Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 10/03/2010 09:33 WIB
Bandung Blues Society
Dekatkan Musik Blues ke Anak Muda -
Selasa, 09/03/2010 09:43 WIB
Angklung Toel
Tak Perlu Digoyang, Cukup Disentuh -
Sabtu, 06/03/2010 16:32 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Bunga Antorium untuk Gubernur -
Sabtu, 06/03/2010 15:46 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Adu Harga di Gedung Bekas Pengadilan -
Sabtu, 06/03/2010 14:33 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Suara Lantang di Antara Lukisan -
Sabtu, 06/03/2010 12:14 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Kala Lukisan Jadi Sarana Bantu Saudara
Indeks Berita
Selasa, 12/05/2009 06:54 WIB
World Lupus Day
Pesona Kupu-kupu Untuk Para Odapus
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Kupu-kupu, pesonanya menjadi tema dasar suguhan para seniman dalam Morning Light, Sabtu (9/5/2009). Menjadi simbol keindahan dari para Odapus (orang dengan penyakit lupus) atas perjuangan mereka untuk mempertahankan hidup.
Morning Light yang digelar di Taman Budaya Dago Tea House tersebut diselenggarakan Syamsi Dhuha Foundation untuk memperingti World Lupus Day. Satu persembahan dari para maestro-maestro seni untuk para odapus.
Sutradara pertunjukan Morning Light Aat Suratin memaparkan lupus dalam bahasa latinnya berarti anjing hutan. Nama itu diberikan untuk menggambarkan betapa bahayanya penyakit lupus ini. Namun para odapus menjadikan kupu-kupu sebagai symbol.
Penggambaran bahwa mereka adalah kupu-kupu yang bisa memberikan banyak manfaat untuk orang banyak. Kupu-kupu bagi para odapus memiliki makna tersendiri. Secara fisik, di wajah para odapus ada gurat-gurat lingkaran menyerupai kupu-kupu.
Maka akhirnya serangkaian acara dengan kupu-kupu sebagai sentral dihadirkan. Bukan sebuah drama musical tapi potongan-potongan karya yang garis merahnya adalah kupu-kupu.
Dari mulai pembukaan lagu klasik ‘kukupu’ yang dipersembahkan grup ethnic kontemporer Sambasunda lalu disusul dengan berbagai fragmen-fragmen dari para maestro.
Sesi tari dimulai denga keindahan tari legong kupu, tari klasik dari Bali yang disuguhkan oleh trio penari yaitu Bulan Tresna Ayu Jelantik, Miranda Risang Ayu dan Laksmi. Disusul tari kupu-kupu dari tanah Sunda persembahan Pusat Bina Tari asuhan Irawati Urban.
Dilanjutkan tari rawayan dari Jugala dan ditutup tarian tak bernama dari Irawati Urban. Tarian yang menggambarkan metamorfosis kupu-kupu dari mulai larva sampai mengepakan sayap.
Sambasunda kembali hadir di sesi karawitan dengan dua lagu andalannya ‘Tengah Peting’ dan Panon Hideung. Kekuatan dan pesona vocal Nirta Tila cukup membuat penonton yang hadir terbius. Disusul ahli mamaos Euis Komariah turut melantunkan kawih ditemani petikan kecapi Rina Oesman dan sang suami Andy.
Selanjutnya sesi nyanyian yang dipersembahkan oleh Ferry Curtis dengan iringan arranger Hendra P, violis Mayla Fayza, ditutup dengan petikan gitar dari Iwan Abdurrahman (Abah Iwan). Lagu-lagu tersebut terangkum dalam CD kompilasi Care for Lupus yang diluncurkan malam itu juga.(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
World Lupus Day
Pesona Kupu-kupu Untuk Para Odapus
Ema Nur Arifah - detikBandung
Morning Light yang digelar di Taman Budaya Dago Tea House tersebut diselenggarakan Syamsi Dhuha Foundation untuk memperingti World Lupus Day. Satu persembahan dari para maestro-maestro seni untuk para odapus.
Sutradara pertunjukan Morning Light Aat Suratin memaparkan lupus dalam bahasa latinnya berarti anjing hutan. Nama itu diberikan untuk menggambarkan betapa bahayanya penyakit lupus ini. Namun para odapus menjadikan kupu-kupu sebagai symbol.
Penggambaran bahwa mereka adalah kupu-kupu yang bisa memberikan banyak manfaat untuk orang banyak. Kupu-kupu bagi para odapus memiliki makna tersendiri. Secara fisik, di wajah para odapus ada gurat-gurat lingkaran menyerupai kupu-kupu.
Maka akhirnya serangkaian acara dengan kupu-kupu sebagai sentral dihadirkan. Bukan sebuah drama musical tapi potongan-potongan karya yang garis merahnya adalah kupu-kupu.
Dari mulai pembukaan lagu klasik ‘kukupu’ yang dipersembahkan grup ethnic kontemporer Sambasunda lalu disusul dengan berbagai fragmen-fragmen dari para maestro.
Sesi tari dimulai denga keindahan tari legong kupu, tari klasik dari Bali yang disuguhkan oleh trio penari yaitu Bulan Tresna Ayu Jelantik, Miranda Risang Ayu dan Laksmi. Disusul tari kupu-kupu dari tanah Sunda persembahan Pusat Bina Tari asuhan Irawati Urban.
Dilanjutkan tari rawayan dari Jugala dan ditutup tarian tak bernama dari Irawati Urban. Tarian yang menggambarkan metamorfosis kupu-kupu dari mulai larva sampai mengepakan sayap.
Sambasunda kembali hadir di sesi karawitan dengan dua lagu andalannya ‘Tengah Peting’ dan Panon Hideung. Kekuatan dan pesona vocal Nirta Tila cukup membuat penonton yang hadir terbius. Disusul ahli mamaos Euis Komariah turut melantunkan kawih ditemani petikan kecapi Rina Oesman dan sang suami Andy.
Selanjutnya sesi nyanyian yang dipersembahkan oleh Ferry Curtis dengan iringan arranger Hendra P, violis Mayla Fayza, ditutup dengan petikan gitar dari Iwan Abdurrahman (Abah Iwan). Lagu-lagu tersebut terangkum dalam CD kompilasi Care for Lupus yang diluncurkan malam itu juga.(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




