Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 03/02/2010 11:11 WIB
Dari Kampung Boneka Terbang ke Jepang -
Jumat, 29/01/2010 14:07 WIB
Pesawat Mungil itu Diracik oleh Tangan Kekar -
Selasa, 26/01/2010 09:52 WIB
Penjaga Makam Bupati
Hidup dan Tinggal di Makam -
Selasa, 26/01/2010 09:24 WIB
Menjaga Makam Bupati di Sisa Usia -
Jumat, 08/01/2010 12:02 WIB
Juara Hapalan Hadis se-ASEAN
Hapal 2.500 Hadis, Lupa Nomor Telepon Sendiri -
Jumat, 08/01/2010 09:31 WIB
Hapal 2.500 Hadist
Eko Juarai Lomba Hapalan Hadist se-ASEAN
Indeks Berita
Rabu, 11/02/2009 08:37 WIB
Deden Sambas: Bersurat di Tengah Gempuran Teknologi Komunikasi
Rivki - detikBandung

Bandung -
Di tengah gempuran teknologi komunikasi yang kian deras dan perkembangan surat elektronik seperti e-mail, SMS, dan sebagainya membuat sejumlah bis surat atau yang biasa kita sebut dengan kotak surat harus dicabut. Namun, di tengah itu semua masih ada yang peduli dengan teknologi konvensional komunikasi dengan misi untuk menyelamatkan budaya berkirim surat.
Dia adalah adalah Deden Sambas, seorang seniman mail art yang memulai debutnya pada tahun 2008. "Seni mail art mempunyai keunikan tersendiri, karena setiap media mempunyai perjalanan panjang seperti sebuah kehidupan," ujar Deden.
Mail Art adalah sebuah kesenian dimana setiap benda harus mempunyai perjalanan yang panjang, "Mail art itu sebuah seni yang orisinil. Karena tidak semua mail art dapat dikirim dengan bentuk sempurna," jelas Sambas saat ditemui di pameran International Mail Art & art Exhibition of Indonesia di Sanggar Olah Seni, kawasan Babakan Siliwangi, belum lama ini.
"Contohnya bila dalam suatu perjalanan mail art mengalami kehujanan, maka kemungkinan besar mail art tersebut bisa robek, luntur, dan lain-lain," sambungnya lagi.
Pria yang lahir pada 15 Juni 1963 ini pernah beberapa kali mengikuti pameran mail art di berbagai negara seperti pameran di Amerika (2008), dan Italia (2008). Menurut Deden seni mail art di Indonesia merupakan wujud prihatin terhadap masalah sosial seperti lingkungan, politik, kebudayaan dan lain-lain.
"Mail Art selalu mendukung semua kegiatan sosial. Mail art tidak pernah merespon kegiatan-kegiatan komersil," ungkap Deden. Lanjut lagi Deden menjelaskan, esensi mail art adalah setiap seniman mempunyai keintiman. Karena mail tersebut bersifat pribadi.
Walaupun mail art belum terkenal di masyarakat luas, Deden berharap agar suatu saat kegiatannya bisa didukung oleh pemerintah. "Mail art juga mempunyai tujuan untuk mempromosikan kota Bandung, kalau kita berbicara tentang bandung marilah kita bicarakan bersama-sama," kata Sambas yang mengaku pernah mengirim surat tiga kali ke Pemerintah Bandung terkait permasalahan kota namun tidak mendapat respon satu pun dari pemerintah.
(ahy/ahy)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Deden Sambas: Bersurat di Tengah Gempuran Teknologi Komunikasi
Rivki - detikBandung
Dia adalah adalah Deden Sambas, seorang seniman mail art yang memulai debutnya pada tahun 2008. "Seni mail art mempunyai keunikan tersendiri, karena setiap media mempunyai perjalanan panjang seperti sebuah kehidupan," ujar Deden.
Mail Art adalah sebuah kesenian dimana setiap benda harus mempunyai perjalanan yang panjang, "Mail art itu sebuah seni yang orisinil. Karena tidak semua mail art dapat dikirim dengan bentuk sempurna," jelas Sambas saat ditemui di pameran International Mail Art & art Exhibition of Indonesia di Sanggar Olah Seni, kawasan Babakan Siliwangi, belum lama ini.
"Contohnya bila dalam suatu perjalanan mail art mengalami kehujanan, maka kemungkinan besar mail art tersebut bisa robek, luntur, dan lain-lain," sambungnya lagi.
Pria yang lahir pada 15 Juni 1963 ini pernah beberapa kali mengikuti pameran mail art di berbagai negara seperti pameran di Amerika (2008), dan Italia (2008). Menurut Deden seni mail art di Indonesia merupakan wujud prihatin terhadap masalah sosial seperti lingkungan, politik, kebudayaan dan lain-lain.
"Mail Art selalu mendukung semua kegiatan sosial. Mail art tidak pernah merespon kegiatan-kegiatan komersil," ungkap Deden. Lanjut lagi Deden menjelaskan, esensi mail art adalah setiap seniman mempunyai keintiman. Karena mail tersebut bersifat pribadi.
Walaupun mail art belum terkenal di masyarakat luas, Deden berharap agar suatu saat kegiatannya bisa didukung oleh pemerintah. "Mail art juga mempunyai tujuan untuk mempromosikan kota Bandung, kalau kita berbicara tentang bandung marilah kita bicarakan bersama-sama," kata Sambas yang mengaku pernah mengirim surat tiga kali ke Pemerintah Bandung terkait permasalahan kota namun tidak mendapat respon satu pun dari pemerintah.
(ahy/ahy)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk


