Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 17:54 WIB
Pengembalian Rp 5 Miliar Jadi Pertimbangan Pengalihan Tahanan -
Rabu, 16/05/2012 17:36 WIB
Grup Pecinta Lagu dan PSM Unpad Gelar Konser Kolaborasi -
Rabu, 16/05/2012 17:21 WIB
Sidang KIP Jabar, Setda dan Disdik Divonis 'Bersalah' -
Rabu, 16/05/2012 16:22 WIB
Rumah Renovasi Ambruk di Pasirkoja, 2 Pekerja Nyaris Tertimbun -
Rabu, 16/05/2012 16:09 WIB
Hakim Tipikor Alihkan Status Tahanan Lima Terdakwa Bansos -
Rabu, 16/05/2012 16:00 WIB
100 Vendor Pernikahan Hadir di Pusdai
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Kamis, 26/02/2009 18:16 WIB
Puluhan Unggas di Bandung Positif Flu Burung
Agus Rakasiwi - detikBandung
Bandung -
Dinas Pertanian Bandung telah membakar 66 ayam kampung dan empat burung milik warga di kawasan kampung Jati Handap dan Ciseupan. Pembakaran ini terkait ditemukannya virus flu burung pada ayam-ayam tersebut. Ayam-ayam yang dimusnahkan merupakan ayam peliharaan warga.
Di Kampung Jati Handap, Mandalajati Bandung, petugas menerima laporan adanya 22 ekor ayam mati mendadak. Saat dilakukan tes di lokasi, ayam-ayam yang tersisa dinyatakan positif mengidap flu burung. Setelah itu, petugas langsung membakar sisa ayam yang ada di lokasi sebanyak 26 ekor ayam dan empat ekor burung. Ayam-ayam tersebut diambil dari tiga warga, salah satunya milik Ali Sofyan.
Hal yang sama terjadi di Kampung Ciseupan, Pasir Jati, Bandung. Di lokasi ini, petugas mendapat laporan ada 5 ekor ayam mati mendadak. Petugas lalu melakukan tes cepat pada tiga ekor ayam dan menemukan virus mematikan itu pada tubuh ayam.
Setelah itu, petugas lalu memusnahkan 30 ekor ayam yang tersisa di lokasi tersebut. Ayam-ayam yang dimusnahkan semuanya milik warga bernama Kahim. Setelah pembakaran, petugas lalu melakukan penyemprotan disinfektan di dua lokasi.
"Kejadiannya sejak minggu lalu, tapi kami baru dapat laporan pada hari Rabu (25/2/2009)," ujar Elise Meike, Petugas Parsipatory Disease Surveillance and Response (PPDR) Dinas Pertanian Kota Bandung, saat dihubungi detikbandung, Kamis (26/2/2009).
Menurut Elise, kematian ayam secara mendadak sering terjadi di kedua lokasi. Namun, warga tidak segera melaporkan hal tersebut kepada petugas dinas pertanian. Elise mengakui bahwa di lokasi tersebut, pengetahuan warga tentang penanganan dan pencegahan virus flu burung masih minim.
"Kami akan melakukan penyemprotan dan melakukan sosialisasi lagi," kata Elise.
Saat ditanya tentang reaksi warga yang ayam-ayamnya mati, Elise mengatakan warga tidak keberatan dengan aksi pembakaran tersebut.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.(rks/ern)
Puluhan Unggas di Bandung Positif Flu Burung
Agus Rakasiwi - detikBandung
Di Kampung Jati Handap, Mandalajati Bandung, petugas menerima laporan adanya 22 ekor ayam mati mendadak. Saat dilakukan tes di lokasi, ayam-ayam yang tersisa dinyatakan positif mengidap flu burung. Setelah itu, petugas langsung membakar sisa ayam yang ada di lokasi sebanyak 26 ekor ayam dan empat ekor burung. Ayam-ayam tersebut diambil dari tiga warga, salah satunya milik Ali Sofyan.
Hal yang sama terjadi di Kampung Ciseupan, Pasir Jati, Bandung. Di lokasi ini, petugas mendapat laporan ada 5 ekor ayam mati mendadak. Petugas lalu melakukan tes cepat pada tiga ekor ayam dan menemukan virus mematikan itu pada tubuh ayam.
Setelah itu, petugas lalu memusnahkan 30 ekor ayam yang tersisa di lokasi tersebut. Ayam-ayam yang dimusnahkan semuanya milik warga bernama Kahim. Setelah pembakaran, petugas lalu melakukan penyemprotan disinfektan di dua lokasi.
"Kejadiannya sejak minggu lalu, tapi kami baru dapat laporan pada hari Rabu (25/2/2009)," ujar Elise Meike, Petugas Parsipatory Disease Surveillance and Response (PPDR) Dinas Pertanian Kota Bandung, saat dihubungi detikbandung, Kamis (26/2/2009).
Menurut Elise, kematian ayam secara mendadak sering terjadi di kedua lokasi. Namun, warga tidak segera melaporkan hal tersebut kepada petugas dinas pertanian. Elise mengakui bahwa di lokasi tersebut, pengetahuan warga tentang penanganan dan pencegahan virus flu burung masih minim.
"Kami akan melakukan penyemprotan dan melakukan sosialisasi lagi," kata Elise.
Saat ditanya tentang reaksi warga yang ayam-ayamnya mati, Elise mengatakan warga tidak keberatan dengan aksi pembakaran tersebut.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.(rks/ern)


Sending your message