Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Selasa, 20/10/2009 08:39 WIB
Serba Entog di Da Raos -
Selasa, 15/09/2009 08:50 WIB
Kriuk-kriuk Dendeng Bakar Mang Eye -
Selasa, 23/06/2009 10:53 WIB
Citarasa Steak Asli Lasem -
Selasa, 31/03/2009 08:57 WIB
Olah Steak dari Rempah Negeri Sendiri -
Rabu, 04/03/2009 09:22 WIB
Gelitik Cabai Sumatera di Sop Buntut Balado
Indeks Berita
Selasa, 31/03/2009 08:39 WIB
Road Cafe
Rasa Steak Hotel Berbintang di Kaki Lima
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Ternyata tidak mudah untuk menyuguhkan sesuatu yang baru di masyarakat. Kesabaran diperlukan, sampai akhirnya usaha itu membuahkan hasil. Seperti halnya Road Cafe, cafe tenda yang menyuguhkan menu utama steak ini awalnya sulit diterima di masyarakat. Citra steak sebagai makanan mahal berkelas membuat pengunjung enggan untuk mampir.
Tapi itu pada awalnya. Seperti diceritakan Mochamad Ade Tejakusuma (37) atau Ade yang membagun Road Cafe dari pinggiran Jalan Supratman pada tahun 1993. Namanya disesuaikan dengan lokasi tenda yaitu Supratman Steak.
"Ingin menjadikan makanan bintang lima ke kaki lima," ujar Ade. Saat berjualan di Jalan Supratman, Ade harus mendorong roda dari mulai pukul 16.00 WIB dan kembali pulang pukul 06.00 pagi.
Saat itu steak masih jarang dijual secara umum. Ade mengatakan sukar meraup pasar sebab steak masih dianggap asing.
"Saat itu pelanggan kami cuma satu seroang dosen di NHI dan sampai sekarang juga jadi tetap jadi pelanggan," ungkapnya. Selama kurang lebih tiga bulan penjualan sepi. Barulah setelah itu satu per satu pelanggan mulai bertambah.
Hanya beberapa bulan Ade bertahan di Jalan Supratman. Saat terjadi penertiban PKL di Jalan Supratman, Ade pindah mendirikan warung tenda di Jalan Cilaki, di depan Taman Cibeunying. Warung tenda tersebut awalnya bernana Laaya atau Sagala Aya (semua ada.red) lalu diganti menjadi Road Cafe. Road Cafe sendiri adalah pelesetan dari Cafe roda, karena dulu Ade berjualan dengan mendorong roda.
"Diganti jadi Road Cafe. Gagayaanlah (bergaya-red)," canda pria kelahiran Banten ini.
Nama Road Cafe ternyata menjadi hoki. Nama itu melambungkan tenda kaki lima milik Ade yang terkenal dengan pamornya sebagai steak enak yang murah. Tahun 1996 adalah masa emas Ade dengan Road Cafenya.
Ade pun membuka beberapa cabang Road Cafe. Sebelumnya pernah di Jalan Sulanjana tapi sudah tidak ada lalu pindah ke Road Cafe di Cilaki bawah No 41 pada awal tahun 2000. Tidak lagi warung tenda, tapi memiliki tempat yang lebih luas dan nyaman untuk bersantap. Walaupun Ade tetap mempertahankan Road Cafe yang ada di depan Taman Cibeunying.
Dua tahun lalu, cabang Road Cafe juga dibuka di Jalan Cigadung. Pegawai Ade saat itu berjumlah 35 orang. Tapi karena lokasinya yang kurang strategis, penjualan di kawasan tersebut kurang baik, untuk sementara Ade menutup cabang di Cigadung. Jumlah pegawainya pun menurun menjadi 27 orang.
Kini setiap hari, terutama beranjak senja, Road Cafe selalu kedatangan pengunjung. Pamornya sebagai kafe murah dan enak masih terus bertahan. Sudahkah anda
bertandang?
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.(rks/rks)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Road Cafe
Rasa Steak Hotel Berbintang di Kaki Lima
Ema Nur Arifah - detikBandung
Video Terkait
Foto Terkait
Tapi itu pada awalnya. Seperti diceritakan Mochamad Ade Tejakusuma (37) atau Ade yang membagun Road Cafe dari pinggiran Jalan Supratman pada tahun 1993. Namanya disesuaikan dengan lokasi tenda yaitu Supratman Steak.
"Ingin menjadikan makanan bintang lima ke kaki lima," ujar Ade. Saat berjualan di Jalan Supratman, Ade harus mendorong roda dari mulai pukul 16.00 WIB dan kembali pulang pukul 06.00 pagi.
Saat itu steak masih jarang dijual secara umum. Ade mengatakan sukar meraup pasar sebab steak masih dianggap asing.
"Saat itu pelanggan kami cuma satu seroang dosen di NHI dan sampai sekarang juga jadi tetap jadi pelanggan," ungkapnya. Selama kurang lebih tiga bulan penjualan sepi. Barulah setelah itu satu per satu pelanggan mulai bertambah.
Hanya beberapa bulan Ade bertahan di Jalan Supratman. Saat terjadi penertiban PKL di Jalan Supratman, Ade pindah mendirikan warung tenda di Jalan Cilaki, di depan Taman Cibeunying. Warung tenda tersebut awalnya bernana Laaya atau Sagala Aya (semua ada.red) lalu diganti menjadi Road Cafe. Road Cafe sendiri adalah pelesetan dari Cafe roda, karena dulu Ade berjualan dengan mendorong roda.
"Diganti jadi Road Cafe. Gagayaanlah (bergaya-red)," canda pria kelahiran Banten ini.
Nama Road Cafe ternyata menjadi hoki. Nama itu melambungkan tenda kaki lima milik Ade yang terkenal dengan pamornya sebagai steak enak yang murah. Tahun 1996 adalah masa emas Ade dengan Road Cafenya.
Ade pun membuka beberapa cabang Road Cafe. Sebelumnya pernah di Jalan Sulanjana tapi sudah tidak ada lalu pindah ke Road Cafe di Cilaki bawah No 41 pada awal tahun 2000. Tidak lagi warung tenda, tapi memiliki tempat yang lebih luas dan nyaman untuk bersantap. Walaupun Ade tetap mempertahankan Road Cafe yang ada di depan Taman Cibeunying.
Dua tahun lalu, cabang Road Cafe juga dibuka di Jalan Cigadung. Pegawai Ade saat itu berjumlah 35 orang. Tapi karena lokasinya yang kurang strategis, penjualan di kawasan tersebut kurang baik, untuk sementara Ade menutup cabang di Cigadung. Jumlah pegawainya pun menurun menjadi 27 orang.
Kini setiap hari, terutama beranjak senja, Road Cafe selalu kedatangan pengunjung. Pamornya sebagai kafe murah dan enak masih terus bertahan. Sudahkah anda
bertandang?
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.(rks/rks)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)




