Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Selasa, 20/10/2009 08:39 WIB
Serba Entog di Da Raos -
Selasa, 15/09/2009 08:50 WIB
Kriuk-kriuk Dendeng Bakar Mang Eye -
Selasa, 23/06/2009 10:53 WIB
Citarasa Steak Asli Lasem -
Selasa, 31/03/2009 08:57 WIB
Olah Steak dari Rempah Negeri Sendiri -
Selasa, 31/03/2009 08:39 WIB
Road Cafe
Rasa Steak Hotel Berbintang di Kaki Lima
Indeks Berita
Rabu, 04/03/2009 09:22 WIB
Gelitik Cabai Sumatera di Sop Buntut Balado
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Kelezatan menu sop buntut kini hampir bisa ditemukan di banyak tempat makan. Menjadi menu populer yang seringkali juga jadi andalan untuk menggaet lidah. Bagaimana jika sop buntut diolah dengan cara yang berbeda. Misalnya potongan-potongan buntut khas sapi Australia yang digoreng, bergumul dengan balado yang diracik dari cabai Sumatera.
Sop buntut balado, rasa baru sop buntut yang ditawarkan hotel Novotel Bandung di Jalan Cihampelas. Rasa pedas cabainya diungkapkan Chef Yanto Firdho memang asli dari Sumatera. Meski bentuk cabai-cabai keriting Sumatera lebih kecil tapi rasa pedasnya lebih menggigit juga menggelitik.
Daging buntut yang dipilih sengaja diambil dari Australia. Menurut Chef Yanto, daging sapi Australia memiliki serat yang lebih halus. Saking halusnya bahkan bisa disamakan dengan kelembutan serat daging ayam. Lembutnya serat juga memudahkan dalam proses perebusan buntut.
"Kalau buntut lokal karena seratnya lebih kasar, untuk sampai empuk direbus selama empat jam. Sedangkan daging sapi Australia hanya butuh waktu dua jam," ucap Yanto.
Buntut pun direbus dalam air yang kaya rempah. Bertabur bawang putih goreng, irisan bunga pala dan kayu manis. Setelah potongan buntut matang lalu ditiriskan. Jika akan disajikan direbus lagi sebentar lalu ditiriskan dan digoreng sampai daging buntut agak kaku.
Setelah itu goreng buntut bersama balado. Masak selama tiga menit biarkan bumbu balado meresap ke dalam buntut. Buntut goreng berlumur balado disajikan dengan taburan paprika warna-warni dengan bergarnis cabai merah. Disajikan dengan sop dari kaldu rebusan buntut yang berisi potongan-potongan kentang, wortel dan pelengkap lainnya.
Pedasnya pas. Gelitik cabai Sumatera tidak terlalu membuat lidah panas. Dipadukan dengan rasa rempah yang cukup menonjol dari setiap suapan sop. Begitu tasty.
Untuk menambah tasty, santap balado yang tradisional masyarakat Padang ini dengan minuman Sunda bandrek khas Novotel. Di sini bandrek tidak disajikan hangat atau panas tapi dingin. Serbuk jahe instant dicampur jahe tumbuk lalu diracik dengan fresh santan, fresh milk dan kayu manis. Disajikan dengan whipping cream dengan taburan coklat dan sentuhan kayu manis. Segar sekaligus hangat di saat bersamaan.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Gelitik Cabai Sumatera di Sop Buntut Balado
Ema Nur Arifah - detikBandung
Video Terkait
Sop buntut balado, rasa baru sop buntut yang ditawarkan hotel Novotel Bandung di Jalan Cihampelas. Rasa pedas cabainya diungkapkan Chef Yanto Firdho memang asli dari Sumatera. Meski bentuk cabai-cabai keriting Sumatera lebih kecil tapi rasa pedasnya lebih menggigit juga menggelitik.
Daging buntut yang dipilih sengaja diambil dari Australia. Menurut Chef Yanto, daging sapi Australia memiliki serat yang lebih halus. Saking halusnya bahkan bisa disamakan dengan kelembutan serat daging ayam. Lembutnya serat juga memudahkan dalam proses perebusan buntut.
"Kalau buntut lokal karena seratnya lebih kasar, untuk sampai empuk direbus selama empat jam. Sedangkan daging sapi Australia hanya butuh waktu dua jam," ucap Yanto.
Buntut pun direbus dalam air yang kaya rempah. Bertabur bawang putih goreng, irisan bunga pala dan kayu manis. Setelah potongan buntut matang lalu ditiriskan. Jika akan disajikan direbus lagi sebentar lalu ditiriskan dan digoreng sampai daging buntut agak kaku.
Setelah itu goreng buntut bersama balado. Masak selama tiga menit biarkan bumbu balado meresap ke dalam buntut. Buntut goreng berlumur balado disajikan dengan taburan paprika warna-warni dengan bergarnis cabai merah. Disajikan dengan sop dari kaldu rebusan buntut yang berisi potongan-potongan kentang, wortel dan pelengkap lainnya.
Pedasnya pas. Gelitik cabai Sumatera tidak terlalu membuat lidah panas. Dipadukan dengan rasa rempah yang cukup menonjol dari setiap suapan sop. Begitu tasty.
Untuk menambah tasty, santap balado yang tradisional masyarakat Padang ini dengan minuman Sunda bandrek khas Novotel. Di sini bandrek tidak disajikan hangat atau panas tapi dingin. Serbuk jahe instant dicampur jahe tumbuk lalu diracik dengan fresh santan, fresh milk dan kayu manis. Disajikan dengan whipping cream dengan taburan coklat dan sentuhan kayu manis. Segar sekaligus hangat di saat bersamaan.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




