Forum Bandung
- Budak anyar hayang kenala... khebot
- Konseling Via Yahoo messe... kwong
- Susu High Protein Untuk Y... CrypTyC
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Sabtu, 04/07/2009 18:59 WIB
Berikan Solusi, Telkom Kuasai 90 Persen Korporat di Bandung -
Sabtu, 04/07/2009 17:41 WIB
Afghan dan Rossa Meriahkan Kampanye Terakhir JK-Win -
Sabtu, 04/07/2009 16:14 WIB
Deg-degan Menunggu Pengumuman PSB -
Sabtu, 04/07/2009 15:46 WIB
Passing Grade Naik, Kualitas Pendidikan Meningkat -
Sabtu, 04/07/2009 15:29 WIB
PSB SMU 5 dan 3 Dibanjiri Pendaftar -
Sabtu, 04/07/2009 14:49 WIB
108 Makanan Vegetarian Dipamerkan di Riau Junction
Indeks Berita
Senin, 05/01/2009 15:50 WIB
'Konflik Israel-Palestina Jangan Dikaitkan dengan Agama'
Tya Eka Yulianti - detikBandung

Bandung -
Beberapa elemen masyarakat yang terdiri dari Kaum Muda Lintas Agama serta para Pemuka Agama se-Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk memahami konflik Palestina dan Israel secara kritis. Masyarakat jangan sampai terjebak pada permasalahan agama terkait konflik ketegangan di kedua kawasan tersebut.
"Konflik diantara Palestina dan Israel adalah konflik yang rumit, dimana ada unsur ekonomi, kekuasaan, politik dan perebutan wilayah," ujar perwakilan Gereja Katolik Keuskupan Bandung Robert Suryatno, pada saat menggelar konferensi pers pernyataaan sikap mengenai konflik Palestina Israel, di RM Bale Gazebo, Jl Surapati, Bandung, Senin (5/1/2009).
Jadi, imbuhnya, jangan sampai masalah konflik kedua negara tersebut menjadi bias. "Ini bukan konflik agama dan jangan sampai hal ini berlarut-larut dan menyeret ke masalah agama," kata Robert.
Senada dengan Robert, Pendeta GKI Jabar Christian Oro menyatakan jika permasalahan konflik kedua belah pihak seharusnya dilihat dari kenyataan yang ada di lapangan dan bukan menyeretnya pada permasalahan agama.
"Kedua wilayah tersebut adalah wilayah yang peka, sehingga lebih baik kita mengungkapkan fakta yang ada di lapangan saja seperti perebutan kekuasaan. Jadi yang diangkat itu saja, jangan masalah agama yang diangkat," tutur Christian.
Dalam pernyataan sikap terhadap konflik Palestina-Israel tersebut, ditelurkan tujuh point dalam menyikapi konflik ketegangan di kedua negara, diantaranya adalah keprihatinan atas korban masyarakat sipil yang diantaranya wanita dan anak-anak, mengutuk penggunaan kekerasan dengan alasan apapun yang mengakibatkan tragedi kemanusiaan baik Oleh Israel atau Palestina, mengimbau pada kedua belah pihak yang bertikai untuk menghentikan kekerasan dan mengupayakan perdamaian melalui jalan dialog.
Selain itu, pernyataan sikap tersebut juga dihadiri oleh ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bandung Maftuh Kholil, Majelis Agama Kong hu cu, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Persatuan Mahasiswa Islam Kota Bandung, PGI Wilayah Jabar, dan Walubi.(ahy/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
'Konflik Israel-Palestina Jangan Dikaitkan dengan Agama'
Tya Eka Yulianti - detikBandung
"Konflik diantara Palestina dan Israel adalah konflik yang rumit, dimana ada unsur ekonomi, kekuasaan, politik dan perebutan wilayah," ujar perwakilan Gereja Katolik Keuskupan Bandung Robert Suryatno, pada saat menggelar konferensi pers pernyataaan sikap mengenai konflik Palestina Israel, di RM Bale Gazebo, Jl Surapati, Bandung, Senin (5/1/2009).
Jadi, imbuhnya, jangan sampai masalah konflik kedua negara tersebut menjadi bias. "Ini bukan konflik agama dan jangan sampai hal ini berlarut-larut dan menyeret ke masalah agama," kata Robert.
Senada dengan Robert, Pendeta GKI Jabar Christian Oro menyatakan jika permasalahan konflik kedua belah pihak seharusnya dilihat dari kenyataan yang ada di lapangan dan bukan menyeretnya pada permasalahan agama.
"Kedua wilayah tersebut adalah wilayah yang peka, sehingga lebih baik kita mengungkapkan fakta yang ada di lapangan saja seperti perebutan kekuasaan. Jadi yang diangkat itu saja, jangan masalah agama yang diangkat," tutur Christian.
Dalam pernyataan sikap terhadap konflik Palestina-Israel tersebut, ditelurkan tujuh point dalam menyikapi konflik ketegangan di kedua negara, diantaranya adalah keprihatinan atas korban masyarakat sipil yang diantaranya wanita dan anak-anak, mengutuk penggunaan kekerasan dengan alasan apapun yang mengakibatkan tragedi kemanusiaan baik Oleh Israel atau Palestina, mengimbau pada kedua belah pihak yang bertikai untuk menghentikan kekerasan dan mengupayakan perdamaian melalui jalan dialog.
Selain itu, pernyataan sikap tersebut juga dihadiri oleh ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bandung Maftuh Kholil, Majelis Agama Kong hu cu, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Persatuan Mahasiswa Islam Kota Bandung, PGI Wilayah Jabar, dan Walubi.(ahy/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
