Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Selasa, 24/11/2009 16:48 WIB
Melepuh Setelah Minum Obat
Negatif Herpes, Ajeng Hanya Positif Mengalami TEN -
Selasa, 24/11/2009 16:29 WIB
UPI Punya Satu-satunya Prodi Pendidikan Sosiologi di Indonesia -
Selasa, 24/11/2009 15:17 WIB
2030, Biaya Transportasi di Bandung Bisa Capai Rp 105 Triliun -
Selasa, 24/11/2009 14:57 WIB
Akhmaloka Jadi Rektor ITB 2010-2014
Rektor Baru Harus Lebih Dekat dengan Mahasiswa -
Selasa, 24/11/2009 14:46 WIB
Farmasi ITB Belum Selidiki Efek Obat Kaki Gajah -
Selasa, 24/11/2009 14:22 WIB
Banjir Rendam Cieunteung
Sisa Air dan Lumpur Disedot Lima Unit Pompa
Indeks Berita
Senin, 18/05/2009 12:18 WIB
Cekcok Oknum Polisi-TNI Berujung Maut
Anak Korban Diberi Beasiswa Pendidikan Senilai Rp 100 Juta
Andri Haryanto - detikBandung

Bandung -
Praka Asep Ridwan dari Yonif 312 Kala Hitam Subang, korban percekcokan dengan anggota polisi Bandung Tengah Bipka RN, meninggalkan anak semata wayang yang masih berumur tiga tahun, Nabila. Merasa bertanggung jawab, Polda Jabar memberikan santunan pendidikan bagi Nabila sebesar Rp 100 juta.
Santunan itu diberikan Wakapolda Jabar Brigjen Pol Momon Rusmana di rumah duka Kampung Cisurupan RT 11 RW 7 Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin (18/5/2009). Hadir pula Komandan Brigif 15-Kujang Letkol Infantri Wuryanto.
"Ini untuk santunan pendidikan anak korban. Mudah-mudaan bisa hinga perguruan tinggi," ujar Momon. Selain Nabila, adik korban, Kiki yang juga menjadi korban menerima santunan Rp 50 juta. Kiki kini masih dirawat di RS Rajawali.
Istri korban, Nurlaeli (28), mengaku cukup terbantu dengan adanya beasiswa pendidikan bagi anak semata wayangnya itu. "Uang ini tak akan dikelola keluarga, tetapi oleh komandan batalion Infantri 312 Kala Hitam Subang," ujarnya.
Hal itu diakui Komandan Brigif 15-Kujang Letkol Infantri Wuryanto. Menurutnya jika dikelola keluarga, dikhawatirkan bea siswa itu tidak cukup untuk pendidikan Nabila.
Menurut dia, rencananya istri korban juga akan diberi asrama, mengingat kini istri korban menetap di rumah bukan miliknya.(ern/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Cekcok Oknum Polisi-TNI Berujung Maut
Anak Korban Diberi Beasiswa Pendidikan Senilai Rp 100 Juta
Andri Haryanto - detikBandung
Video Terkait
Foto Terkait
Santunan itu diberikan Wakapolda Jabar Brigjen Pol Momon Rusmana di rumah duka Kampung Cisurupan RT 11 RW 7 Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin (18/5/2009). Hadir pula Komandan Brigif 15-Kujang Letkol Infantri Wuryanto.
"Ini untuk santunan pendidikan anak korban. Mudah-mudaan bisa hinga perguruan tinggi," ujar Momon. Selain Nabila, adik korban, Kiki yang juga menjadi korban menerima santunan Rp 50 juta. Kiki kini masih dirawat di RS Rajawali.
Istri korban, Nurlaeli (28), mengaku cukup terbantu dengan adanya beasiswa pendidikan bagi anak semata wayangnya itu. "Uang ini tak akan dikelola keluarga, tetapi oleh komandan batalion Infantri 312 Kala Hitam Subang," ujarnya.
Hal itu diakui Komandan Brigif 15-Kujang Letkol Infantri Wuryanto. Menurutnya jika dikelola keluarga, dikhawatirkan bea siswa itu tidak cukup untuk pendidikan Nabila.
Menurut dia, rencananya istri korban juga akan diberi asrama, mengingat kini istri korban menetap di rumah bukan miliknya.(ern/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)




