Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 10/03/2010 09:33 WIB
Bandung Blues Society
Dekatkan Musik Blues ke Anak Muda -
Selasa, 09/03/2010 09:43 WIB
Angklung Toel
Tak Perlu Digoyang, Cukup Disentuh -
Sabtu, 06/03/2010 16:32 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Bunga Antorium untuk Gubernur -
Sabtu, 06/03/2010 15:46 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Adu Harga di Gedung Bekas Pengadilan -
Sabtu, 06/03/2010 14:33 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Suara Lantang di Antara Lukisan -
Sabtu, 06/03/2010 12:14 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Kala Lukisan Jadi Sarana Bantu Saudara
Indeks Berita
Jumat, 05/06/2009 09:44 WIB
Festival Seni Daerah antar PT
Hanya Diikuti 10 Perguruan Tinggi
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Sebagai salah satu kegiatan yang berkembang di kampus, kesenian daerah menjadi salah satu bidang yang disorot untuk melengkapi rangkaian Hari Pendidikan Nasinal (Hardiknas). Untuk memetakan sejauh mana perkembangan seni daerah, STSI menggelar Festival Kesenian Daerah Antar Perguruan Tinggi. Namun sayang dari 52 perguruan tinggi negeri dan swasta di Jabar yang diundang, hanya 10 perguruan tinggi yang siap untuk berlaga.
"Kami ingin banyak yang terlibat. Tapi untuk menginformasikan waktunya terbatas. Dan bertepatan dengan UAS. Belum lagi persiapan yang harus dilakukan," ujar Koordinator Lomba dari STSI Abun Somawijaya. Padahal menurut Abun kesenian daerah yang dimaterikan sudah ada di setiap perguruan tinggi.
"Untuk luar daerah ada kendala dari sisi pendanaan," sambung Abun dalam jumpa pers di STSI, Kamis (4/6/2009).
Sepuluh perguruan tinggi yang akan terlibat dalam festival tanggal 5-6 Juni tersebut empat diantaranya dari Bandung yaitu LSS ITB, UPI, Unikom dan Unpad. Universitas luar Bandung antara lain Univeristas Sultan Ageung Tirtayasa dari Serang, Universitas Pakuan dari Bogor, Universitas Wiralodra dari Indramayu dan Universitas Bale Bandung dari Kabupaten Bandung.
Materi lomba sendiri dinyatakan Abun untuk kali pertama ini bebas. "Sementara bebas tidak ada pakem karena dilihat dari segi waktu dan kesiapan," ujar Abun.
Koordinator Acara Komarudin menambahkan kesenian daerah yang kelak ditampilkan diserahkan kepada setiap perguruan tinggi. "Tidak murni seni tradisi tapi sudah mendapat polesan sesuai dengan pandangan dalam menyikapi seni daerah," tutur Dosen Seni Karawitan STSI ini. Diharapkan acara ini menjadi embrio untuk mengevaluasi kesenian daerah di perguruan tinggi masing-masing.
Saat disinggung apakah minimnya peserta yang berpartisipasi cukup mewakili peta kesenian Jawa Barat, Komarudin menyatakan cukup terwakili karena daerah seperti Bogor, Indramayu, Serang juga ikut. "Kecuali dari Sumedang yang semula akan ikut tapi tidak jadi," sesalnya.
Ditambahkan Ketua Pelaksana Wawan Ramlan yang menganggap setiap universitas di luar perguruan tinggi seni juga memiliki antusias trhadap kesenian walaupun dalam wadah berupa ekstrakurikuler. "Ada upaya untuk menghidupkan lepas dari konservasi atau inovasi. Tapi letupan kehidupan kesenian itu ada," ujarnya.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Festival Seni Daerah antar PT
Hanya Diikuti 10 Perguruan Tinggi
Ema Nur Arifah - detikBandung
"Kami ingin banyak yang terlibat. Tapi untuk menginformasikan waktunya terbatas. Dan bertepatan dengan UAS. Belum lagi persiapan yang harus dilakukan," ujar Koordinator Lomba dari STSI Abun Somawijaya. Padahal menurut Abun kesenian daerah yang dimaterikan sudah ada di setiap perguruan tinggi.
"Untuk luar daerah ada kendala dari sisi pendanaan," sambung Abun dalam jumpa pers di STSI, Kamis (4/6/2009).
Sepuluh perguruan tinggi yang akan terlibat dalam festival tanggal 5-6 Juni tersebut empat diantaranya dari Bandung yaitu LSS ITB, UPI, Unikom dan Unpad. Universitas luar Bandung antara lain Univeristas Sultan Ageung Tirtayasa dari Serang, Universitas Pakuan dari Bogor, Universitas Wiralodra dari Indramayu dan Universitas Bale Bandung dari Kabupaten Bandung.
Materi lomba sendiri dinyatakan Abun untuk kali pertama ini bebas. "Sementara bebas tidak ada pakem karena dilihat dari segi waktu dan kesiapan," ujar Abun.
Koordinator Acara Komarudin menambahkan kesenian daerah yang kelak ditampilkan diserahkan kepada setiap perguruan tinggi. "Tidak murni seni tradisi tapi sudah mendapat polesan sesuai dengan pandangan dalam menyikapi seni daerah," tutur Dosen Seni Karawitan STSI ini. Diharapkan acara ini menjadi embrio untuk mengevaluasi kesenian daerah di perguruan tinggi masing-masing.
Saat disinggung apakah minimnya peserta yang berpartisipasi cukup mewakili peta kesenian Jawa Barat, Komarudin menyatakan cukup terwakili karena daerah seperti Bogor, Indramayu, Serang juga ikut. "Kecuali dari Sumedang yang semula akan ikut tapi tidak jadi," sesalnya.
Ditambahkan Ketua Pelaksana Wawan Ramlan yang menganggap setiap universitas di luar perguruan tinggi seni juga memiliki antusias trhadap kesenian walaupun dalam wadah berupa ekstrakurikuler. "Ada upaya untuk menghidupkan lepas dari konservasi atau inovasi. Tapi letupan kehidupan kesenian itu ada," ujarnya.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




