Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 18/11/2009 11:08 WIB
Lebih Mantap Tanpa Kecap dan Saus -
Rabu, 18/11/2009 09:53 WIB
Hhhmm...Empuknya Bakso Kepala Sapi -
Selasa, 13/10/2009 12:02 WIB
Renyahnya Bakso Ayam Udang Goreng Kampung Bakso -
Selasa, 13/10/2009 10:46 WIB
20 Olahan Mie dan Bakso di Kampung Bakso -
Minggu, 13/09/2009 10:25 WIB
Asam Pedas Saos Sambal Strawberry -
Kamis, 13/08/2009 11:06 WIB
Menikmati Bakso Sambil Nonton Sulap
Indeks Berita
Senin, 25/05/2009 11:05 WIB
Baso Atom
Pola Hidup Sehat dengan Baso
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Menonjolkan sisi kualitas tidak hanya dari segi rasa. Unsur-unsur lain seperti kesehatan pun menjadi pertimbangan. Begitupun dengan Baso Atom. Maka namanya pun tidak berdiri sendiri tapi diawali dengan nama Baso Sehat Baso Atom.
Tidak asal membuat baso. Menurut Supervisor Baso Atom Bandung, Sugeng Riyadi (24) semua makanan di Baso Atom dijaga sisi kualitasnya. Sebelum disajikan pada konsumen, semua bahan baku menu diuji terlebih dahulu di laboratorium.
"Sebelum kami menjual pada konsumen kami mendaftarkan dulu pada badan POM," ujar Sugeng. Menurut Sugeng, dengan begitu, pihaknya ingin mengajarkan pola hidup sehat kepada masyarakat dengan memilih makanan yang sehat.
"Kami tidak berpikir jangka pendek tapi jangka panjang," ujarnya ditemui di outlet Baso Atom Bandung Jalan Cendana No 16.
Daging sapi yang digunakan pun adalah daging pilihan yaitu daging sapi Bali. Daging sapi Bali menurut Sugeng paling baik kualitasnya dibandingkan daging sapi lain. Dagingnya pun berbeda dengan dengan daging sapi lain karena berwarna agak kemerahan.
"Kandungan kolesterolnya pun lebih rendah dibandingkan daging sapi lainnya," ujar Sugeng.
Untuk pembuatan baso setiap 5 kilogram daging sapi dicampurkan dengan 1 kilogram tepung terigu. Sehingga serat-serat dagingnya lebih terasa. Empuknya pun terasa alami karena tidak menggunakan bahan pengenyal atau boraks.
Menurut Sugeng, basonya tidak menggunakan bahan pengawet sehingga tidak akan tahan jika dibiarkan dalam udara terbuka. "Kita menyimpan baso-baso mentah di dalam freezer karena kalau daging asli tidak mungkin bertahan dalam waktu lama di udara terbuka," ujar Sugeng.
Karena misinya adalah mengajarkan pola hidup sehat pada konsumen, baso pun hanya didampingi dengan soun. Soun dari sisi kesehatan dinilai lebih sehat daripada mie karena komposisinya adalah tepung beras dan tanpa campuran pengawet maupun zat pewarna seperti halnya mie.
Meski harganya lebih mahal dari harga baso lainnya tapi ternyata penggemar Baso Atom tidak sedikit. Terbukti dalam waktu empat tahun terakhir Baso Atom bisa mendirikan 14 outlet di Jakarta termasuk di Bandung. Menurut Sugeng, konsumen makin lama makin pintar mereka pasti akan memilih makanan yang berkualitas.
Ayo berbagi pengalaman dan cerita kuliner Kota Bandung di Forumbandung.(ema/tya)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baso Atom
Pola Hidup Sehat dengan Baso
Ema Nur Arifah - detikBandung
Foto Terkait
Tidak asal membuat baso. Menurut Supervisor Baso Atom Bandung, Sugeng Riyadi (24) semua makanan di Baso Atom dijaga sisi kualitasnya. Sebelum disajikan pada konsumen, semua bahan baku menu diuji terlebih dahulu di laboratorium.
"Sebelum kami menjual pada konsumen kami mendaftarkan dulu pada badan POM," ujar Sugeng. Menurut Sugeng, dengan begitu, pihaknya ingin mengajarkan pola hidup sehat kepada masyarakat dengan memilih makanan yang sehat.
"Kami tidak berpikir jangka pendek tapi jangka panjang," ujarnya ditemui di outlet Baso Atom Bandung Jalan Cendana No 16.
Daging sapi yang digunakan pun adalah daging pilihan yaitu daging sapi Bali. Daging sapi Bali menurut Sugeng paling baik kualitasnya dibandingkan daging sapi lain. Dagingnya pun berbeda dengan dengan daging sapi lain karena berwarna agak kemerahan.
"Kandungan kolesterolnya pun lebih rendah dibandingkan daging sapi lainnya," ujar Sugeng.
Untuk pembuatan baso setiap 5 kilogram daging sapi dicampurkan dengan 1 kilogram tepung terigu. Sehingga serat-serat dagingnya lebih terasa. Empuknya pun terasa alami karena tidak menggunakan bahan pengenyal atau boraks.
Menurut Sugeng, basonya tidak menggunakan bahan pengawet sehingga tidak akan tahan jika dibiarkan dalam udara terbuka. "Kita menyimpan baso-baso mentah di dalam freezer karena kalau daging asli tidak mungkin bertahan dalam waktu lama di udara terbuka," ujar Sugeng.
Karena misinya adalah mengajarkan pola hidup sehat pada konsumen, baso pun hanya didampingi dengan soun. Soun dari sisi kesehatan dinilai lebih sehat daripada mie karena komposisinya adalah tepung beras dan tanpa campuran pengawet maupun zat pewarna seperti halnya mie.
Meski harganya lebih mahal dari harga baso lainnya tapi ternyata penggemar Baso Atom tidak sedikit. Terbukti dalam waktu empat tahun terakhir Baso Atom bisa mendirikan 14 outlet di Jakarta termasuk di Bandung. Menurut Sugeng, konsumen makin lama makin pintar mereka pasti akan memilih makanan yang berkualitas.
Ayo berbagi pengalaman dan cerita kuliner Kota Bandung di Forumbandung.(ema/tya)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




