- [SHARE INFO] Bagaimana Me... hackersmooth88
- masuk ke PC orang lain... allegro
- Seting mail pop3 mengguna... irwancom
- Daftar blog-blog kamu di ... erwin_pikko
- Daftar e Wifi gratis Nang... aktavianto
- [Phreaking]moga aja gag d... allegro
Berita Lain
-
Sabtu, 03/01/2009 13:07 WIB
Merchandise Topang 75 Persen Keuangan Brotherhood -
Sabtu, 03/01/2009 08:59 WIB
Cari Merchandise Brotherhood? Datang Saja ke Braga -
Kamis, 01/01/2009 11:30 WIB
Trilogi Menuju Bandung 200 Tahun -
Selasa, 30/12/2008 08:41 WIB
Blogger Peduli Anak Yatim Piatu
Voucher 15 Ribu dan Senyuman Anak-anak -
Selasa, 30/12/2008 08:13 WIB
Peduli Yatim Piatu, Blogger Bandung Undang Makan Panti Asuhan
Indeks Berita
Kamis, 01/01/2009 09:33 WIB
KPB, Wadah Apresiasi Para Fotografer
Ema Nur Arifah - detikBandung

Pameran Bandung Edun
Bandung -
Semangat perubahan! Sebuah harapan yang ingin terus diusung Komunitas Pemotret Bandung (KPB). Komunitas yang berdiri tahun 1998 ini tak hanya merengkuh fotografi untuk mereka sendiri, mereka bergerak dengan semangat fotografi untuk perubahan di masyarakat.
"Fotografi untuk masyarakat," tutur pegiat foto dari Komunitas Pemotret Bandung, Deni Sugandi saat ditemui di pameran foto 'Bandung Edun' di Yayasan Pusat kebudayaan (YPK) Jalan Naripan. Fotografi menurut Deni tidak hanya miliki satu golongan tapi untuk masyarakat. Satu bentuk komunikasi visual untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat.
KPB mencoba mewadahi apresiasi menuju perubahan tersebut. Melalui pameran-pameran, sharing ilmu, lomba atau workhsop-workhsop fotografi.
"Awalnya hanya satu sampai dua orang saja. Tapi akhirnya sedikit demi sedikit anggotanya bertambah," tutur lulusan sastra Unpad ini. KPB, ujar Deni, merupakan kumpulan dari komunitas-komunitas kecil yang memiliki latar belakang yang berbeda. Misalnya fotografer profesional, jurnalis foto, fotografer wedding, fotografer dokumentasi, hanya sekadar hobi dan lain-lain. Perbedaan itu membuat KPB tak memiliki idealisme baku dalam fotografi kecuali kebebasan dalam berkarya.
"Idealisme kita adalah apresiasi fotografi baik dalam bentuk pameran maupun presentasi foto," ujarnya. Selain pameran bersama, KPB juga menggelar Foto Speak yang digelar setiap akhir bulan. Acara ini sudah digelar dua tahun terakhir.
Deni menuturkan pameran bersama pertama yang digelar KPB berupa pameran unik di Bandung Indah Plaza (BIP) pada tahun 2000 bertajuk 'Bandung 24 Jam'. Pameran yang melibatkan 52 fotografer ini memotret Kota Bandung dalam satu hari. Setiap peristiwa di seluruh Kota Bandung yang dianggap menarik dari mulai pukul 06.00 WIB sampai 06.00 WIB keesokan harinya pun dibingkai.
Tak hanya itu, selama tiga tahun terakhir KPB menggelar pameran Foto Mozaik yang memamerkan karya-karya masyarakat. Di mana karya tersebut memuat kritikan-kritikan akan kondisi Kota Bandung yang kelak bisa disampaikan kepada pemerintah.
Komunitas Pemotret Bandung mencatat ada 3.500 penggemar foto di Bandung yang ada dalam database KPB. Namun dari sekian banyak penggemar fotografi tersebut hanya 300 orang yang aktif di KPB.
Jika ingin tahu banyak tentang fotografi bahkan ingin bergabung bersama KPB, bisa mengunjungi sekretariat KPB di Air Photography Jalan Taman Pramuka No 181.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
KPB, Wadah Apresiasi Para Fotografer
Ema Nur Arifah - detikBandung
Pameran Bandung Edun
"Fotografi untuk masyarakat," tutur pegiat foto dari Komunitas Pemotret Bandung, Deni Sugandi saat ditemui di pameran foto 'Bandung Edun' di Yayasan Pusat kebudayaan (YPK) Jalan Naripan. Fotografi menurut Deni tidak hanya miliki satu golongan tapi untuk masyarakat. Satu bentuk komunikasi visual untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat.
KPB mencoba mewadahi apresiasi menuju perubahan tersebut. Melalui pameran-pameran, sharing ilmu, lomba atau workhsop-workhsop fotografi.
"Awalnya hanya satu sampai dua orang saja. Tapi akhirnya sedikit demi sedikit anggotanya bertambah," tutur lulusan sastra Unpad ini. KPB, ujar Deni, merupakan kumpulan dari komunitas-komunitas kecil yang memiliki latar belakang yang berbeda. Misalnya fotografer profesional, jurnalis foto, fotografer wedding, fotografer dokumentasi, hanya sekadar hobi dan lain-lain. Perbedaan itu membuat KPB tak memiliki idealisme baku dalam fotografi kecuali kebebasan dalam berkarya.
"Idealisme kita adalah apresiasi fotografi baik dalam bentuk pameran maupun presentasi foto," ujarnya. Selain pameran bersama, KPB juga menggelar Foto Speak yang digelar setiap akhir bulan. Acara ini sudah digelar dua tahun terakhir.
Deni menuturkan pameran bersama pertama yang digelar KPB berupa pameran unik di Bandung Indah Plaza (BIP) pada tahun 2000 bertajuk 'Bandung 24 Jam'. Pameran yang melibatkan 52 fotografer ini memotret Kota Bandung dalam satu hari. Setiap peristiwa di seluruh Kota Bandung yang dianggap menarik dari mulai pukul 06.00 WIB sampai 06.00 WIB keesokan harinya pun dibingkai.
Tak hanya itu, selama tiga tahun terakhir KPB menggelar pameran Foto Mozaik yang memamerkan karya-karya masyarakat. Di mana karya tersebut memuat kritikan-kritikan akan kondisi Kota Bandung yang kelak bisa disampaikan kepada pemerintah.
Komunitas Pemotret Bandung mencatat ada 3.500 penggemar foto di Bandung yang ada dalam database KPB. Namun dari sekian banyak penggemar fotografi tersebut hanya 300 orang yang aktif di KPB.
Jika ingin tahu banyak tentang fotografi bahkan ingin bergabung bersama KPB, bisa mengunjungi sekretariat KPB di Air Photography Jalan Taman Pramuka No 181.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




