Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Sabtu, 07/11/2009 08:56 WIB
20 Tahun Terbang dengan Gantole -
Jumat, 30/10/2009 10:43 WIB
Iskandarsyah Berian
Tinggalkan Kick Boxing untuk Berdakwah -
Kamis, 22/10/2009 14:10 WIB
Sundea 'Salam Matahari'
Tidak Ada Tulisan Jelek -
Kamis, 22/10/2009 10:04 WIB
Sundea 'Salam Matahari'
Dokumentasikan Kehidupan di Buku Harian -
Kamis, 22/10/2009 08:52 WIB
Sundea 'Salamatahari'
'Pena dan Kertas Adalah Hidupku' -
Kamis, 15/10/2009 12:38 WIB
Phaerlymaviec Musadi
Punkrocker yang Cinta Anak-anak
Indeks Berita
Sabtu, 13/06/2009 15:03 WIB
Ucok Homicide
Usung Kritik dalam Lirik Sarkastis
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung -
Mungkin banyak yang tidak mengenal nama Heri Sutresna (35). Tapi coba sebut saja nama populernya Ucok Homicide, perannya dalam perkembangan scene hip hop di Indonesia khususnya Bandung sudah tak terkatakan lagi.
Setiap lirik musiknya mengandung nada sarkastis dan tajam yang menyorot pada kondisi sosial dan politik tanah air yang gonjang ganjing. Homivide, menjadi grup hip hop yang dalam perjalanannya sempat menuai kontroversi. Meskipun demikian Ucok hanya menyikapinya dengan santai.
"Indonesia pasca 1998 adalah Indonesia dengan euforia demokrasi, yang artinya akan ada sejumlah pihak yang meledak dan tidak bisa memaknai arti demokrasi itu sendiri. Ya itu sebuah resiko dari suatu pergerakan. Namun yang semacam itu akan terus berulang," ujar Ucok panjang lebar.
Selain lirik bernada kritis, Ucok memiliki idealisme tinggi. Ucok dan Homicide jarang tampil di acara-acara besar bersifat komersil. Menurutnya, bermusik tidak harus terekspos secara kasat mata.
"Acara-acara besar biasanya mengusung label besar sponsor. Jujur saja kita memang menghindari label-label korporat semacam itu" ujar Ucok lagi.
Namun tidak berarti Ucok menolak semua tawaran yang berbumbu komersil. "Kalau acaranya masih dalam tataran yang logis seperti donasi ke korban bencana ya kenapa tidak kita bantu," kata Ucok seraya menghisap rokoknya dalam-dalam.
Uniknya, sekalipun jauh dari kata komersil banyak pihak yang menyanjung musikalitas Ucok dan Homicide. "Ya, itu bisa jadi karena kita memainkan musik tanpa pakem A,B,C atau apapun. Toh apa yang kita mainkan kita biarkan mengalir bebas begitu saja," ujar Ucok bijak.
(ema/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Ucok Homicide
Usung Kritik dalam Lirik Sarkastis
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
Setiap lirik musiknya mengandung nada sarkastis dan tajam yang menyorot pada kondisi sosial dan politik tanah air yang gonjang ganjing. Homivide, menjadi grup hip hop yang dalam perjalanannya sempat menuai kontroversi. Meskipun demikian Ucok hanya menyikapinya dengan santai.
"Indonesia pasca 1998 adalah Indonesia dengan euforia demokrasi, yang artinya akan ada sejumlah pihak yang meledak dan tidak bisa memaknai arti demokrasi itu sendiri. Ya itu sebuah resiko dari suatu pergerakan. Namun yang semacam itu akan terus berulang," ujar Ucok panjang lebar.
Selain lirik bernada kritis, Ucok memiliki idealisme tinggi. Ucok dan Homicide jarang tampil di acara-acara besar bersifat komersil. Menurutnya, bermusik tidak harus terekspos secara kasat mata.
"Acara-acara besar biasanya mengusung label besar sponsor. Jujur saja kita memang menghindari label-label korporat semacam itu" ujar Ucok lagi.
Namun tidak berarti Ucok menolak semua tawaran yang berbumbu komersil. "Kalau acaranya masih dalam tataran yang logis seperti donasi ke korban bencana ya kenapa tidak kita bantu," kata Ucok seraya menghisap rokoknya dalam-dalam.
Uniknya, sekalipun jauh dari kata komersil banyak pihak yang menyanjung musikalitas Ucok dan Homicide. "Ya, itu bisa jadi karena kita memainkan musik tanpa pakem A,B,C atau apapun. Toh apa yang kita mainkan kita biarkan mengalir bebas begitu saja," ujar Ucok bijak.
(ema/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)





