Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 17:54 WIB
Pengembalian Rp 5 Miliar Jadi Pertimbangan Pengalihan Tahanan -
Rabu, 16/05/2012 17:36 WIB
Grup Pecinta Lagu dan PSM Unpad Gelar Konser Kolaborasi -
Rabu, 16/05/2012 17:21 WIB
Sidang KIP Jabar, Setda dan Disdik Divonis 'Bersalah' -
Rabu, 16/05/2012 16:22 WIB
Rumah Renovasi Ambruk di Pasirkoja, 2 Pekerja Nyaris Tertimbun -
Rabu, 16/05/2012 16:09 WIB
Hakim Tipikor Alihkan Status Tahanan Lima Terdakwa Bansos -
Rabu, 16/05/2012 16:00 WIB
100 Vendor Pernikahan Hadir di Pusdai
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Sabtu, 28/03/2009 13:07 WIB
Warga Perumahan Elite Setrasari Diserang Ulat Bulu
Tya Eka Yulianti - detikBandung
Bandung -
Warga perumahan elite, Komplek Setrasari, tepatnya di Jalan Setrasari Kulon Raya diserang ulat bulu sejak Kamis (26/3/2009). Ulat menyerang halaman, teras, dinding rumah hingga kamar. Bahkan keset berwarna cokelat pun menjadi hitam karena tertutup ulat.
Angi (35), pemilik rumah di Jalan Setrasari Kulon Raya No 26 B, mengatakan ulat-ulat itu sudah muncul sejak Kamis. "Saya pikir itu ulat biasa, tapi lama kelamaan kok jadi banyak," ujarnya ditemui di kediamannya, Sabtu (28/3/2009).
Menurutnya ulat-ulat itu merayap di dinding rumah, halaman rumah, bahkan juga masuk kamar tidur. "Yang paling banyak hari Jumat. Keset di depan rumah saya yang warna cokelat berubah warna jadi hitam. Pas diteliti ternyata ulat semua," ujarnya sambil bergidik.
Pantauan detikbandung, ulat-ulat itu saat ini masih ada yang menempel di dinding rumah Angi. Warnanya hitam dengan bulu yang jarang. Panjangnya sekitar 3 cm.
"Awalnya anak saya senang, karena dia suka sekali dengan binatang. Tapi lama kelamaan jadi ngeri juga. Sudah saya sapu, tapi tetap ada. Bahkan saya mengumpulkannya. Banyaknya sampai satu toples," tuturnya.
Akhirnya Angi pun membeli pestisida dan menyemprotkannya. Namun meski tak sebanyak seperti hari Jumat, ulat-ulat itu saat ini masih ada.
Menurut Angi tak hanya rumahnya yang terkena serangan ulat, ada lima rumah lainnya yang juga diserang. Rahman (20), tetangga Angi, juga mengeluhkan hal yang sama.
Rahman mengaku tak melakukan apa-apa untuk membasmi ulat yang menyerang rumah yang dia ditempati. "Saya hanya sapu-sapu saja," katanya. Saat ini, dinding luar rumah Rahman masih banyak ulat yang menempel.
(ern/ern)
Warga Perumahan Elite Setrasari Diserang Ulat Bulu
Tya Eka Yulianti - detikBandung
Angi (35), pemilik rumah di Jalan Setrasari Kulon Raya No 26 B, mengatakan ulat-ulat itu sudah muncul sejak Kamis. "Saya pikir itu ulat biasa, tapi lama kelamaan kok jadi banyak," ujarnya ditemui di kediamannya, Sabtu (28/3/2009).
Menurutnya ulat-ulat itu merayap di dinding rumah, halaman rumah, bahkan juga masuk kamar tidur. "Yang paling banyak hari Jumat. Keset di depan rumah saya yang warna cokelat berubah warna jadi hitam. Pas diteliti ternyata ulat semua," ujarnya sambil bergidik.
Pantauan detikbandung, ulat-ulat itu saat ini masih ada yang menempel di dinding rumah Angi. Warnanya hitam dengan bulu yang jarang. Panjangnya sekitar 3 cm.
"Awalnya anak saya senang, karena dia suka sekali dengan binatang. Tapi lama kelamaan jadi ngeri juga. Sudah saya sapu, tapi tetap ada. Bahkan saya mengumpulkannya. Banyaknya sampai satu toples," tuturnya.
Akhirnya Angi pun membeli pestisida dan menyemprotkannya. Namun meski tak sebanyak seperti hari Jumat, ulat-ulat itu saat ini masih ada.
Menurut Angi tak hanya rumahnya yang terkena serangan ulat, ada lima rumah lainnya yang juga diserang. Rahman (20), tetangga Angi, juga mengeluhkan hal yang sama.
Rahman mengaku tak melakukan apa-apa untuk membasmi ulat yang menyerang rumah yang dia ditempati. "Saya hanya sapu-sapu saja," katanya. Saat ini, dinding luar rumah Rahman masih banyak ulat yang menempel.
(ern/ern)


Sending your message
