Berita Lain

Indeks Berita

Jumat, 29/05/2009 09:05 WIB
Bambu Eul-Eul
Sebulan Terjual Lebih dari 200 Pohon
Ema Nur Arifah - detikBandung



Bandung - Dengan tinggi kira-kira 10-15 meter, dalam satu pohon bambu eul-eul terdapat 10-15 buku. Bambu eul-eul dijual per buku kepada penjual. Dalam satu bulan penjualan bisa mencapai 200 pohon lebih.

Menurut Adang Meman (34) distributor bambu eul-eul, hampir setiap hari dia dibantu tim untuk memanen bambu eul eul. Jumlah panen setiap harinya berbeda tergantung permintaan pasar.

"Setiap bulan memanen 200 lebih pohon sehari," ujar Adang ditemui di salah satu stand Agroexpo 2009 Graha Manggala Siliwangi, Kamis (28/5/2009).

Dalam memotong bambu, sengaja tidak diambil sampai ke bagian akarnya agar tidak menghambat tumbuhnya bambu baru. Selain itu, kalaupun diambil akarnya akan percuma karena ketika Adang mencoba menanam di luar di tempat asal, malah tidak bisa tumbuh. Namun Adang meyakini kalau khasiat bambu eul eul di bagian akar akan lebih hebat daripada bagian batangnya.

Menurut Adang, salah seorang dokter pengkonsumsi bambu eul-eul menamakan air bambu eul-eul sebagai air oxy atau oksigen. Karena air tersebut berasal dari akar dan naik ke buluh bambu.

Setiap buluh memiliki jumlah air yang berbeda dan warna yang berbeda. Ada yang warnanya menyerupai air putih, bahkan ada yang agak kekuningan. Menurut Adang, air bambu yang warnanya kekuningan khasiatnya lebih bagus daripada yang warna putih.

Bambu eul-eul tidak dijual langsung dengan bambunya tapi dalam kemasan botol berukuran 330 mililiter. Jika ada konsumen barulah buluh bambu bagian pinggir dikerat untuk mengeluarkan air dan dimasukan ke dalam botol melalui corong. Untuk mendapatkan satu botol penuh bisa memotong beberapa bilah bambu. Untuk jumlah bilahan bambunya tergantung sedikit banyaknya air di dalam bambu.

Satu botol dijual dengan harga Rp 30 ribu. Dengan harga itu menurut Adang bagi konsumen Bandung sendiri dirinya agak kesulitan menjual tapi tidak untuk konsumen Jakarta. Sampai saat ini penjualan pun memang lebih banyak dilakukan di Jakarta yang pangsa pasarnya mencapai 80 persen dari jumlah konsumen.

Selain itu, Adang pun mengirimkan bambu eul-eul ke provinsi-provinsi lain seperti Sumatera dan Kalimantan. Untuk ekspor sendiri tidak mungkin dilakukan mengingat bambu eul eul yang tersedia jumlahnya terbatas.




Ayo berbagi pengalaman dan cerita kuliner Kota Bandung di Forumbandung.(ema/tya)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Foto Lain


Baca juga :