dari bisnis, makanya tiga garasi modifikasi yang ada tidak kita jadikan lahan persaingan," kata salah satu pentolan Street Demon Bandung Cusrom Culture Purnama Sultan yang akrab disapa Mpur saat ditemui detikbandung di Yasashi Garage.
"Itu juga salah satu karakter Bandung yang ingin kita tonjolkan, duduluran (persaudaraan)," sambung Mpur.
Tiga garasi tersebut masing-masingnya dimiliki oleh tiga pentolan street Demon, Franky Morry Astorianto memegang kendali di Yasashi Garage, Purnama Sultan owner dari Glanets 77, dan Sandi atau akrab disapa Kikis untuk Axitruz.
"Kalau Franky lebih kepada artistik dan desain, Mpur untuk pengadaan parts, dan Kikis juga untuk pengadaan," kata Franky yang tengah memoles Kymco matic dengan konsep pinstripe rockabilia.
Mpur mengaku bingung jika tempat nongkrong rutin mereka di Jalan Ternate didatangi oleh bikers yang tertarik untuk memodifikasi motornya bak para penunggang Street Demon. Bahkan mereka saling tunjuk untuk merekomendasikan modifikasinya.
"Kadang kita nggak mau dicampuri urusan nongkrong dengan bisnis, kita suka saling tunjuk kalo ketemu kayak gitu, tinggal pilih saja dia mau dimana," jelasnya.
"Kalau sudah urusan bisnis datang saat nongkrong, lebih baik dibicarakan di luar itu," sambung Mpur.
Dalam pengerjaannya, kata Mpur, bukan persaingan yang didahulukan. Di antara tiga garage yang ada malah saling mengisi. "Misalnya, saya lagi ramai pengerjaan, saya minta tolong ke Franky atau Kikis," sebut Mpur yang dipercaya membuat part knalpot supertrap.
Bukan itu saja, jika ada yang bertanya soal modifikasi lewat situs jejaring yang mereka kelola, Mpur mengaku kelabakan harus merekomendasikan modifikasi kemana diantara tiga garage yang dimiliki oleh Street Demon.
"Kita sebutkan saja semuanya, tinggal mereka memilih dimana untuk modifikasinya," jelas Mpur yang mengawali modifikasi Japstylenya dengan Honda GL 100 tahun 1982.
Kabar-kabar komunitas di Bandung ada di Forumbandung.
(ahy/lom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Street Demon Bandung Custom Culture
Tiga Garasi Satu Jiwa
Andri Haryanto - detikBandung
"Karena basic kita bukan dari bisnis, makanya tiga garasi modifikasi yang ada tidak kita jadikan lahan persaingan," kata salah satu pentolan Street Demon Bandung Cusrom Culture Purnama Sultan yang akrab disapa Mpur saat ditemui detikbandung di Yasashi Garage.
"Itu juga salah satu karakter Bandung yang ingin kita tonjolkan, duduluran (persaudaraan)," sambung Mpur.
Tiga garasi tersebut masing-masingnya dimiliki oleh tiga pentolan street Demon, Franky Morry Astorianto memegang kendali di Yasashi Garage, Purnama Sultan owner dari Glanets 77, dan Sandi atau akrab disapa Kikis untuk Axitruz.
"Kalau Franky lebih kepada artistik dan desain, Mpur untuk pengadaan parts, dan Kikis juga untuk pengadaan," kata Franky yang tengah memoles Kymco matic dengan konsep pinstripe rockabilia.
Mpur mengaku bingung jika tempat nongkrong rutin mereka di Jalan Ternate didatangi oleh bikers yang tertarik untuk memodifikasi motornya bak para penunggang Street Demon. Bahkan mereka saling tunjuk untuk merekomendasikan modifikasinya.
"Kadang kita nggak mau dicampuri urusan nongkrong dengan bisnis, kita suka saling tunjuk kalo ketemu kayak gitu, tinggal pilih saja dia mau dimana," jelasnya.
"Kalau sudah urusan bisnis datang saat nongkrong, lebih baik dibicarakan di luar itu," sambung Mpur.
Dalam pengerjaannya, kata Mpur, bukan persaingan yang didahulukan. Di antara tiga garage yang ada malah saling mengisi. "Misalnya, saya lagi ramai pengerjaan, saya minta tolong ke Franky atau Kikis," sebut Mpur yang dipercaya membuat part knalpot supertrap.
Bukan itu saja, jika ada yang bertanya soal modifikasi lewat situs jejaring yang mereka kelola, Mpur mengaku kelabakan harus merekomendasikan modifikasi kemana diantara tiga garage yang dimiliki oleh Street Demon.
"Kita sebutkan saja semuanya, tinggal mereka memilih dimana untuk modifikasinya," jelas Mpur yang mengawali modifikasi Japstylenya dengan Honda GL 100 tahun 1982.
Kabar-kabar komunitas di Bandung ada di Forumbandung.
(ahy/lom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




