Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Selasa, 24/11/2009 14:46 WIB
Farmasi ITB Belum Selidiki Efek Obat Kaki Gajah -
Selasa, 24/11/2009 14:22 WIB
Banjir Rendam Cieunteung
Sisa Air dan Lumpur Disedot Lima Unit Pompa -
Selasa, 24/11/2009 14:02 WIB
Akibat Macet, Bandung Rugi Rp 4,91 Triliun -
Selasa, 24/11/2009 13:49 WIB
Banjir Rendam Cieunteung
Warga Cieunteung Diminta Tetap Mengungsi -
Selasa, 24/11/2009 13:15 WIB
Pengajar Sosiologi Bikin Wadah Mandiri -
Selasa, 24/11/2009 12:39 WIB
Mahasiswa ITB Tak Tahu Akhmaloka Jadi Rektor yang Baru
Indeks Berita
Senin, 05/01/2009 18:19 WIB
Awas! Ada Calo Karcis Jamkesmas Beredar di RSHS
Agus Rakasiwi - detikBandung
Bandung -
Keberadaan calo ternyata tak hanya berada di terminal atau pun stasiun. Di rumah sakit pun ditemukan calo yang berpura-pura menjadi pasien. Kemudian mereka menjual karcis berupa nomor urut pendaftaran layanan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) kepada para pasien. Tak hanya itu, ditemukan juga kader kesehatan palsu. Waduh!
Direktur Medik dan Keperawatan RSHS dr Rizal Chaidir mengatakan penyimpangan itu ditemukan saat inspeksi mendadak ke loket Jamkesmas. "Kami menemukan beberapa penyimpangan. Termasuk soal jual beli karcis itu," ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya di RSHS, Jalan Pasteur, Senin (5/1/2009).
Selama ini, loket Jamkesmas sering menjadi tempat bermalam para pasien. Mereka terdiri dari pasien yang ingin mendaftar di urutan pertama atau calo yang menjual karcis ke pasien. "Setiap hari ada 1.800 pasien Jamkesmas di RSHS. Tapi yang bisa terlayani cuma 300 orang. Pasien yang kebagian nomer besar bakal tidak bisa dilayani dan harus kembali keesokan harinya," ujarnya.
Menumpuknya pasien di loket akhirnya menjadi ladang subur untuk sebagian orang. Mereka lantas menjual karcis kepada pasien. Rizal mengakui kejadian ini sudah lama terjadi.
Bagi pasien yang mendapat nomer besar bisa mendapat nomer kecil. Pantauan detikbandung, para calo ini menjual karcis nomor urut itu dengan harga Rp 10 ribu sampai 20 ribu.
Selain karcis, penyimpangan lainnya yang ditemukan adalah adanya aksi kader kesehatan palsu. Kader kesehatan palsu ini menjual jasa antar pasien dari daerah ke RSHS. Padahal tugas kader kesehatan yang sebenarnya adalah para sukarelawan. Mereka bekerja untuk mengantar pasien yang memiliki kesulitan akses ke rumah sakit.(ern/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Awas! Ada Calo Karcis Jamkesmas Beredar di RSHS
Agus Rakasiwi - detikBandung
Direktur Medik dan Keperawatan RSHS dr Rizal Chaidir mengatakan penyimpangan itu ditemukan saat inspeksi mendadak ke loket Jamkesmas. "Kami menemukan beberapa penyimpangan. Termasuk soal jual beli karcis itu," ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya di RSHS, Jalan Pasteur, Senin (5/1/2009).
Selama ini, loket Jamkesmas sering menjadi tempat bermalam para pasien. Mereka terdiri dari pasien yang ingin mendaftar di urutan pertama atau calo yang menjual karcis ke pasien. "Setiap hari ada 1.800 pasien Jamkesmas di RSHS. Tapi yang bisa terlayani cuma 300 orang. Pasien yang kebagian nomer besar bakal tidak bisa dilayani dan harus kembali keesokan harinya," ujarnya.
Menumpuknya pasien di loket akhirnya menjadi ladang subur untuk sebagian orang. Mereka lantas menjual karcis kepada pasien. Rizal mengakui kejadian ini sudah lama terjadi.
Bagi pasien yang mendapat nomer besar bisa mendapat nomer kecil. Pantauan detikbandung, para calo ini menjual karcis nomor urut itu dengan harga Rp 10 ribu sampai 20 ribu.
Selain karcis, penyimpangan lainnya yang ditemukan adalah adanya aksi kader kesehatan palsu. Kader kesehatan palsu ini menjual jasa antar pasien dari daerah ke RSHS. Padahal tugas kader kesehatan yang sebenarnya adalah para sukarelawan. Mereka bekerja untuk mengantar pasien yang memiliki kesulitan akses ke rumah sakit.(ern/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




