Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Senin, 27/12/2010 08:44 WIB
Tenderberry, Paduan Unik Strawberry dan Jahe -
Selasa, 06/01/2009 09:48 WIB
Gudeg Yogya Citarasa Sunda -
Senin, 05/01/2009 13:20 WIB
Santap ala Tempo Dulu di Sumber Hidangan -
Senin, 05/01/2009 09:15 WIB
Sumber Hidangan, Tak Berubah Sejak Dulu -
Selasa, 30/12/2008 15:58 WIB
Pesanan Roti Buaya Laris Manis Kala Liburan Sekolah
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Selasa, 06/01/2009 08:55 WIB
Gudeg Banda, Dulu dan Kini
Ema Nur Arifah - detikBandung
Bandung -
Gudeg Banda. Nama ini diberikan oleh para pelanggan gudeg racikan Karsinem (54) yang pada awalnya memang berjualan di Jalan Banda. Kala itu Karsinem berjualan masih di pinggiran jalan dengan menggunakan roda. Tapi beberapa tahun terakhir ini, rodanya sudah berganti dengan sebuah rumah makan yang nyaman di Jalan Lombok 57. Meski pindah lokasi, nama besar Gudeg Banda tetap tak terganti.
"Mulainya di tahun 78-an," tutur Karsinem. Dulu, menurut Karsinem, bersama sang suami H. S. Miharjo (53) dia berjualan di perempatan antara Jalan Martadinata dan Jalan Banda, tepatnya di depan Kantor Pos dan Giro.
Nama yang diberikan untuk warungnya hanya nama Gudeg Yogya. Sejak dibuka, gudegnya sudah banyak dikunjungi pembeli. Saat itu pembeli warung Gudeg Yogyanya paling ramai dari anak sekolah sebab lokasinya cukup strategis karena berdekatan dengan sekolah-sekolah seperti Taruna Bakti juga Yayasan Kristen Yahya.
"Anak-anak kalau istirahat, atau ibu-ibunya yang mengantar jemput suka membeli di sini," kenang perempuan asal Purwekerto ini. Akhirnya, berkat informasi dari mulut ke mulut mengenai kelezatan gudeg racikan Karsinem, nama gudeg Karsinem pun besar dengan nama Gudeg Banda.
Sepuluh tahun kemudian Karsinem memindahkan lokasi berjualan tepat di Jalan Banda, di halaman sebuah rumah. Masih menggunakan roda, Karsinem menjalankan usahanya bersama orang tua dan adiknya yang saat itu masih sekolah.
"Akhirnya namanya dipatenkan dengan nama Gudeg Banda," ujar Karsinem. Tahun 2000 Karsinem pindah ke Jalan Lombok menempati sebuah bangunan di NO 57. Tahun 2003 bangunan di Jalan Lombok direhabilitasi dan jadilah seperti sekarang dengan kenyamanan tempat yang ditawarkan.
Tentu saja tak lagi orang tua murid atau anak-anak sekolah yang menjadi pelanggannya. Kini setiap menjelang makan siang sekitar pukul 11.00 WIB sampai sekitar pukul 15.00 WIB, Gudeg Banda dipenuhi dengan antrean para karyawan kantor untuk makan siang, tak jarang sampai mengular.
Tak hanya karyawan kantor yang beraktivitas di sekitar Jalan Lombok tapi juga dari berbagai tempat, sekalipun hanya sekadar melintas. Seperti Heri (43) pegawai Pemkot yang kebetulan melewati Jalan Lombok. Heri mengaku meski dirinya terbilang jarang makan siang di Gudeg Banda tapi tempat ini salah satu alternatif sebagai tempat makan siang di Bandung.
"Gudegnya enak. Tempatnya bersih dan harganya lumayan enteng," komentarnya di sela lahapnya santap siang di Gudeg Banda.
Selain bisa santap di tempat, banyak juga pembeli yang memilih membungkus gudeg pulang. Bahkan, jika ogah antre,bisa memesan melalui delivery sevice.
Mari berbagi pengalaman dan cerita kuliner Kota Bandung di Forumbandung.
(ema/ahy)
Gudeg Banda, Dulu dan Kini
Ema Nur Arifah - detikBandung
"Mulainya di tahun 78-an," tutur Karsinem. Dulu, menurut Karsinem, bersama sang suami H. S. Miharjo (53) dia berjualan di perempatan antara Jalan Martadinata dan Jalan Banda, tepatnya di depan Kantor Pos dan Giro.
Nama yang diberikan untuk warungnya hanya nama Gudeg Yogya. Sejak dibuka, gudegnya sudah banyak dikunjungi pembeli. Saat itu pembeli warung Gudeg Yogyanya paling ramai dari anak sekolah sebab lokasinya cukup strategis karena berdekatan dengan sekolah-sekolah seperti Taruna Bakti juga Yayasan Kristen Yahya.
"Anak-anak kalau istirahat, atau ibu-ibunya yang mengantar jemput suka membeli di sini," kenang perempuan asal Purwekerto ini. Akhirnya, berkat informasi dari mulut ke mulut mengenai kelezatan gudeg racikan Karsinem, nama gudeg Karsinem pun besar dengan nama Gudeg Banda.
Sepuluh tahun kemudian Karsinem memindahkan lokasi berjualan tepat di Jalan Banda, di halaman sebuah rumah. Masih menggunakan roda, Karsinem menjalankan usahanya bersama orang tua dan adiknya yang saat itu masih sekolah.
"Akhirnya namanya dipatenkan dengan nama Gudeg Banda," ujar Karsinem. Tahun 2000 Karsinem pindah ke Jalan Lombok menempati sebuah bangunan di NO 57. Tahun 2003 bangunan di Jalan Lombok direhabilitasi dan jadilah seperti sekarang dengan kenyamanan tempat yang ditawarkan.
Tentu saja tak lagi orang tua murid atau anak-anak sekolah yang menjadi pelanggannya. Kini setiap menjelang makan siang sekitar pukul 11.00 WIB sampai sekitar pukul 15.00 WIB, Gudeg Banda dipenuhi dengan antrean para karyawan kantor untuk makan siang, tak jarang sampai mengular.
Tak hanya karyawan kantor yang beraktivitas di sekitar Jalan Lombok tapi juga dari berbagai tempat, sekalipun hanya sekadar melintas. Seperti Heri (43) pegawai Pemkot yang kebetulan melewati Jalan Lombok. Heri mengaku meski dirinya terbilang jarang makan siang di Gudeg Banda tapi tempat ini salah satu alternatif sebagai tempat makan siang di Bandung.
"Gudegnya enak. Tempatnya bersih dan harganya lumayan enteng," komentarnya di sela lahapnya santap siang di Gudeg Banda.
Selain bisa santap di tempat, banyak juga pembeli yang memilih membungkus gudeg pulang. Bahkan, jika ogah antre,bisa memesan melalui delivery sevice.
Mari berbagi pengalaman dan cerita kuliner Kota Bandung di Forumbandung.
(ema/ahy)


Sending your message