Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Rabu, 06/04/2011 12:40 WIB
Crown All Star
Jualan Keripik Cheerleader untuk Ongkos ke Singapura -
Rabu, 06/04/2011 10:45 WIB
Crown All Star
Jadi Cheerleaders Mesti Kuat Fisik dan Sehat -
Rabu, 06/04/2011 09:27 WIB
Crown All Star
Angkat Cheerleaders Bandung ke Kancah Internasional -
Rabu, 06/04/2011 09:02 WIB
Crown All Star, Pionir Klub Cheerleaders di Bandung -
Rabu, 09/02/2011 10:29 WIB
Belajar Muay Thai 6 Bulan, Bisa Terbang ke Thailand -
Rabu, 09/02/2011 08:33 WIB
Muay Thai, Olahraga Masa Kini untuk Kaum Hawa
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Jumat, 03/04/2009 11:55 WIB
Fitness Tak Hanya untuk Bugar, Tapi Sudah Jadi Gaya Hidup
Ema Nur Arifah - detikBandung
Bandung -
Sore itu, Intan (21), mahasiswi Universitas Widyatama ini tampak bersemangat memacu kakinya di treadmill. Keringat turun dari dahi membasahi kaos oblongnya yang berwarna hijau kecoklatan. Begitu selesai treadmill, dibantu seorang instruktur Intan pun melakukan gerakan pendinginan.
"Segar," ucap dara yang baru duduk di semester empat ini. Baru dua bulan Intan menjadi anggota Rebel Gym, di Jalan Prabudimuntur yang tepat di bawah jembatan Cikapayang.
Intan sengaja memilih waktu sore hari karena di saat itulah dia memiliki waktu luang. Intensitas perkuliahan yang makin padat diakui Intan menjadi salah satu alasan dia memilih olahraga fitness.
"Semester empat kuliah mulai padat-padatnya. Butuh tubuh yang bugar biar nggak gampang capek. Lagian saya gampang sakit," ujarnya.
Secara teratur, tiga kali dalam seminggu Intan datang ke Rebel Gym. Meski baru dua bulan Intan mengaku sudah merasakan manfaat fitness yang dia jalani. Tubuhnya menjadi lebih bugar dan lebih kebal dari penyakit.
Lain lagi dengan Ebi (23). Mahasiswa Itenas berambut gondrong ini memiliki tujuan lain memilih olahraga fitness. "Saya targetnya pengen six pack," ujar Ebi yang sudah bergabung di Rebel Gym sejak delapan bulan lalu.
Selain itu, Ebi ingin menurunkan bobot tubuhnya. Upaya itu diakui Ebi berhasil. Dari sebelum masuk bobot tubuhnya 80 kilogram kini turun menjadi 70 kilogram.
Beragam alasan melatarbelakangi setiap orang yang datang ke fitness centre. Selain untuk kesehatan atau melangsingkan badan, seperti dikatakan Krisna Murti Dwipayana (41), pemilik Rebel Gym mungkin juga karena gaya hidup.
Hal itu diungkapkan Krisna melihat adanya pergeseran pengunjung di fitness centre miliknya. Jika sebelumnya pengunjung Rebel Gym didominasi oleh kaum pekerja, kini 99 persen anggotanya adalah mahasiswa. "Mulai dari lifestyle lalu jadi kebutuhan," ujar Krisna.
Fitness, menurutnya adalah olahraga yang simple. Tanpa harus ribet, siapapun tinggal datang ke fitness centre dan menggunakan beragam fasilitas yang sudah disediakan.
Pada dasarnya fitness adalah membentuk otot dengan latihan beban. Alat-alat yang digunakan untuk latihan beban macamnya banyak sekali. Tapi semua latihan diklasifikasikan ke dalam 4 sub kategori angkat beban yaitu untuk memperkuat otot dada, otot punggung plus pinggang, otot kaki dan otot bahu dan tangan.
Kekuatan otot tersebut tidak serta merta hanya untuk binaragawan, tapi setiap atlet pun membutuhkan power untuk mendapatkan hasil yang optimal. Misalnya pemain basket yang memerlukan kekuatan untuk mendribble bola.
Bisa dibilang, imbuh Krisna, fitness itu bapaknya olahraga sedangkan lari ibunya olahraga. "Lari berpengaruh pada stamina sedangkan fitness kepada power," ucapnya.
Keduanya saling menunjang sehingga Rebel Gym juga menyediakan ruangan kardiovaskular khusus untuk meningkatkan stamina dan ruang latihan beban.
Untuk menjadi member di Rebel Gym setiap bulannya membayar Rp 150 ribu tanpa batasan waktu. Sedangkan satu kali kedatangan membayar Rp 25 ribu termasuk dengan fasilitas yang sama yaitu mandi air hangat dan sauna. Waktu latihan pun bisa disesuaikan karena Rebel Gym buka sampai pukul 24.00 WIB. Olahraga yuk!
(ema/ern)
Fitness Tak Hanya untuk Bugar, Tapi Sudah Jadi Gaya Hidup
Ema Nur Arifah - detikBandung
"Segar," ucap dara yang baru duduk di semester empat ini. Baru dua bulan Intan menjadi anggota Rebel Gym, di Jalan Prabudimuntur yang tepat di bawah jembatan Cikapayang.
Intan sengaja memilih waktu sore hari karena di saat itulah dia memiliki waktu luang. Intensitas perkuliahan yang makin padat diakui Intan menjadi salah satu alasan dia memilih olahraga fitness.
"Semester empat kuliah mulai padat-padatnya. Butuh tubuh yang bugar biar nggak gampang capek. Lagian saya gampang sakit," ujarnya.
Secara teratur, tiga kali dalam seminggu Intan datang ke Rebel Gym. Meski baru dua bulan Intan mengaku sudah merasakan manfaat fitness yang dia jalani. Tubuhnya menjadi lebih bugar dan lebih kebal dari penyakit.
Lain lagi dengan Ebi (23). Mahasiswa Itenas berambut gondrong ini memiliki tujuan lain memilih olahraga fitness. "Saya targetnya pengen six pack," ujar Ebi yang sudah bergabung di Rebel Gym sejak delapan bulan lalu.
Selain itu, Ebi ingin menurunkan bobot tubuhnya. Upaya itu diakui Ebi berhasil. Dari sebelum masuk bobot tubuhnya 80 kilogram kini turun menjadi 70 kilogram.
Beragam alasan melatarbelakangi setiap orang yang datang ke fitness centre. Selain untuk kesehatan atau melangsingkan badan, seperti dikatakan Krisna Murti Dwipayana (41), pemilik Rebel Gym mungkin juga karena gaya hidup.
Hal itu diungkapkan Krisna melihat adanya pergeseran pengunjung di fitness centre miliknya. Jika sebelumnya pengunjung Rebel Gym didominasi oleh kaum pekerja, kini 99 persen anggotanya adalah mahasiswa. "Mulai dari lifestyle lalu jadi kebutuhan," ujar Krisna.
Fitness, menurutnya adalah olahraga yang simple. Tanpa harus ribet, siapapun tinggal datang ke fitness centre dan menggunakan beragam fasilitas yang sudah disediakan.
Pada dasarnya fitness adalah membentuk otot dengan latihan beban. Alat-alat yang digunakan untuk latihan beban macamnya banyak sekali. Tapi semua latihan diklasifikasikan ke dalam 4 sub kategori angkat beban yaitu untuk memperkuat otot dada, otot punggung plus pinggang, otot kaki dan otot bahu dan tangan.
Kekuatan otot tersebut tidak serta merta hanya untuk binaragawan, tapi setiap atlet pun membutuhkan power untuk mendapatkan hasil yang optimal. Misalnya pemain basket yang memerlukan kekuatan untuk mendribble bola.
Bisa dibilang, imbuh Krisna, fitness itu bapaknya olahraga sedangkan lari ibunya olahraga. "Lari berpengaruh pada stamina sedangkan fitness kepada power," ucapnya.
Keduanya saling menunjang sehingga Rebel Gym juga menyediakan ruangan kardiovaskular khusus untuk meningkatkan stamina dan ruang latihan beban.
Untuk menjadi member di Rebel Gym setiap bulannya membayar Rp 150 ribu tanpa batasan waktu. Sedangkan satu kali kedatangan membayar Rp 25 ribu termasuk dengan fasilitas yang sama yaitu mandi air hangat dan sauna. Waktu latihan pun bisa disesuaikan karena Rebel Gym buka sampai pukul 24.00 WIB. Olahraga yuk!
(ema/ern)


Sending your message