Berita Lain

Indeks Berita

Selasa, 06/01/2009 11:19 WIB
Majelis Sastra Bandung
Tingkatkan Gairah Berkarya Para Penyair Muda
Ema Nur Arifah - detikBandung



Bandung - Bandung memiliki penyair-penyair muda yang potensial untuk melahirkan sebuah karya. Namun sayangnya gerilya para penyair muda ini tidak terlalu menggembirakan. Ruang-ruang diskusi sastra yang sempat hidup pada tahun 80-90-an menjadi redup. Begitu pun ketika menginjak tahun 2000-an, komunitas pecinta sastra seolah hidup segan mati pun tak mau.

Maka tak salah rasanya jika penyair Bandung, Matdon mencoba untuk menggali kembali gaiorah para penyair muda Bandung melalui komunitas yang dipimpinnya, Majelis Sastra Bandung (MSB). Lembaga nirlaba di bidang sastra ini mencoa untuk menghidupkan kemali ruang-ruang diskusi yang pernah hidup beberapa waktu lalu.

"Dulu saya pernah membuat klub baca juga pernah membuat klub puisi tapi hanya bertahan selama sebulan," tutur pria yang berprofesi sebagai wartawan di salah satu radio swasta di Bandung ini.

Kejenuhan diakui Matdon sebagai salah satu pemicunya, karena dulu ruang diskusi dibuka seminggu sekali. Tapi di MSB, diskusi akan dilakukan sebulan sekali. Namun tak hanya melulu diskusi, diramu pula dengan pertunjukan aik baca puisi, teater, dan lain-lain.

"Di sini para penyair seolah melakukan launching bukunya sendiri," ujar Matdon yang lebih suka disebut sebagai kyai daripada ketua ini. Selain itu, tiga bulan sekali MSB akan mengundang penyair-penyair tanah air yang sudah punya nama seperti Ws Rendra, Taufik Ismail dan penyair lainnya untuk menyegarkan kembali ingatan para penyair muda terhadap sastra.

Menurut Matdon, seperti halnya nama majelis, di sinilah tempat para penyair mengkaji ilmu. Tak hanya puisi, novel atau cerpen tapi memiliki cakupan luas mengenai tentang termasuk seni teater.

Selama ini, diungkapkan Matdon, para penyair muda kebanyakan kurang membaca karya orang lain. "Terlalu puas dengan satu kali berkarya. Tidak pernah mendiskusikan karya mereka ke orang lain," tuturnya.

Para penyair tersebut kekurangan ruang untuk mendiskusikan karya mereka. Meskipun kini ada ruang teknologi yang begitu mudah untuk diakses baik dalam bentuk blog atau milis tapi tidak bisa mengalahkan ruang konvensional yang bertatap muka.

Launching MSB sendiri baru akan dilakukan 25 Januari mendatang di Gedung Idonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan pukul 14.00 WIB. Diawali dengan diskusi tentang 'Tradisi Sastra di Jawa Barat' yang melingkupi sastra modern sampai satsra tradisi. Pembicara yang akan hadir Hawe Setiawan dan Doni Farid Maulana dengan moderator Yopi Setia Umbara.

Matdon berharap dengan kehadiran MSB, para penyair muda mau berarah-darah secara serius dan tidak pernah berhenti untuk berkarya. Sebab seorang manusia akan diakui eksistensinya dengan berkarya. "Bagaimana mungkin diakui kalau karyanya jika tidak dipublikasikan," pungkas Matdon.
(ema/ern)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Foto Lain


Baca juga :