Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 11/11/2009 08:59 WIB
Galeri Kita dalam Bangunan Tahun 1935 -
Rabu, 29/07/2009 12:58 WIB
Sanggar Luhur Peninggalan Sudjana Kerton Akan Dijual -
Rabu, 29/07/2009 11:35 WIB
Sanggar Luhur, Museum Peninggalan Sudjana Kerton -
Rabu, 29/07/2009 09:51 WIB
Warna-warni Ilustrasi Jerman -
Kamis, 18/06/2009 11:48 WIB
Museum Mainan Anak Era 80'an
Habiskan Rp 100 Juta untuk Tambah Koleksi -
Kamis, 18/06/2009 10:56 WIB
Bernostalgia di Museum Mainan Anak Era 80'an
Indeks Berita
Kamis, 23/04/2009 09:37 WIB
Museum KAA Berbagi Ide dengan Komunitas
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Kegiatan peringatan ulang tahun KAA kali ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tanpa gebyar pawai tapi lebih meluas pada acara-acara spesifik tentang Bandung yang tersebar dalam seminggu peringatan KAA dari 18-24 April mendatang.
Dari mana ide-ide tersebut datang? Semua tidak terlepas dari peran komunitas. Museum KAA melibatkan beberapa komunitas antara lain Badung Heritage, Komunitas Aleut, Kelompok Cekungan Bandung dan lain-lain.
"Ide-ide tersebut datang dari hasil obrolan santai Jumat sore," ujar Kepala Museum KAA Isman Pasha. Dalam beberapa bulan terakhir, Isman dengan beberapa komunitas kerap berdiskusi di Jumat Sore tentang apa yang bisa dilakukan untuk Musem KAA. Sampai akhirnya terlontarkan ide-ide untuk mengisi peringatan KAA ke-54.
"Saya mempersilahkan pada komunitas kalau punya ide untuk diajukan," ucap Isman. Pihaknya ingin mensinergikan kepentingan masyarakat dengan Museum KAA.
Menurut Isman, peringatan KAA perlu dirayakan bersama. Masyarakat harus merasa memiliki Museum KAA sebagai bagian dari mereka. Maka museum pun mengambil alih pengelolaan even tahunan peringatan KAA dengan bekerja sama dengan berbagai komunitas.
Peran komunitas di Bandung dinilai Isman luar biasa. Bandung sebagai kota kreatif memiliki potensi besar dengan komunitasnya. Namun pemerintah kota kurang memberikan fasilitas terhadap komunitas. Maka museum sebagai sarana publik ingin memanfaatkan komunitas untuk sama-sama memberdayakan museum.
Bisa dibilang peringatan KAA ke-54 ini upaya gotong royong museum dengan komunitas. Dengan budget minimal, museum bisa menyelenggarakan acara sampai 7 hari penuh.
"Kami hanya menyediakan bridding budget buat dan menyediakan fasilitas yang diperlukan. Selebihnya komunitas yang mengatur," ucap Isman.
Dengan acara-acar yang disuguhkan oleh komunitas, Isman berharap bias lebih emndekatkan masyarakat dengan museum. Karena untuk meraih masyarakat tidak melulu dengan tema-tema 'berat' seputar politik luar negeri.
Dalam peringatan KAA ke depan, ujar Isman, kemungkinan museum akan menerapkan pola yang sama yaitu melibatkan komunitas. Isman berharap akan lebih banyak komunitas yang mau terlibat. 'Pesta dibuat oleh kita untuk kita,' ujarnya.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Museum KAA Berbagi Ide dengan Komunitas
Ema Nur Arifah - detikBandung

Dari mana ide-ide tersebut datang? Semua tidak terlepas dari peran komunitas. Museum KAA melibatkan beberapa komunitas antara lain Badung Heritage, Komunitas Aleut, Kelompok Cekungan Bandung dan lain-lain.
"Ide-ide tersebut datang dari hasil obrolan santai Jumat sore," ujar Kepala Museum KAA Isman Pasha. Dalam beberapa bulan terakhir, Isman dengan beberapa komunitas kerap berdiskusi di Jumat Sore tentang apa yang bisa dilakukan untuk Musem KAA. Sampai akhirnya terlontarkan ide-ide untuk mengisi peringatan KAA ke-54.
"Saya mempersilahkan pada komunitas kalau punya ide untuk diajukan," ucap Isman. Pihaknya ingin mensinergikan kepentingan masyarakat dengan Museum KAA.
Menurut Isman, peringatan KAA perlu dirayakan bersama. Masyarakat harus merasa memiliki Museum KAA sebagai bagian dari mereka. Maka museum pun mengambil alih pengelolaan even tahunan peringatan KAA dengan bekerja sama dengan berbagai komunitas.
Peran komunitas di Bandung dinilai Isman luar biasa. Bandung sebagai kota kreatif memiliki potensi besar dengan komunitasnya. Namun pemerintah kota kurang memberikan fasilitas terhadap komunitas. Maka museum sebagai sarana publik ingin memanfaatkan komunitas untuk sama-sama memberdayakan museum.
Bisa dibilang peringatan KAA ke-54 ini upaya gotong royong museum dengan komunitas. Dengan budget minimal, museum bisa menyelenggarakan acara sampai 7 hari penuh.
"Kami hanya menyediakan bridding budget buat dan menyediakan fasilitas yang diperlukan. Selebihnya komunitas yang mengatur," ucap Isman.
Dengan acara-acar yang disuguhkan oleh komunitas, Isman berharap bias lebih emndekatkan masyarakat dengan museum. Karena untuk meraih masyarakat tidak melulu dengan tema-tema 'berat' seputar politik luar negeri.
Dalam peringatan KAA ke depan, ujar Isman, kemungkinan museum akan menerapkan pola yang sama yaitu melibatkan komunitas. Isman berharap akan lebih banyak komunitas yang mau terlibat. 'Pesta dibuat oleh kita untuk kita,' ujarnya.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




