Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Kamis, 25/02/2010 11:39 WIB
Tahu Mongol
Tahu Isi Keju Disukai Anak-anak -
Kamis, 25/02/2010 11:05 WIB
Tahu Mongol
Sukses dari Setengah Kilogram Kedelai -
Kamis, 25/02/2010 09:32 WIB
Tahu Mongol, Kriuk di Luar Lembut di Dalam -
Kamis, 04/02/2010 11:33 WIB
Martabak Sarang Semut
Beda Rasa Beda Tepung -
Kamis, 04/02/2010 10:45 WIB
Burger di Atas Sarang Semut -
Selasa, 01/12/2009 08:51 WIB
Mengintai Segarnya Rujak Malaysia
Indeks Berita
Sabtu, 21/02/2009 09:52 WIB
Empat Rasa Seru Jagung Bakar Dago
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Di tengah guyuran hujan Yuliana (20) warga Jakarta yang sedang jalan-jalan ke Bandung ini berjejal di tenda kecil Jagung 4 Rasa di depan KFC Jalan Ir Juanda (Dago). Yuli, begitu dia disapa, mengatakan baru kali ini datang untuk mencicipi bagaimana rasanya jagung bakar 4 rasa Bandung yang popular itu.
“Saya tahu dari teman dan baru kali ini mau coba,” tutur Yuli yang lagi kerepotan mengkoordinir pesanan beberapa temannya. Mereka memesan bermacam-macam. Jagung empat rasa, jagung tiga rasa, diiris maupun tidak diiris tanpa keju atau dengan keju.
Ikah Atikah (45) pemilik tempat ini pun tampak dengan sigap menyiapkan menu yang dipesan. Dengan ramah Ikah akan melayani setiap pembeli. Dibantu oleh salah seorang pegawainya untuk membakar jagung, Ikah mengoleskan bumbu-bumbu empat rasa yang jadi andalan.
Aan Dahlan (52) suami Ikah yang memiliki ide untuk menyajikan jagung dalam empat rasa ini. Pria yang pernah berprofesi sebagai guru bimbingan belajar ini mengaku merintis usaha warung jagung bakar sudah sangat lama. Dia memulai dari tahun 1987. Berarti usia warung jagung 4 rasa ini sudah menginjak 21 tahun.
Awalnya bukan di Jalan Dago. Aan membuka di Jalan Pasirkaliki. Tapi karena keuntungan di Pasirkaliki kurang Aan pun pindah ke Jalan Dago. Dari sinilah usaha jagung bakar Aan terus melejit. Selain saat itu masih langka penjual jagung, sejak awal Aan sudah menyuguhkan menu jagung bakar yang lain daripada yang lain yaitu dengan berbagai macam rasa yang bisa disatukan dalam satu menu jagung.
“Awalnya coba-coba saja membuat kreasi-kreasi baru,” tutur Aan. Menggunakan bahan baku sederhana seperti saos Aan meracik bumbu jagung bakar dengan dicampurkan bahan-bahan untuk perasa manis seperti gula aren, rasa asin dengan garam, pedas dengan cabe dan asem dari cuka.
Campuran bahan-bahan ini ternyata menghasilkan rasa yang istimewa. Maka dalam waktu singkat jagung bakar 4 rasa ala Aan langsung laris manis. Apalagi dijual di Jalan Dago yang sejak dulunya identik sebagai tempat nongkrongnya anak muda.
Tapi tak harus empat rasa karena di sini menawarkan berbagai pilihan sesuai selera. Bisa hanya rasa manis, rasa asin, rasa asem, rasa pedasnya saja, gabungan dua rasa, tiga rasa sampai empat rasa.
Jagung yang digunakan tentu saj jagung manis. Jagung manis mentah dibakar terlebih dahulu sampai matang. Setelah itu baru dilumuri bumbu-bumbu di seluruh badan jagung. Jagung dibakar kembali sampai bumbu-bumbu tadi melekat dan tidak lengket. Jika ingin lebih praktis pembeli bisa memilih jagungnya untuk diiris atau dibiarkan utuh pun rasanya tetap akan sama.
Ikah menuturkan sedikit sejarah awalnya ada menu jagung iris yang agak unik. "Dulu ada nenek-nenek yang mau beli jagung tapi dia minta diiris agar memudahkan dia untuk makan," tutur Ikah.
Menu jagung lain yang istimewa dari Aan yaitu corn pie. Corn pie terdiri dari irisan jagung yang dicampur bumbu empat rasa lalu dicampur keju, diaduk dan dibungkus dengan kulit lumpia lalu digoreng. Ehm… pasti belum pernah mencoba kan? Corn pie cukup murah harganya Rp 3.500. Sedangkan jagung empat rasa Rp 4.500. Jika ditambah keju harganya Rp 6.500.
Kios jagung sederhana milik Aan mulai dibuka setiap sore pukul 17.00 WIB sampai tengah malam. Kalau malam Minggu warung ini lebih ramai dari malam-malam biasanya. Nongkrong sambil makan jagung rasa campur-campur, siapa yang tak mau.
Mari berbagi pengalaman dan cerita kuliner Kota Bandung di Forumbandung.(ema/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Empat Rasa Seru Jagung Bakar Dago
Ema Nur Arifah - detikBandung
“Saya tahu dari teman dan baru kali ini mau coba,” tutur Yuli yang lagi kerepotan mengkoordinir pesanan beberapa temannya. Mereka memesan bermacam-macam. Jagung empat rasa, jagung tiga rasa, diiris maupun tidak diiris tanpa keju atau dengan keju.
Ikah Atikah (45) pemilik tempat ini pun tampak dengan sigap menyiapkan menu yang dipesan. Dengan ramah Ikah akan melayani setiap pembeli. Dibantu oleh salah seorang pegawainya untuk membakar jagung, Ikah mengoleskan bumbu-bumbu empat rasa yang jadi andalan.
Aan Dahlan (52) suami Ikah yang memiliki ide untuk menyajikan jagung dalam empat rasa ini. Pria yang pernah berprofesi sebagai guru bimbingan belajar ini mengaku merintis usaha warung jagung bakar sudah sangat lama. Dia memulai dari tahun 1987. Berarti usia warung jagung 4 rasa ini sudah menginjak 21 tahun.
Awalnya bukan di Jalan Dago. Aan membuka di Jalan Pasirkaliki. Tapi karena keuntungan di Pasirkaliki kurang Aan pun pindah ke Jalan Dago. Dari sinilah usaha jagung bakar Aan terus melejit. Selain saat itu masih langka penjual jagung, sejak awal Aan sudah menyuguhkan menu jagung bakar yang lain daripada yang lain yaitu dengan berbagai macam rasa yang bisa disatukan dalam satu menu jagung.
“Awalnya coba-coba saja membuat kreasi-kreasi baru,” tutur Aan. Menggunakan bahan baku sederhana seperti saos Aan meracik bumbu jagung bakar dengan dicampurkan bahan-bahan untuk perasa manis seperti gula aren, rasa asin dengan garam, pedas dengan cabe dan asem dari cuka.
Campuran bahan-bahan ini ternyata menghasilkan rasa yang istimewa. Maka dalam waktu singkat jagung bakar 4 rasa ala Aan langsung laris manis. Apalagi dijual di Jalan Dago yang sejak dulunya identik sebagai tempat nongkrongnya anak muda.
Tapi tak harus empat rasa karena di sini menawarkan berbagai pilihan sesuai selera. Bisa hanya rasa manis, rasa asin, rasa asem, rasa pedasnya saja, gabungan dua rasa, tiga rasa sampai empat rasa.
Jagung yang digunakan tentu saj jagung manis. Jagung manis mentah dibakar terlebih dahulu sampai matang. Setelah itu baru dilumuri bumbu-bumbu di seluruh badan jagung. Jagung dibakar kembali sampai bumbu-bumbu tadi melekat dan tidak lengket. Jika ingin lebih praktis pembeli bisa memilih jagungnya untuk diiris atau dibiarkan utuh pun rasanya tetap akan sama.
Ikah menuturkan sedikit sejarah awalnya ada menu jagung iris yang agak unik. "Dulu ada nenek-nenek yang mau beli jagung tapi dia minta diiris agar memudahkan dia untuk makan," tutur Ikah.
Menu jagung lain yang istimewa dari Aan yaitu corn pie. Corn pie terdiri dari irisan jagung yang dicampur bumbu empat rasa lalu dicampur keju, diaduk dan dibungkus dengan kulit lumpia lalu digoreng. Ehm… pasti belum pernah mencoba kan? Corn pie cukup murah harganya Rp 3.500. Sedangkan jagung empat rasa Rp 4.500. Jika ditambah keju harganya Rp 6.500.
Kios jagung sederhana milik Aan mulai dibuka setiap sore pukul 17.00 WIB sampai tengah malam. Kalau malam Minggu warung ini lebih ramai dari malam-malam biasanya. Nongkrong sambil makan jagung rasa campur-campur, siapa yang tak mau.
Mari berbagi pengalaman dan cerita kuliner Kota Bandung di Forumbandung.(ema/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk



