- [SHARE INFO] Bagaimana Me... hackersmooth88
- masuk ke PC orang lain... allegro
- Seting mail pop3 mengguna... irwancom
- Daftar blog-blog kamu di ... erwin_pikko
- Daftar e Wifi gratis Nang... aktavianto
- [Phreaking]moga aja gag d... allegro
Berita Lain
-
Sabtu, 03/01/2009 13:07 WIB
Merchandise Topang 75 Persen Keuangan Brotherhood -
Kamis, 01/01/2009 11:30 WIB
Trilogi Menuju Bandung 200 Tahun -
Kamis, 01/01/2009 09:33 WIB
KPB, Wadah Apresiasi Para Fotografer -
Selasa, 30/12/2008 08:41 WIB
Blogger Peduli Anak Yatim Piatu
Voucher 15 Ribu dan Senyuman Anak-anak -
Selasa, 30/12/2008 08:13 WIB
Peduli Yatim Piatu, Blogger Bandung Undang Makan Panti Asuhan
Indeks Berita
Sabtu, 03/01/2009 08:59 WIB
Cari Merchandise Brotherhood? Datang Saja ke Braga
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Jika anda penggemar komunitas bikers ternama di Bandung, Brotherhood, sekarang tak perlu segan untuk menyambangi markas besar mereka di Jalan Braga. Apalagi untuk yang ingin berbelanja segala atribut tentang Brotherhood dan bikers, tinggal masuk dan pilih mana atribut yang jadi target.
Ya, Brotherhood sudah membuka official merchandisenya sendiri secara resmi beberapa bulan lalu. Kalau biasanya hanya bisa dibeli melalui toko-toko titipan, atau dari tangan ke tangan, kini secara terbuka para penggemar Brotherhood boleh memilih atribut yang diinginkan.
Bukan Brotherhood kalau tanpa motor tua. Begitulah pemandangan yang tampak ketika memasuki toko yang didominasi warna merah dan hitam ini. Sebuah motor menyambut begitu memasuki pintu. Pemandangan yang sama juga terlihat di balik jendela toko. Terdiri dari dua lantai. Untuk toko sendiri menempati lantai satu sedangkan lantai dua untuk sekretariat Brotherhood.
Menurut Ketua Umum Brotherhood Budi Dalton, pembuatan merchandise ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 5 tahun yang lalu. Dulu sistem penjualan masih sesama anggota atau door to door alias dari pintu ke pintu. Melihat peminat merchandise ini kian banyak tak hanya dari anggota maka Brotherhood pun memutuskan untuk membuat toko resmi yang menjual merchandise mereka.
Tapi jangan salah, Brotherhood tetap memberlakukan hukum adat. Artinya, atribut yang dijual untuk umum tidak akan sama dengan atribut yang dipakai anggota. "Kalau untuk anggota logonya ada colours sedangkan untuk umum tidak ada," tutur Budi. Jadi kalau logo-logo colours tidak akan ditemukan di atribut lain yang dijual untuk umum.
Pembuat merchandise Brotehrhood adalah anggota Brotherhood sendiri. Sekitar ratusan tenaga kerja dari anggota diserap menjadi bagian sablon, tukang jahit, pemasaran dan lain-lain. Ribuan merchandise diproduksi setiap bulannya tak hanya untuk disimpan di toko tapi juga diditribusikan ke chapter-chapter atau cabang-cabang Brotehrhood di Bali, Sragen, Jawa Timur dan calon-calon chapter lain seperti Jakarta, Garut, Tangerang dan Banten.
Merchandise yang paling banyak dibuat tentu saja kaos. Dengan dominasi warna hitam yang kental serta desain-desain khas Brotherhood yang membuat pembelian merchandise tak pernah sepi. Selain kaos, ada juga sweater, sepatu boot, buckle (kepala ikat pinggang), helm, stiker, mug, dan atribut-atribut lainnya.
Memang sih untuk pertama kalinya masuk mungkin akan agak segan. Apalagi jika melihat beberapa anggota Brotherhood yang nongkrong di depan toko dengan segala atribut Brotherhood. Aura mereka yang menarik hati sekaligus membuat hati segan.
Makanya, menurut Budi Dalton, mungkin nanti toko akan berdiri sendiri. Untuk sekretariat Brotherhood akan dipindahkan ke tempat lain. Hal itu untuk mengurangi rasa segan pengunjung yang akan membeli.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Cari Merchandise Brotherhood? Datang Saja ke Braga
Ema Nur Arifah - detikBandung
Ya, Brotherhood sudah membuka official merchandisenya sendiri secara resmi beberapa bulan lalu. Kalau biasanya hanya bisa dibeli melalui toko-toko titipan, atau dari tangan ke tangan, kini secara terbuka para penggemar Brotherhood boleh memilih atribut yang diinginkan.
Bukan Brotherhood kalau tanpa motor tua. Begitulah pemandangan yang tampak ketika memasuki toko yang didominasi warna merah dan hitam ini. Sebuah motor menyambut begitu memasuki pintu. Pemandangan yang sama juga terlihat di balik jendela toko. Terdiri dari dua lantai. Untuk toko sendiri menempati lantai satu sedangkan lantai dua untuk sekretariat Brotherhood.
Menurut Ketua Umum Brotherhood Budi Dalton, pembuatan merchandise ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 5 tahun yang lalu. Dulu sistem penjualan masih sesama anggota atau door to door alias dari pintu ke pintu. Melihat peminat merchandise ini kian banyak tak hanya dari anggota maka Brotherhood pun memutuskan untuk membuat toko resmi yang menjual merchandise mereka.
Tapi jangan salah, Brotherhood tetap memberlakukan hukum adat. Artinya, atribut yang dijual untuk umum tidak akan sama dengan atribut yang dipakai anggota. "Kalau untuk anggota logonya ada colours sedangkan untuk umum tidak ada," tutur Budi. Jadi kalau logo-logo colours tidak akan ditemukan di atribut lain yang dijual untuk umum.
Pembuat merchandise Brotehrhood adalah anggota Brotherhood sendiri. Sekitar ratusan tenaga kerja dari anggota diserap menjadi bagian sablon, tukang jahit, pemasaran dan lain-lain. Ribuan merchandise diproduksi setiap bulannya tak hanya untuk disimpan di toko tapi juga diditribusikan ke chapter-chapter atau cabang-cabang Brotehrhood di Bali, Sragen, Jawa Timur dan calon-calon chapter lain seperti Jakarta, Garut, Tangerang dan Banten.
Merchandise yang paling banyak dibuat tentu saja kaos. Dengan dominasi warna hitam yang kental serta desain-desain khas Brotherhood yang membuat pembelian merchandise tak pernah sepi. Selain kaos, ada juga sweater, sepatu boot, buckle (kepala ikat pinggang), helm, stiker, mug, dan atribut-atribut lainnya.
Memang sih untuk pertama kalinya masuk mungkin akan agak segan. Apalagi jika melihat beberapa anggota Brotherhood yang nongkrong di depan toko dengan segala atribut Brotherhood. Aura mereka yang menarik hati sekaligus membuat hati segan.
Makanya, menurut Budi Dalton, mungkin nanti toko akan berdiri sendiri. Untuk sekretariat Brotherhood akan dipindahkan ke tempat lain. Hal itu untuk mengurangi rasa segan pengunjung yang akan membeli.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk





