Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Sabtu, 21/11/2009 16:18 WIB
Green Blog Competition
Ketika Blogger Bicara Lingkungan Hidup -
Sabtu, 21/11/2009 15:57 WIB
Pemekaran Daerah
'Banyak yang Lahir dari Kepentingan Elit Lokal' -
Sabtu, 21/11/2009 14:36 WIB
'Kala Bandung' Bisa Dipinjam Secara Gratis -
Sabtu, 21/11/2009 13:37 WIB
Rumah dan Jalan Ambrol ke Sungai
Lurah Siapkan Posko Tanggap Darurat -
Sabtu, 21/11/2009 13:12 WIB
RICE Siap Bikin Game Cikal Bakal TNI AU -
Sabtu, 21/11/2009 12:52 WIB
Rumah dan Jalan Ambrol ke Sungai
Meski Terancam, Warga Sekitar akan Tetap Bertahan
Indeks Berita
Rabu, 21/01/2009 16:47 WIB
Bangun Rumah Makan di Baksil
PT EGI Akan Setor Rp 300 Juta per Tahun ke Pemkot
Agus Rakasiwi - detikBandung

Bandung -
Wakil Wali kota Bandung Ayi Vivananda menyambut baik kontribusi yang akan diberikan PT EGI kepada pemkot dari hasil usaha rumah makan di Baksil. Rencananya PT EGI akan menyetorkan Rp 300 juta kepada pemkot selama 20 tahun.
Ayi menuturkan Pemkot bandung tidak terlalu khawatir dengan setoran retribusi tersebut. Malahan pemerintah bersenang hati masih ada pengusaha yang mengusahakan ruang terbuka hijau di Bandung.
"Masih untung ada pengusaha yang mau. Kalau semuanya diurus pemkot, pemerintah tidak punya banyak uang," ujar Ayi saat menghadiri Sidang Komisi AMDAL Babakan Siliwangi di Bandung, Rabu (21/1/2009).
Diakui oleh pengembang, Iwan Sunaryo, perusahaannya ingin ikut berpartisipasi dalam proyek ruang terbuka hijau di Bandung. Aspek ekonomi, kata Iwan, menjadi urusan nomer dua.
Namun, wakil dari warga dan LSM yang ikut dalam sidang tersebut tidak lantas percaya dengan keinginan PT EGI yang mengutamakan lingkungan ketimbang dampak komersil. Walhi misalnya tegas meminta proyek untuk dibatalkan.
"Biarkan saja baksil dengan vegetasinya seperti sekarang. Pemkot tidak perlu pihak ketiga untuk membenahinya," tegas salah satu anggota Walhi Jabar Topan.
Hal senada diutarakan pula oleh Ridwan Kamil, Ketua Bandung Creative City Forum. menurutnya, volume bangunan dan aktivitas komersil di wilayah itu bakal memperkeruh suasana di Babakan Siliwangi.
"Volume bangunan, asumsinya babakan siliwangi bakal semrawut seperti mall di Sukajadi," tandasnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.(ahy/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Bangun Rumah Makan di Baksil
PT EGI Akan Setor Rp 300 Juta per Tahun ke Pemkot
Agus Rakasiwi - detikBandung

Ayi menuturkan Pemkot bandung tidak terlalu khawatir dengan setoran retribusi tersebut. Malahan pemerintah bersenang hati masih ada pengusaha yang mengusahakan ruang terbuka hijau di Bandung.
"Masih untung ada pengusaha yang mau. Kalau semuanya diurus pemkot, pemerintah tidak punya banyak uang," ujar Ayi saat menghadiri Sidang Komisi AMDAL Babakan Siliwangi di Bandung, Rabu (21/1/2009).
Diakui oleh pengembang, Iwan Sunaryo, perusahaannya ingin ikut berpartisipasi dalam proyek ruang terbuka hijau di Bandung. Aspek ekonomi, kata Iwan, menjadi urusan nomer dua.
Namun, wakil dari warga dan LSM yang ikut dalam sidang tersebut tidak lantas percaya dengan keinginan PT EGI yang mengutamakan lingkungan ketimbang dampak komersil. Walhi misalnya tegas meminta proyek untuk dibatalkan.
"Biarkan saja baksil dengan vegetasinya seperti sekarang. Pemkot tidak perlu pihak ketiga untuk membenahinya," tegas salah satu anggota Walhi Jabar Topan.
Hal senada diutarakan pula oleh Ridwan Kamil, Ketua Bandung Creative City Forum. menurutnya, volume bangunan dan aktivitas komersil di wilayah itu bakal memperkeruh suasana di Babakan Siliwangi.
"Volume bangunan, asumsinya babakan siliwangi bakal semrawut seperti mall di Sukajadi," tandasnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.(ahy/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk





