Berita Lain

Indeks Berita


Selasa, 30/12/2008 07:14 WIB
Roti Cari Rasa, Ada di Mana-mana
Ema Nur Arifah - detikBandung



Bandung - Jika anda penggemar roti bumbu bakar, pasti mengenal roti merek Cari Rasa yang sudah tersebar di berbagai sudut Kota Bandung. Tak hanya bisa ditemukan di pangkalan khusus roti Cari Rasa, seratusan pedagang menjajakan roti-roti ini secara berkeliling menggunakan roda.

Bisa jadi, merek Cari Rasa ini merek roti bumbu terlama di Kota Bandung. Pemilik Cari Rasa Tata Gunawan (48) mengatakan usaha roti bumbu ini sudah ada sejak tahun 60-an. Kala itu perintisnya adalah ayahnya, Katmajaya yang meninggal dua tahun lalu.

Katmajaya mengawali usaha roti juga dengan berjualan keliling menggunakan roda. Dia mengambil roti dari sebuah perusahaan roti di Bandung. Sekitar tahun 1980, Katmajaya mulai mendirikan pabrik roti di Jalan Kosambi No 7. Luas pabrik pada awalnya tidak terlalu besar dan hanya menggunakan lahan yang kini menjadi rumah Tata.

Tahun 90-an penjualan roti mulai menanjak. Banyak para pedagang roti bumbu yang mengambil roti dari perusahaan ini. "Ada pula yang berniat berdagang roti tapi tidak punya alat untuk berjualan," tutur suami dari Ai Ratna Yuliani (36) ini.

Maka, pada tahun 1992, Katmajaya mulai membuat roda pertamanya untuk digunakan orang lain berjualan. Satu per satu para pedagang yang ingin berjualan roti berdatangan hingga akhirnya jumlah pedagang kian bertambah. Dari tahun 1996 sampai sekarang, perusahaan Cari Rasa memiliki sekitar 100 roda keliling yang berjualan di wilayah Kosambi dan sekitarnya.

"Kalau dengan yang di pangkalan jumlahnya mungkin sekitar 200," ujar Tata. Tata mengambil alih usaha ini setelah ayahnya meninggal. Dia mengaku sudah ikut berjualan sejak ayahnya masih menggunakan roda di tahun 70-an.

Setelah empat kali mengganti roda dengan mobil untuk berjualan, tahun 2000-an, Cari Rasa memiliki toko sendiri di Pasar Kosambi. Lulusan dari STM mesin ini mengaku dirinya banyak belajar dari pegawai hingga benar-benar bisa menguasai tentang pembuatan roti.

Kini dalam satu hari bisa menghabiskan 4 kuintal tepung terigu. "Target dalam satu hari habis 20 karung tepung terigu," tutur Tata. Omzet yang diperoleh dari penjualan roti keliling dan juga di pangkalan per harinya bisa mencapai Rp 20 juta.

Sampai saat ini, Tata mengaku, dirinya masih berupaya mempertahankan kualitas dan kuantitas roti yang dipertahankan oleh ayahnya sejak dulu. "Ketika moneter sekalipun kami tetap mempertahankan kualitas roti," ujarnya.




Mari berbagi pengalaman dan cerita kuliner Kota Bandung di Forumbandung.(ahy/ahy)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Foto Lain


Baca juga :