Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 17:54 WIB
Pengembalian Rp 5 Miliar Jadi Pertimbangan Pengalihan Tahanan -
Rabu, 16/05/2012 17:36 WIB
Grup Pecinta Lagu dan PSM Unpad Gelar Konser Kolaborasi -
Rabu, 16/05/2012 17:21 WIB
Sidang KIP Jabar, Setda dan Disdik Divonis 'Bersalah' -
Rabu, 16/05/2012 16:22 WIB
Rumah Renovasi Ambruk di Pasirkoja, 2 Pekerja Nyaris Tertimbun -
Rabu, 16/05/2012 16:09 WIB
Hakim Tipikor Alihkan Status Tahanan Lima Terdakwa Bansos -
Rabu, 16/05/2012 16:00 WIB
100 Vendor Pernikahan Hadir di Pusdai
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Selasa, 10/02/2009 17:00 WIB
Mahasiswa ITB Tewas Saat Ospek
'ITB Terlalu Ngurusi Hal Lain Sampai Korbankan Mahasiswa'
Salomo Sihombing - detikBandung
Bandung -
Keputusan ITB membekukan kegiatan Ikatan Mahasiswa Geodesi (IMG), memberhentikan Kepala Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika ITB Wedyanto Kuntjoro, serta meniadakan penerimaan mahasiswa geodesi tahun depan dinilai berlebihan.
Hal ini disampaikan alumni Geodesi dan Geomatika di ITB Arwin Lubis yang juga merupakan Ketua IMG tahun 1986. Menurut Arwin, keputusan ITB telah mengorbankan mahasiswa juga dunia pendidikan.
"Itu suatu keputusan yang yang tidak berdasar. Apa hubungannya dengan berhentinya proses pendidikan? Kenapa kita korbankan kelangsungan pendidikan?" sesal Arwin saat dihubungi detikbandung, Selasa (10/2/2009).
"Sekarang kita berbicara seperti pabrik. Kalau kita mau tata ulang, apakah kita harus berhentikan produksinya? Kalau begitu, semua akan berkarat. Rusak. Maksudnya menata, malah makin kacau," lanjutnya.
Arwin yang juga menjadi sebagai salah seorang konseptor kurikulum ospek IMG paska NKKBKK (Normalisasi Kehidupan Kampus Badan Koordinasi Kampus) pada 1978, menilai ITB terlalu sibuk dengan hal lain sampai melupakan tanggung jawabnya untuk mendidik.
"Berita belakangan ini kan ITB sibuk-sibuk dengan rencananya memberikan gelar honoris causa untuk SBY, tetapi kemudian tidak diterima. Padahal kegiatan IMG seperti ini yang sangat butuh perhatian, malah mahasiswanya dihukum," ketus Arwin.
Ditambahkan Arwin, sejak 1979 ITB selalu menyebut kegiatan mahasiswa seperti yang dilakukan IMG adalah ilegal. Namun kenyataannya kegiatan mahasiswa terus berlangsung. "Pak Widyanto justru harus mendapat apresiasi tinggi, karena dia mengerti kebutuhan mahasiswa. Harusnya ITB melihat kepentingan kegiatan tersebut. Ini malah sudah melepas tanggung jawab, menghukum orang lagi," tambahnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(lom/lom)
Mahasiswa ITB Tewas Saat Ospek
'ITB Terlalu Ngurusi Hal Lain Sampai Korbankan Mahasiswa'
Salomo Sihombing - detikBandung
Foto Terkait
Hal ini disampaikan alumni Geodesi dan Geomatika di ITB Arwin Lubis yang juga merupakan Ketua IMG tahun 1986. Menurut Arwin, keputusan ITB telah mengorbankan mahasiswa juga dunia pendidikan.
"Itu suatu keputusan yang yang tidak berdasar. Apa hubungannya dengan berhentinya proses pendidikan? Kenapa kita korbankan kelangsungan pendidikan?" sesal Arwin saat dihubungi detikbandung, Selasa (10/2/2009).
"Sekarang kita berbicara seperti pabrik. Kalau kita mau tata ulang, apakah kita harus berhentikan produksinya? Kalau begitu, semua akan berkarat. Rusak. Maksudnya menata, malah makin kacau," lanjutnya.
Arwin yang juga menjadi sebagai salah seorang konseptor kurikulum ospek IMG paska NKKBKK (Normalisasi Kehidupan Kampus Badan Koordinasi Kampus) pada 1978, menilai ITB terlalu sibuk dengan hal lain sampai melupakan tanggung jawabnya untuk mendidik.
"Berita belakangan ini kan ITB sibuk-sibuk dengan rencananya memberikan gelar honoris causa untuk SBY, tetapi kemudian tidak diterima. Padahal kegiatan IMG seperti ini yang sangat butuh perhatian, malah mahasiswanya dihukum," ketus Arwin.
Ditambahkan Arwin, sejak 1979 ITB selalu menyebut kegiatan mahasiswa seperti yang dilakukan IMG adalah ilegal. Namun kenyataannya kegiatan mahasiswa terus berlangsung. "Pak Widyanto justru harus mendapat apresiasi tinggi, karena dia mengerti kebutuhan mahasiswa. Harusnya ITB melihat kepentingan kegiatan tersebut. Ini malah sudah melepas tanggung jawab, menghukum orang lagi," tambahnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(lom/lom)


Sending your message
