Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 10/03/2010 09:33 WIB
Bandung Blues Society
Dekatkan Musik Blues ke Anak Muda -
Selasa, 09/03/2010 09:43 WIB
Angklung Toel
Tak Perlu Digoyang, Cukup Disentuh -
Sabtu, 06/03/2010 16:32 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Bunga Antorium untuk Gubernur -
Sabtu, 06/03/2010 15:46 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Adu Harga di Gedung Bekas Pengadilan -
Sabtu, 06/03/2010 14:33 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Suara Lantang di Antara Lukisan -
Sabtu, 06/03/2010 12:14 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Kala Lukisan Jadi Sarana Bantu Saudara
Indeks Berita
Selasa, 10/02/2009 11:17 WIB
Benjang Antara Seni, Ritual dan Olahraga
Ema Nur Arifah - detikBandung
-1.jpg)
Bandung -
Benjang, meski ada yang mengatakan kalau olahraga tradisional ini mirip dengan olahraga gulat tapi para pelaku benjang menolaknya. Benjang tak sekedar olahraga. Berbaur di dalamnya seni dan ritual budaya.
Berkembang di Ujung Berung, wilayah Bandung Timur, benjang diambil dari kata 'silih benyeng' (saling tarik) dan 'genjang' (banting). Ada juga yang mengartikan benjang 'silih benyeng antar bujang' (saling tarik antar pemuda), karena pelaku benjang sampai saat ini hanya kaum lelaki.
"Benjang memang berawal dari gegelutan pada jaman dulu," ujar peneliti benjang, Andang Segara (45).
Andang memaparkan ada tiga bagian benjang yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain karena masih dalam satu rangkaian. Di mana, dalam tiga bagian tersebut secara berurutan memperlihatkan benjang dari sisi seni, ritual dan olahraga.
Bagian pertama, adalah Benjang Helaran. Benjang Helaran lebih menekankan pada unsur seni karena diiringi dengan keindahan musik melalui tetabuhan. Misalnya diiringi kendang, terompet, kecrek, bedug dan terbangan yang terdiri dari kemprang, kempring, kempul dan gambrung. Terbangan itu adalah alat musik sejenis rebana. Maka tak salah jika benjang juga turut dilestarikan oleh masyarakat santri-santri di pesantren Ujung Berung.
Yang paling khas dari helaran adalah arak-arakan. Biasanya helaran ini digunakan untuk acara sunatan. Benjang Helaran berfungsi sebagai media informasi untuk menyampaikan pada masyarakat kalau nanti malam akan digelar olahraga benjang.
Benjang Helaran saat ini, menurut Andang sudah dimofidifikasi. Para seniman benjang mengadopsi budaya-budaya daerah lain agar Benjang Helaran menjadi lebih meriah dan menarik. Arak-arakan ini biasanya dilakukan dari pukul 07.00-12.00 WIB.
"Namun sebelum arak-arakan dilakukan, biasanya suka ada tetabuhan rebana untuk memberikan keberanian pada anak yang akan disunat," tutur Ketua Paguyuban Benjang Jawa Barat ini.
Rangkaian kedua adalah Benjang Topeng. Benjang Topeng digelar selama dua jam, mulai dari setelah isya sampai sekitar pukul 21.00 WIB.
Benjang Topeng ini, diawali dengan menggunakan topeng manusia seperti topeng putri atau raja. Setelah itu menggunakan topeng binatang seperti singa, kera, kuda dan lain-lain.
Saat menggunakan topeng binatang, di sinilah mulai terjadi ritual yang bersentuhan dengan magis. Di mana pemain benjang yang sedang memakai topeng akan kemasukan roh sesuai dengan topeng yang dipakai.
"Kalau pakai topeng singa maka akan bertindak seperti singa. Dia memakan apapun. Kalau pakai topeng monyet dia akan memanjat pohon kelapa dan mengambil buah kelapa," ungkap Andang mencontohkan.
Pagelaran topeng benjang dipimpin oleh seorang malim atau ahli ritual roh. Pertunjukan ini berfungsi sebagai ucapan selamat datang kepada para tamu.
Selepas Benjang Topeng, puncaknya adalah benjang sebagai olahraga. Sebelum melakukan pertandingan, para pemain melakukan tarian-tarian terlebih dahulu seperti golempangan, panon beureum, atau badud.
Benjang sendiri memang hampir mirip dengan olahraga gulat. Namun ada aturan main yang beda dengan gulat, jika ingin menang jangan sampai keluar dari lingkaran permainan.
Selain itu, pemain dinyatakan menang jika menjatuhkan lawan sampai telentang. Dalam pertunjukan benjang ini juga diiringi dengan musik tradisional. Satu permainan terdiri dari tiga ronde. Satu rondenya berdurasi 2 menit.
Tapi jika ingin menghemat biaya. Banyak juga yang meminta rangkaian benjang ini disatukan dalam satu waktu.
Andang menuturkan, saat ini ada 90-an perguruan benjang di Jawa Barat. Di mana 53 diantaranya ada di Bandung.
Jika masyarakat ingin melihat bagaimana langsung pertunjukan benjang mungkin harus menunggu momen-momen tertentu misalnya HUT RI, 17 Agustus dan gelaran Festival Ujung Berung yang dilakukan di bulan September setiap tahunnya.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Benjang Antara Seni, Ritual dan Olahraga
Ema Nur Arifah - detikBandung
-1.jpg)
Video Terkait
Berkembang di Ujung Berung, wilayah Bandung Timur, benjang diambil dari kata 'silih benyeng' (saling tarik) dan 'genjang' (banting). Ada juga yang mengartikan benjang 'silih benyeng antar bujang' (saling tarik antar pemuda), karena pelaku benjang sampai saat ini hanya kaum lelaki.
"Benjang memang berawal dari gegelutan pada jaman dulu," ujar peneliti benjang, Andang Segara (45).
Andang memaparkan ada tiga bagian benjang yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain karena masih dalam satu rangkaian. Di mana, dalam tiga bagian tersebut secara berurutan memperlihatkan benjang dari sisi seni, ritual dan olahraga.
Bagian pertama, adalah Benjang Helaran. Benjang Helaran lebih menekankan pada unsur seni karena diiringi dengan keindahan musik melalui tetabuhan. Misalnya diiringi kendang, terompet, kecrek, bedug dan terbangan yang terdiri dari kemprang, kempring, kempul dan gambrung. Terbangan itu adalah alat musik sejenis rebana. Maka tak salah jika benjang juga turut dilestarikan oleh masyarakat santri-santri di pesantren Ujung Berung.
Yang paling khas dari helaran adalah arak-arakan. Biasanya helaran ini digunakan untuk acara sunatan. Benjang Helaran berfungsi sebagai media informasi untuk menyampaikan pada masyarakat kalau nanti malam akan digelar olahraga benjang.
Benjang Helaran saat ini, menurut Andang sudah dimofidifikasi. Para seniman benjang mengadopsi budaya-budaya daerah lain agar Benjang Helaran menjadi lebih meriah dan menarik. Arak-arakan ini biasanya dilakukan dari pukul 07.00-12.00 WIB.
"Namun sebelum arak-arakan dilakukan, biasanya suka ada tetabuhan rebana untuk memberikan keberanian pada anak yang akan disunat," tutur Ketua Paguyuban Benjang Jawa Barat ini.
Rangkaian kedua adalah Benjang Topeng. Benjang Topeng digelar selama dua jam, mulai dari setelah isya sampai sekitar pukul 21.00 WIB.
Benjang Topeng ini, diawali dengan menggunakan topeng manusia seperti topeng putri atau raja. Setelah itu menggunakan topeng binatang seperti singa, kera, kuda dan lain-lain.
Saat menggunakan topeng binatang, di sinilah mulai terjadi ritual yang bersentuhan dengan magis. Di mana pemain benjang yang sedang memakai topeng akan kemasukan roh sesuai dengan topeng yang dipakai.
"Kalau pakai topeng singa maka akan bertindak seperti singa. Dia memakan apapun. Kalau pakai topeng monyet dia akan memanjat pohon kelapa dan mengambil buah kelapa," ungkap Andang mencontohkan.
Pagelaran topeng benjang dipimpin oleh seorang malim atau ahli ritual roh. Pertunjukan ini berfungsi sebagai ucapan selamat datang kepada para tamu.
Selepas Benjang Topeng, puncaknya adalah benjang sebagai olahraga. Sebelum melakukan pertandingan, para pemain melakukan tarian-tarian terlebih dahulu seperti golempangan, panon beureum, atau badud.
Benjang sendiri memang hampir mirip dengan olahraga gulat. Namun ada aturan main yang beda dengan gulat, jika ingin menang jangan sampai keluar dari lingkaran permainan.
Selain itu, pemain dinyatakan menang jika menjatuhkan lawan sampai telentang. Dalam pertunjukan benjang ini juga diiringi dengan musik tradisional. Satu permainan terdiri dari tiga ronde. Satu rondenya berdurasi 2 menit.
Tapi jika ingin menghemat biaya. Banyak juga yang meminta rangkaian benjang ini disatukan dalam satu waktu.
Andang menuturkan, saat ini ada 90-an perguruan benjang di Jawa Barat. Di mana 53 diantaranya ada di Bandung.
Jika masyarakat ingin melihat bagaimana langsung pertunjukan benjang mungkin harus menunggu momen-momen tertentu misalnya HUT RI, 17 Agustus dan gelaran Festival Ujung Berung yang dilakukan di bulan September setiap tahunnya.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




