Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 17:54 WIB
Pengembalian Rp 5 Miliar Jadi Pertimbangan Pengalihan Tahanan -
Rabu, 16/05/2012 17:36 WIB
Grup Pecinta Lagu dan PSM Unpad Gelar Konser Kolaborasi -
Rabu, 16/05/2012 17:21 WIB
Sidang KIP Jabar, Setda dan Disdik Divonis 'Bersalah' -
Rabu, 16/05/2012 16:22 WIB
Rumah Renovasi Ambruk di Pasirkoja, 2 Pekerja Nyaris Tertimbun -
Rabu, 16/05/2012 16:09 WIB
Hakim Tipikor Alihkan Status Tahanan Lima Terdakwa Bansos -
Rabu, 16/05/2012 16:00 WIB
100 Vendor Pernikahan Hadir di Pusdai
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Senin, 16/03/2009 17:04 WIB
Telkom Wajibkan Karyawannya Main Facebook
Andrian Fauzi - detikBandung
Bandung -
Di saat banyak perusahaan yang melarang karyawannya bermain facebook, Telkom Bandung justru mewajibkan karyawannya memiliki account facebook dan ngeblog.
Corporate Secretary Kandatel Bandung Irwan Sobrian kepada detikbandung, Senin (16/3/2009), mengaku aturan tersebut sudah terapkan sejak sebulan lalu. Bukan tanpa sebab aturan itu diterapkan. Dengan alasan produk knowledge, aturan tersebut diterapkan.
"Berdasarkan instruksi dari pimpinan Telkom Bandung, sejak sebulan lalu seluruh karyawan Telkom Bandung diwajibkan memiliki account facebook dan blog," ujar Irwan saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Lembong No 11, Bandung.
Saat ini, tambah Irwan, ada 520 karyawan Telkom Bandung dan sudah 80 persennya memiliki facebook serta aktif menggunakannya. Sebelumnya, seperti perusahaan yang lain yang menganggap facebook sebagai ancaman, sehingga Kantor Telkom Bandung juga sempat memblokir facebook. Tapi blokir tersebut kembali dibuka setelah adanya instruksi untuk facebook-an dan ngeblog bagi karyawan Telkom Bandung.
"Awalnya memang diblok oleh admin kami, tapi akhirnya dilepas karena kita melihat manfaatnya. Dengan facebook kita bisa berkomunikasi dengan siapa pun di mana pun," papar Irwan.
Manfaat facebook juga diakui oleh salah seorang Officer II Public Relation Datel Bandung Herry Isnaeni. Semenjak dirinya aktif bermain facebook, dirinya bisa mendapatkan informasi dan teman lebih banyak.
"Yang saya rasakan lebih banyak manfaatnya daripada negatifnya. Saya malah bertemu dengan teman lama dan dapat menjalin silaturahmi dengan banyak orang," kata pria yang akrab dipanggil Abah oleh rekan-rekannya.
Irwan menambahkan, pada dasarnya aturan tersebut dilakukan untuk lebih memasarkann produk Telkom yakni Speedy. Saat ini jumlah pelanggan Speedy di Bandung telah mencapai 37.439 per Februari 2009.
"Telkom memiliki kebijakan agar karyawannya ikut memasarkan produk Telkom di lingkungan sekitarnya. Nah, ibarat kita mau jualan ya kita harus tahu ada produknya. Kita mau jualan Speedy, karena facebook dan blog sedang tren saat ini maka kita minimal harus tahu apa itu facebook dan blog," terang Irwan.
Namun, imbuhnya, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan kepada karyawannya. Jika ternyata produktifitas karyawannya merosot karena asik bermain facebook, akan ada aturan lain. "Kita juga melakukan pengawasan. Jika ternyata malah asik facebook daripada kerja, tentu akan ada aturan lain.
Bahkan bisa saja instruksi main facebook dan ngeblog akan dicabut. Tapi sampai saat ini tidak ada satupun karyawan yang menurun produktifitasnya, karena mereka main facebook saat jam istirahat dan pulang kantor," pungkas pria yang selalu tampil rapi itu menutup obrolan.(afz/ern)
Telkom Wajibkan Karyawannya Main Facebook
Andrian Fauzi - detikBandung
Corporate Secretary Kandatel Bandung Irwan Sobrian kepada detikbandung, Senin (16/3/2009), mengaku aturan tersebut sudah terapkan sejak sebulan lalu. Bukan tanpa sebab aturan itu diterapkan. Dengan alasan produk knowledge, aturan tersebut diterapkan.
"Berdasarkan instruksi dari pimpinan Telkom Bandung, sejak sebulan lalu seluruh karyawan Telkom Bandung diwajibkan memiliki account facebook dan blog," ujar Irwan saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Lembong No 11, Bandung.
Saat ini, tambah Irwan, ada 520 karyawan Telkom Bandung dan sudah 80 persennya memiliki facebook serta aktif menggunakannya. Sebelumnya, seperti perusahaan yang lain yang menganggap facebook sebagai ancaman, sehingga Kantor Telkom Bandung juga sempat memblokir facebook. Tapi blokir tersebut kembali dibuka setelah adanya instruksi untuk facebook-an dan ngeblog bagi karyawan Telkom Bandung.
"Awalnya memang diblok oleh admin kami, tapi akhirnya dilepas karena kita melihat manfaatnya. Dengan facebook kita bisa berkomunikasi dengan siapa pun di mana pun," papar Irwan.
Manfaat facebook juga diakui oleh salah seorang Officer II Public Relation Datel Bandung Herry Isnaeni. Semenjak dirinya aktif bermain facebook, dirinya bisa mendapatkan informasi dan teman lebih banyak.
"Yang saya rasakan lebih banyak manfaatnya daripada negatifnya. Saya malah bertemu dengan teman lama dan dapat menjalin silaturahmi dengan banyak orang," kata pria yang akrab dipanggil Abah oleh rekan-rekannya.
Irwan menambahkan, pada dasarnya aturan tersebut dilakukan untuk lebih memasarkann produk Telkom yakni Speedy. Saat ini jumlah pelanggan Speedy di Bandung telah mencapai 37.439 per Februari 2009.
"Telkom memiliki kebijakan agar karyawannya ikut memasarkan produk Telkom di lingkungan sekitarnya. Nah, ibarat kita mau jualan ya kita harus tahu ada produknya. Kita mau jualan Speedy, karena facebook dan blog sedang tren saat ini maka kita minimal harus tahu apa itu facebook dan blog," terang Irwan.
Namun, imbuhnya, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan kepada karyawannya. Jika ternyata produktifitas karyawannya merosot karena asik bermain facebook, akan ada aturan lain. "Kita juga melakukan pengawasan. Jika ternyata malah asik facebook daripada kerja, tentu akan ada aturan lain.
Bahkan bisa saja instruksi main facebook dan ngeblog akan dicabut. Tapi sampai saat ini tidak ada satupun karyawan yang menurun produktifitasnya, karena mereka main facebook saat jam istirahat dan pulang kantor," pungkas pria yang selalu tampil rapi itu menutup obrolan.(afz/ern)


Sending your message
