Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Jumat, 06/11/2009 08:55 WIB
Terbang dengan Gantole
Sekali Coba, Dijamin Ketagihan -
Jumat, 06/11/2009 08:44 WIB
Siapa Mau Terbang dengan Gantole? -
Jumat, 30/10/2009 09:34 WIB
Kick Boxing Olahraga Praktis Tanpa Jurus -
Rabu, 21/10/2009 09:29 WIB
Bandung Bike Trial
Lompatan Ekstrim di Atas Sepeda Tanpa Jok -
Senin, 19/10/2009 08:43 WIB
Bandits Free Running
Mengawinkan Lari dan Akrobatik -
Sabtu, 13/06/2009 09:39 WIB
Pijat Shiatsu 'Lebih Sopan'
Indeks Berita
Kamis, 14/05/2009 07:47 WIB
Anak-anak Pun Hobi Olahraga Ekstrem
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Olahraga ekstrem seperti panjat dinding ternyata tak hanya digemari orang dewasa, anak-anak pun siapa sangka berani adu nyali. Seperti Cantika (10), murid SD Cibiru 4 ini sudah delapan bulan menjadi member eiger CLub.
Siang itu, Cantika yang biasa dipanggil Cika ini dengan cekatan memanjat track-track panjat dinding yang ada di depan outlet Eiger, Jalan Cihampelas . Dalam waktu kurang dari lima belas menit Cika sudah bisa mencapai ketinggian 13 meter.
"Senang bisa manjat-manjat. Awalnya sih takut-takut tapi lama-lama jadi berani," aku Cika saat ditanya kenapa memilih panjat dinding di luar jam sekolahnya. Cika sudah delapan bulan menekuni panjat dinding di Eiger, yang dilakoninya seminggu dua kali. Setiap pertemuan menghabiskan waktu dua jam. Saat ditanya apa Cika punya cita-cita menjadi atlet, gadis cilik berambut pendek ini pun mengiyakan.
Asep (45), ayah Cika pun menambahkan dari sekian banyak kursus yang pernah diikuti oleh Cika baru panjat tebing yang bikin betah. "Awalnya sih takut mengikutkan Cika untuk panjat dinding tapi saat melihat begitu safety, ya biasa saja," ujar Asep.
Menurut Mamay S Salim konsultan Eiger Club yang juga salah satu tokoh pemanjat tebing, disediakannya arena panjat dinding untuk memperkuat promosi brand merek Eiger yang identik dengan petualangan. Saat ini ada 80 orang yang tercatat sebagai member Eager Club di mana 25 orang diantaranya adalah anak-anak.
Member tidak hanya berasal dari pemula tapi ada juga dari komunitas baik komunitas panjat dinding dan komunitas-komunitas lainnya.
Setiap orang yang akan kursus, ujar Mamay akan dimasukkan sesuai dengan kelas-kelas dalam pertandingan. Dari mulai untuk kelas umur dari 7 tahun-19 tahun dan kelas umum dari 20-23 tahun. Menurut Kang Mamay, di Eiger ada juga member yang usianya baru tujuh tahun.
Menurut Mamay, biarpun terlihat sebagai olahraga ekstrem, panjat dinding memiliki pengaruh positif untuk anak-anak. Pertama yaitu melatih keberanian anak. "Kalau sejak kecil mereka berani memanjat tinggi-tinggi akan mengasah keberanian mereka," tutur Mamay.
Selain itu, ujar Mamay, olahraga ini membantu melatih daya ingat anak. Karena anak belajar untuk mengingat setiap pegangan yang harus dicengkeram dan kunci-kunci yang digunakan. "Dengan begitu melatih memori anak," tutur Mamay.
Ada dua area panjat dinding yang ada di Eiger, indoor dan outdoor. Untuk yang indoor ketinggiannya hanya empat meter sedangkan outdoor mencapai 15 meter. Namun menurut Mamay kedua area ini yang membedakan hanya ketinggian, fungsi selebihnya sama yaitu bisa digunakan untuk tiga kelas panjat dinding yaitu kelas kecepatan, kesulitan dan jalur pendek.
"Cuma kalau hujan yang di dalam bisa digunakan," tuturnya.
Diakui Mamay, Eiger Club mempersiapkan anggota membernya untuk jadi atlet. Eiger Club akan mengirimkan membernya untuk mengikuti berbagai pertandingan sampai akhirnya mereka bisa mencapai kompetisi berskala nasional.
"Nanti akan disalurkan. Awalnya diikutkan di tingkat Kota Bandung. Jika menang ditarik ke tim Jabar sampai akhirnya bisa ikut di ajang PON," ujar Mamay yang sudah berkiprah di dunia panjat tebing sejak tahun 80-an ini. Menurut Mamay Eiger Club juga kerap mengadakan kompetisi panjat dinding untuk SD dan SMP.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Anak-anak Pun Hobi Olahraga Ekstrem
Ema Nur Arifah - detikBandung
Foto Terkait
Siang itu, Cantika yang biasa dipanggil Cika ini dengan cekatan memanjat track-track panjat dinding yang ada di depan outlet Eiger, Jalan Cihampelas . Dalam waktu kurang dari lima belas menit Cika sudah bisa mencapai ketinggian 13 meter.
"Senang bisa manjat-manjat. Awalnya sih takut-takut tapi lama-lama jadi berani," aku Cika saat ditanya kenapa memilih panjat dinding di luar jam sekolahnya. Cika sudah delapan bulan menekuni panjat dinding di Eiger, yang dilakoninya seminggu dua kali. Setiap pertemuan menghabiskan waktu dua jam. Saat ditanya apa Cika punya cita-cita menjadi atlet, gadis cilik berambut pendek ini pun mengiyakan.
Asep (45), ayah Cika pun menambahkan dari sekian banyak kursus yang pernah diikuti oleh Cika baru panjat tebing yang bikin betah. "Awalnya sih takut mengikutkan Cika untuk panjat dinding tapi saat melihat begitu safety, ya biasa saja," ujar Asep.
Menurut Mamay S Salim konsultan Eiger Club yang juga salah satu tokoh pemanjat tebing, disediakannya arena panjat dinding untuk memperkuat promosi brand merek Eiger yang identik dengan petualangan. Saat ini ada 80 orang yang tercatat sebagai member Eager Club di mana 25 orang diantaranya adalah anak-anak.
Member tidak hanya berasal dari pemula tapi ada juga dari komunitas baik komunitas panjat dinding dan komunitas-komunitas lainnya.
Setiap orang yang akan kursus, ujar Mamay akan dimasukkan sesuai dengan kelas-kelas dalam pertandingan. Dari mulai untuk kelas umur dari 7 tahun-19 tahun dan kelas umum dari 20-23 tahun. Menurut Kang Mamay, di Eiger ada juga member yang usianya baru tujuh tahun.
Menurut Mamay, biarpun terlihat sebagai olahraga ekstrem, panjat dinding memiliki pengaruh positif untuk anak-anak. Pertama yaitu melatih keberanian anak. "Kalau sejak kecil mereka berani memanjat tinggi-tinggi akan mengasah keberanian mereka," tutur Mamay.
Selain itu, ujar Mamay, olahraga ini membantu melatih daya ingat anak. Karena anak belajar untuk mengingat setiap pegangan yang harus dicengkeram dan kunci-kunci yang digunakan. "Dengan begitu melatih memori anak," tutur Mamay.
Ada dua area panjat dinding yang ada di Eiger, indoor dan outdoor. Untuk yang indoor ketinggiannya hanya empat meter sedangkan outdoor mencapai 15 meter. Namun menurut Mamay kedua area ini yang membedakan hanya ketinggian, fungsi selebihnya sama yaitu bisa digunakan untuk tiga kelas panjat dinding yaitu kelas kecepatan, kesulitan dan jalur pendek.
"Cuma kalau hujan yang di dalam bisa digunakan," tuturnya.
Diakui Mamay, Eiger Club mempersiapkan anggota membernya untuk jadi atlet. Eiger Club akan mengirimkan membernya untuk mengikuti berbagai pertandingan sampai akhirnya mereka bisa mencapai kompetisi berskala nasional.
"Nanti akan disalurkan. Awalnya diikutkan di tingkat Kota Bandung. Jika menang ditarik ke tim Jabar sampai akhirnya bisa ikut di ajang PON," ujar Mamay yang sudah berkiprah di dunia panjat tebing sejak tahun 80-an ini. Menurut Mamay Eiger Club juga kerap mengadakan kompetisi panjat dinding untuk SD dan SMP.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




