Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 17:54 WIB
Pengembalian Rp 5 Miliar Jadi Pertimbangan Pengalihan Tahanan -
Rabu, 16/05/2012 17:36 WIB
Grup Pecinta Lagu dan PSM Unpad Gelar Konser Kolaborasi -
Rabu, 16/05/2012 17:21 WIB
Sidang KIP Jabar, Setda dan Disdik Divonis 'Bersalah' -
Rabu, 16/05/2012 16:22 WIB
Rumah Renovasi Ambruk di Pasirkoja, 2 Pekerja Nyaris Tertimbun -
Rabu, 16/05/2012 16:09 WIB
Hakim Tipikor Alihkan Status Tahanan Lima Terdakwa Bansos -
Rabu, 16/05/2012 16:00 WIB
100 Vendor Pernikahan Hadir di Pusdai
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Minggu, 31/05/2009 15:19 WIB
Indonesia Terbanyak di Asia Pasifik Akses Google Book Search
Tya Eka Yulianti - detikBandung
Bandung -
Siapa bilang masyarakat Indonesia memiliki minat baca yang rendah? Justru dari beberapa indikator yang ada, menunjukkan masyarakat memiliki minat baca yang tinggi. Buktinya, Indonesia menjadi negara no 1 di Asia Pasifik dan no 10 di dunia, negara yang paling sering mengakses google book search (fasilitas pencari buku di google-red).
Hal itu dikatakan Sekjen IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) Pusat, Wanti Syaefullah usai Jumpa Pers Grand Launching Salam Book House, di Jalan Pasirwangi, Minggu (31/5/2009).
"Kami (IKAPI-red) bekerjasama dengan google book search, dan hasil itu setidaknya memperlihatkan minat masyarakat terhadap buku cukup tinggi. Padahal pengguna internet di Indonesia dibandingkan negara lain di Asia Pasifik lebih rendah," kata Wanti.
Indikator lain yang dicontohkan Wanti yaitu banyaknya jumlah pengunjung dan angka transaksi dalam setiap pameran buku. "Dari 50 pameran buku yang IKAPI buat di seluruh Indonesia setiap tahunnya, pengunjung selalu luar biasa dan angka transaksi mencapai miliaran rupiah," jelas Wanti.
Karena itu, Wanti menyatakan tak setuju jika minat baca masyarakat dinilai rendah. "Saya tidak setuju jika masyarakat dikatakan rendah minat bacanya, itu perlu dicermati lagi dengan melihat beberapa indikator ini," kata Wanti.
Namun Wanti tidak memungkiri masyarakat rendah dalam konsumsi atau pembelian buku karena harganya yang terkadang masih belum terjangkau semua lapisan. "Maka itu kami ingin harga buku lebih murah," kata Wanti.
Lebih lanjut wanti menjelaskan, dalam setahun ada lebih dari 12 ribu judul buku yang terbit di Indonesia. Data tersebut diperoleh Wanti dari Gramnedia yang dalam sebulan menampung 1.000 judul buku baru. "Gramedia sebagai barometer kami karena hampir semua buku baru ada di Gramedia. Mereka juga punya sistem pencatatan yang baik," ujar Wanti.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(tya/ern)
Indonesia Terbanyak di Asia Pasifik Akses Google Book Search
Tya Eka Yulianti - detikBandung
Hal itu dikatakan Sekjen IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) Pusat, Wanti Syaefullah usai Jumpa Pers Grand Launching Salam Book House, di Jalan Pasirwangi, Minggu (31/5/2009).
"Kami (IKAPI-red) bekerjasama dengan google book search, dan hasil itu setidaknya memperlihatkan minat masyarakat terhadap buku cukup tinggi. Padahal pengguna internet di Indonesia dibandingkan negara lain di Asia Pasifik lebih rendah," kata Wanti.
Indikator lain yang dicontohkan Wanti yaitu banyaknya jumlah pengunjung dan angka transaksi dalam setiap pameran buku. "Dari 50 pameran buku yang IKAPI buat di seluruh Indonesia setiap tahunnya, pengunjung selalu luar biasa dan angka transaksi mencapai miliaran rupiah," jelas Wanti.
Karena itu, Wanti menyatakan tak setuju jika minat baca masyarakat dinilai rendah. "Saya tidak setuju jika masyarakat dikatakan rendah minat bacanya, itu perlu dicermati lagi dengan melihat beberapa indikator ini," kata Wanti.
Namun Wanti tidak memungkiri masyarakat rendah dalam konsumsi atau pembelian buku karena harganya yang terkadang masih belum terjangkau semua lapisan. "Maka itu kami ingin harga buku lebih murah," kata Wanti.
Lebih lanjut wanti menjelaskan, dalam setahun ada lebih dari 12 ribu judul buku yang terbit di Indonesia. Data tersebut diperoleh Wanti dari Gramnedia yang dalam sebulan menampung 1.000 judul buku baru. "Gramedia sebagai barometer kami karena hampir semua buku baru ada di Gramedia. Mereka juga punya sistem pencatatan yang baik," ujar Wanti.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(tya/ern)


Sending your message