- Download film Transformer... aku_lelaki
- Nih link pilm Harry potte... aku_lelaki
- Rencana Nonton Bareng Fil... bukanradja
- Nonton filem bareng yuk..... delila1
- film nyang akan nongol di... chempreng
- Nonton Sing Paling Enak D... Sir Sigit
Berita Lain
-
Rabu, 31/12/2008 14:07 WIB
Vila Isola
Tempat Pengasingan Itu Kini Akan Direvitalisasi -
Rabu, 31/12/2008 11:34 WIB
Vila Isola, Jejak Pengasingan di Masa Kolonial -
Kamis, 25/12/2008 09:00 WIB
Berpetualang Bersama Bakugan, Wahana Seru Isi Liburan -
Minggu, 21/12/2008 07:42 WIB
Wisata Seni di Bale Seni Barli -
Selasa, 16/12/2008 10:56 WIB
Wisata Bunga Cihideung
Pedagang Bunga Cihideung Terapung -
Selasa, 16/12/2008 09:13 WIB
Wisata Bunga Cihideung
Taman Bunga yang Pernah Terisolir
Indeks Berita
Senin, 15/12/2008 08:05 WIB
Buka Toko di Kendaraan, Hemat Biaya dan Praktis
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Jika menyambangi kawasan FO di sepanjang Jalan RE Martadinata, anda tidak hanya akan menemukan deretan FO dan distro tapi juga akan menemukan pedagang-pedagang lain yang berjualan di dalam mobil atau motor. Para pedagang ini biasanya tumpah ruah memenuhi pinggiran Jalan RE Martadinata saat akhir pekan.
Bukan hanya makanan atau minuman, ada juga yang berjualan jam tangan sampai yang berjualan pakaian, dompet atau tas. Hemat biaya dan kepraktisan, rata-rata menjadi alasan utama para pedagang ini memilih berjualan di kendaraan.
Deli (27) misalnya, warga Cimahi ini berjualan pakaian, dompet sampai tas di dalam motor box yang sempit. Di dalam motor boxnya, Deli memajang dompet dan kacamata, sedangkan tas-tas digantungkan di pinggir motor box dan topi dipajang di atap motor box. "Ya, pakai motor box praktis bisa kemana-mana," tutur Deli yang membeli motor box tersebut dengan harga Rp 10 juta.
Deli mengaku baru berjualan di Jalan RE Martadinata baru empat bulan. Produk-produk yang dia jual adalah sisa ekspor yang didapatnya dari Batam. Menurut Deli, karena Jalan Martadinata biasanya ramai saat akhir pekan, dagangannya lebih laku pada saat itu. Kalau di hari-hari biasa pengunjung bisa dikataka tidak tentu.
Para wisatawan dari Jakarta pun, ujar Deli tidak sungkan untuk datang ke motor boxnya dan membeli. Memang unik, para pembelinya bisa memilih-milih sambil duduk di muka pintu motor box. Untuk dompet, Deli biasanya menjual antara Rp 50-100 ribu. Deli mengaku biasanya dia sudah mangkal sedari pagi dan baru pulang pukul 20.00 WIB.
Tapi boleh dibilang penjual yang menggunakan motor box didominasi oleh penjual jus, khususnya jus strawberry. Bagian luar motor box sengaja ditutupi dengan gambar strawberry, sedangkan bagian dalamnya, terpasang blender-blender.
Ipan (19) mengaku sudah menjual strawberry sejak tiga tahun yang lalu. Meski dia hanya sebagai karyawan yang nantinya harus menyetorkan pendapatan, tapi penghasilannya sebagai penjual jus strawberry cukup lumayan.
Jus strawberry yang dijual per cup RP 7.000 tersebut bisa memberikan omzet di angka ratusan, bahkan Ipan mengaku ketika dirinya berjualan di Gasibu, dalam satu hari bisa menghasilkan omzet Rp 1, 3 juta. Jika di Jalan RE Martadinata, akhir pekan tetaplah waktu yang tepat untuk panen uang.
Tapi Kartono (34) memaparkan akhir pekan baginya tidak selalu menghasilkan omzet banyak. Sebab produknya yang berupa jam tangan dan mainan dari sisi penjualan tidak akan selaku makanan. Walaupun peluang untuk itu tetap ada.
Kartono yang berjualan di dalam mobil ini mengaku bisa memangkas biaya operasional dengan berjualan di mobil. Jika menyewa toko harus membayar sewa yang cukup tinggi yang bisa berpengaruh pada harga jual. "Lumayanlah bisa menjual dengan harga yang jauh lebih murah daripada di toko," tutur pria asal Dago ini. Jam tangan yang dijual Kartono pun harganya murah meriah dari mulai Rp 15 ribu sampai harga puluhan ribu.
Ngobrol asyik tempat-tempat wisata Bandung di Forumbandung, ayo gabung!(ema/afz)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Buka Toko di Kendaraan, Hemat Biaya dan Praktis
Ema Nur Arifah - detikBandung
Foto Terkait
Bukan hanya makanan atau minuman, ada juga yang berjualan jam tangan sampai yang berjualan pakaian, dompet atau tas. Hemat biaya dan kepraktisan, rata-rata menjadi alasan utama para pedagang ini memilih berjualan di kendaraan.
Deli (27) misalnya, warga Cimahi ini berjualan pakaian, dompet sampai tas di dalam motor box yang sempit. Di dalam motor boxnya, Deli memajang dompet dan kacamata, sedangkan tas-tas digantungkan di pinggir motor box dan topi dipajang di atap motor box. "Ya, pakai motor box praktis bisa kemana-mana," tutur Deli yang membeli motor box tersebut dengan harga Rp 10 juta.
Deli mengaku baru berjualan di Jalan RE Martadinata baru empat bulan. Produk-produk yang dia jual adalah sisa ekspor yang didapatnya dari Batam. Menurut Deli, karena Jalan Martadinata biasanya ramai saat akhir pekan, dagangannya lebih laku pada saat itu. Kalau di hari-hari biasa pengunjung bisa dikataka tidak tentu.
Para wisatawan dari Jakarta pun, ujar Deli tidak sungkan untuk datang ke motor boxnya dan membeli. Memang unik, para pembelinya bisa memilih-milih sambil duduk di muka pintu motor box. Untuk dompet, Deli biasanya menjual antara Rp 50-100 ribu. Deli mengaku biasanya dia sudah mangkal sedari pagi dan baru pulang pukul 20.00 WIB.
Tapi boleh dibilang penjual yang menggunakan motor box didominasi oleh penjual jus, khususnya jus strawberry. Bagian luar motor box sengaja ditutupi dengan gambar strawberry, sedangkan bagian dalamnya, terpasang blender-blender.
Ipan (19) mengaku sudah menjual strawberry sejak tiga tahun yang lalu. Meski dia hanya sebagai karyawan yang nantinya harus menyetorkan pendapatan, tapi penghasilannya sebagai penjual jus strawberry cukup lumayan.
Jus strawberry yang dijual per cup RP 7.000 tersebut bisa memberikan omzet di angka ratusan, bahkan Ipan mengaku ketika dirinya berjualan di Gasibu, dalam satu hari bisa menghasilkan omzet Rp 1, 3 juta. Jika di Jalan RE Martadinata, akhir pekan tetaplah waktu yang tepat untuk panen uang.
Tapi Kartono (34) memaparkan akhir pekan baginya tidak selalu menghasilkan omzet banyak. Sebab produknya yang berupa jam tangan dan mainan dari sisi penjualan tidak akan selaku makanan. Walaupun peluang untuk itu tetap ada.
Kartono yang berjualan di dalam mobil ini mengaku bisa memangkas biaya operasional dengan berjualan di mobil. Jika menyewa toko harus membayar sewa yang cukup tinggi yang bisa berpengaruh pada harga jual. "Lumayanlah bisa menjual dengan harga yang jauh lebih murah daripada di toko," tutur pria asal Dago ini. Jam tangan yang dijual Kartono pun harganya murah meriah dari mulai Rp 15 ribu sampai harga puluhan ribu.
Ngobrol asyik tempat-tempat wisata Bandung di Forumbandung, ayo gabung!(ema/afz)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk





