Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 11/11/2009 08:59 WIB
Galeri Kita dalam Bangunan Tahun 1935 -
Rabu, 29/07/2009 12:58 WIB
Sanggar Luhur Peninggalan Sudjana Kerton Akan Dijual -
Rabu, 29/07/2009 11:35 WIB
Sanggar Luhur, Museum Peninggalan Sudjana Kerton -
Rabu, 29/07/2009 09:51 WIB
Warna-warni Ilustrasi Jerman -
Kamis, 18/06/2009 11:48 WIB
Museum Mainan Anak Era 80'an
Habiskan Rp 100 Juta untuk Tambah Koleksi -
Kamis, 18/06/2009 10:56 WIB
Bernostalgia di Museum Mainan Anak Era 80'an
Indeks Berita
Kamis, 11/06/2009 09:36 WIB
Sri Baduga Pamerkan 191 Kain Indonesia
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Keragaman khasanah budaya Indonesia tampak nyata terlihat dalam gelaran Pesona Kain Nusantara di Museum Sri Baduga Jalan BKR. Keindahan 191 kain tradisional dari seluruh provinsi di Indonesia dipamerkan dari tanggal 7 Juni-20 Juni 2009.
Kepala Balai Pengelolaan Museum Sri Baduga Pramaputra menyatakan acara tersebut merupakan salah satu agenda nasional Direktorat Permuseuman Nasional. Secara berkala setiap tahunnya masuk ke dalam agenda museum provinsi. Untuk tahun ini Museum Sri Baduga menjadi tuan rumah penyelenggaraan sekaligus bertepatan dengan ulang tahun museum yang ke-29.
"Tahun lalu pameran dilakukan di Kalimantan. Tahun ini bagian Museum Sri Baduga," ujar Pramaputra ditemui detikbandung di ruang kerjanya.
Setidaknya ada 17 Museum Negeri Provinsi, 3 Museum Daerah dan 1 lembaga dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah yang turut serta.
Dari 191 kain yang dipamerkan, sebanyak 37 kain berasal dari daerah Jawa Barat. "Usia kain yang paling tua berasal dari abad ke -16 pada masa Kerajaan Galuh," tambah Pramaputra. Dengan konsep story line pada setiap objek kain, pengunjung bisa mengetahui sejarah dan falsafah kain tersebut.
Akan menghadirkan wawasan baru. Karena masyarakat tidak hanya bisa mengenal batik, ulos atau songket. Ragam nama kain dengan kekayaan motif, corak, warna dan motif yang berbeda tapi tetap indah.
Menurut Pramaputra kegiatan ulang tahun Museum Sri Baduga kali ini adalah yang ketiga kalinya dibuat secara gebyar. "Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, selepas gunting pita langsung sepi," ujar Pram.
Museum, imbuh Pram bukan hanya untuk menyimpan koleksi tapi juga sebagai sarana rekreasi. Agar sebuah cerita bisa disampaikan ke masyarakat diperlukan pengemasan yang bagus.
Diharapkan dengan acara yang sifatnya perayaan bisa mengubah paradigma masyarakat tentang museum. Museum bukan hanya identik dengan fosil, artefak atau arca tapi berbicara tentang museum berarti menunjuk pula kepada logam, kujang termasuk kain.
"Kita ingin membagi kegembiraan dengan masyarakat," ujarnya.
Ngobrol asyik tempat-tempat wisata Bandung di Forumbandung, ayo gabung!(ema/tya)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Sri Baduga Pamerkan 191 Kain Indonesia
Ema Nur Arifah - detikBandung
Kepala Balai Pengelolaan Museum Sri Baduga Pramaputra menyatakan acara tersebut merupakan salah satu agenda nasional Direktorat Permuseuman Nasional. Secara berkala setiap tahunnya masuk ke dalam agenda museum provinsi. Untuk tahun ini Museum Sri Baduga menjadi tuan rumah penyelenggaraan sekaligus bertepatan dengan ulang tahun museum yang ke-29.
"Tahun lalu pameran dilakukan di Kalimantan. Tahun ini bagian Museum Sri Baduga," ujar Pramaputra ditemui detikbandung di ruang kerjanya.
Setidaknya ada 17 Museum Negeri Provinsi, 3 Museum Daerah dan 1 lembaga dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah yang turut serta.
Dari 191 kain yang dipamerkan, sebanyak 37 kain berasal dari daerah Jawa Barat. "Usia kain yang paling tua berasal dari abad ke -16 pada masa Kerajaan Galuh," tambah Pramaputra. Dengan konsep story line pada setiap objek kain, pengunjung bisa mengetahui sejarah dan falsafah kain tersebut.
Akan menghadirkan wawasan baru. Karena masyarakat tidak hanya bisa mengenal batik, ulos atau songket. Ragam nama kain dengan kekayaan motif, corak, warna dan motif yang berbeda tapi tetap indah.
Menurut Pramaputra kegiatan ulang tahun Museum Sri Baduga kali ini adalah yang ketiga kalinya dibuat secara gebyar. "Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, selepas gunting pita langsung sepi," ujar Pram.
Museum, imbuh Pram bukan hanya untuk menyimpan koleksi tapi juga sebagai sarana rekreasi. Agar sebuah cerita bisa disampaikan ke masyarakat diperlukan pengemasan yang bagus.
Diharapkan dengan acara yang sifatnya perayaan bisa mengubah paradigma masyarakat tentang museum. Museum bukan hanya identik dengan fosil, artefak atau arca tapi berbicara tentang museum berarti menunjuk pula kepada logam, kujang termasuk kain.
"Kita ingin membagi kegembiraan dengan masyarakat," ujarnya.
Ngobrol asyik tempat-tempat wisata Bandung di Forumbandung, ayo gabung!(ema/tya)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




