Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Selasa, 24/11/2009 10:46 WIB
Meninggal di Gedung Sate
Pemprov Tak Beri Santunan Kematian Bagi Nursasih -
Selasa, 24/11/2009 09:41 WIB
Ponco Kalong dan Raincoat Loreng Laris Manis -
Selasa, 24/11/2009 09:12 WIB
Sebagian Bandung Utara Tak Akan Dialiri Listrik Selama 6 Jam -
Selasa, 24/11/2009 09:03 WIB
SIM Keliling Ada di BSM Gatsu -
Selasa, 24/11/2009 09:01 WIB
Pasar Trendi, Ford Bandung Optimis Jual Fiesta di 2010 -
Selasa, 24/11/2009 08:57 WIB
Diborong Polisi, Ford Makin Pede
Indeks Berita
Senin, 05/01/2009 15:50 WIB
'Konflik Israel-Palestina Jangan Dikaitkan dengan Agama'
Tya Eka Yulianti - detikBandung

Bandung -
Beberapa elemen masyarakat yang terdiri dari Kaum Muda Lintas Agama serta para Pemuka Agama se-Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk memahami konflik Palestina dan Israel secara kritis. Masyarakat jangan sampai terjebak pada permasalahan agama terkait konflik ketegangan di kedua kawasan tersebut.
"Konflik diantara Palestina dan Israel adalah konflik yang rumit, dimana ada unsur ekonomi, kekuasaan, politik dan perebutan wilayah," ujar perwakilan Gereja Katolik Keuskupan Bandung Robert Suryatno, pada saat menggelar konferensi pers pernyataaan sikap mengenai konflik Palestina Israel, di RM Bale Gazebo, Jl Surapati, Bandung, Senin (5/1/2009).
Jadi, imbuhnya, jangan sampai masalah konflik kedua negara tersebut menjadi bias. "Ini bukan konflik agama dan jangan sampai hal ini berlarut-larut dan menyeret ke masalah agama," kata Robert.
Senada dengan Robert, Pendeta GKI Jabar Christian Oro menyatakan jika permasalahan konflik kedua belah pihak seharusnya dilihat dari kenyataan yang ada di lapangan dan bukan menyeretnya pada permasalahan agama.
"Kedua wilayah tersebut adalah wilayah yang peka, sehingga lebih baik kita mengungkapkan fakta yang ada di lapangan saja seperti perebutan kekuasaan. Jadi yang diangkat itu saja, jangan masalah agama yang diangkat," tutur Christian.
Dalam pernyataan sikap terhadap konflik Palestina-Israel tersebut, ditelurkan tujuh point dalam menyikapi konflik ketegangan di kedua negara, diantaranya adalah keprihatinan atas korban masyarakat sipil yang diantaranya wanita dan anak-anak, mengutuk penggunaan kekerasan dengan alasan apapun yang mengakibatkan tragedi kemanusiaan baik Oleh Israel atau Palestina, mengimbau pada kedua belah pihak yang bertikai untuk menghentikan kekerasan dan mengupayakan perdamaian melalui jalan dialog.
Selain itu, pernyataan sikap tersebut juga dihadiri oleh ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bandung Maftuh Kholil, Majelis Agama Kong hu cu, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Persatuan Mahasiswa Islam Kota Bandung, PGI Wilayah Jabar, dan Walubi.(ahy/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
'Konflik Israel-Palestina Jangan Dikaitkan dengan Agama'
Tya Eka Yulianti - detikBandung
"Konflik diantara Palestina dan Israel adalah konflik yang rumit, dimana ada unsur ekonomi, kekuasaan, politik dan perebutan wilayah," ujar perwakilan Gereja Katolik Keuskupan Bandung Robert Suryatno, pada saat menggelar konferensi pers pernyataaan sikap mengenai konflik Palestina Israel, di RM Bale Gazebo, Jl Surapati, Bandung, Senin (5/1/2009).
Jadi, imbuhnya, jangan sampai masalah konflik kedua negara tersebut menjadi bias. "Ini bukan konflik agama dan jangan sampai hal ini berlarut-larut dan menyeret ke masalah agama," kata Robert.
Senada dengan Robert, Pendeta GKI Jabar Christian Oro menyatakan jika permasalahan konflik kedua belah pihak seharusnya dilihat dari kenyataan yang ada di lapangan dan bukan menyeretnya pada permasalahan agama.
"Kedua wilayah tersebut adalah wilayah yang peka, sehingga lebih baik kita mengungkapkan fakta yang ada di lapangan saja seperti perebutan kekuasaan. Jadi yang diangkat itu saja, jangan masalah agama yang diangkat," tutur Christian.
Dalam pernyataan sikap terhadap konflik Palestina-Israel tersebut, ditelurkan tujuh point dalam menyikapi konflik ketegangan di kedua negara, diantaranya adalah keprihatinan atas korban masyarakat sipil yang diantaranya wanita dan anak-anak, mengutuk penggunaan kekerasan dengan alasan apapun yang mengakibatkan tragedi kemanusiaan baik Oleh Israel atau Palestina, mengimbau pada kedua belah pihak yang bertikai untuk menghentikan kekerasan dan mengupayakan perdamaian melalui jalan dialog.
Selain itu, pernyataan sikap tersebut juga dihadiri oleh ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bandung Maftuh Kholil, Majelis Agama Kong hu cu, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Persatuan Mahasiswa Islam Kota Bandung, PGI Wilayah Jabar, dan Walubi.(ahy/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!




