Berita Lain

Indeks Berita

Rabu, 11/02/2009 08:37 WIB
Deden Sambas: Bersurat di Tengah Gempuran Teknologi Komunikasi
Rivki - detikBandung



Bandung - Di tengah gempuran teknologi komunikasi yang kian deras dan perkembangan surat elektronik seperti e-mail, SMS, dan sebagainya membuat sejumlah bis surat atau yang biasa kita sebut dengan kotak surat harus dicabut. Namun, di tengah itu semua masih ada yang peduli dengan teknologi konvensional komunikasi dengan misi untuk menyelamatkan budaya berkirim surat.

Dia adalah adalah Deden Sambas, seorang seniman mail art yang memulai debutnya pada tahun 2008. "Seni mail art mempunyai keunikan tersendiri, karena setiap media mempunyai perjalanan panjang seperti sebuah kehidupan," ujar Deden.

Mail Art adalah sebuah kesenian dimana setiap benda harus mempunyai perjalanan yang panjang, "Mail art itu sebuah seni yang orisinil. Karena tidak semua mail art dapat dikirim dengan bentuk sempurna," jelas Sambas saat ditemui di pameran International Mail Art & art Exhibition of Indonesia di Sanggar Olah Seni, kawasan Babakan Siliwangi, belum lama ini.

"Contohnya bila dalam suatu perjalanan mail art mengalami kehujanan, maka kemungkinan besar mail art tersebut bisa robek, luntur, dan lain-lain," sambungnya lagi.

Pria yang lahir pada 15 Juni 1963 ini pernah beberapa kali mengikuti pameran mail art di berbagai negara seperti pameran di Amerika (2008), dan Italia (2008). Menurut Deden seni mail art di Indonesia merupakan wujud prihatin terhadap masalah sosial seperti lingkungan, politik, kebudayaan dan lain-lain.

"Mail Art selalu mendukung semua kegiatan sosial. Mail art tidak pernah merespon kegiatan-kegiatan komersil," ungkap Deden.  Lanjut lagi Deden menjelaskan, esensi mail art adalah setiap seniman mempunyai keintiman. Karena mail tersebut bersifat pribadi.

Walaupun mail art belum terkenal di masyarakat luas, Deden berharap agar suatu saat kegiatannya bisa didukung oleh pemerintah. "Mail art juga mempunyai tujuan untuk mempromosikan kota Bandung, kalau kita berbicara tentang bandung marilah kita bicarakan bersama-sama," kata Sambas yang mengaku pernah mengirim surat tiga kali ke Pemerintah Bandung terkait permasalahan kota namun tidak mendapat respon satu pun dari pemerintah.

(ahy/ahy)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Foto Lain


Baca juga :