Forum Bandung
- Green Kosmetik cantik dan... ladyhot13
- Info Belanja Bandung... ugichaos
- Jual aksesoris cewek mula... galletho
- All about HP... Fadey Jevera
- Toko... hishigi mibu
- Harga Gress & 2nd... nitnot
Berita Lain
-
Rabu, 27/05/2009 10:11 WIB
Rangga Point
Buat Event Untuk Gaet Pasar -
Rabu, 27/05/2009 09:10 WIB
Rangga Point
Distro dan One Stop Shopping Baru -
Rabu, 31/12/2008 07:59 WIB
iHAQi, Dakwah Kreatif Lewat Kaos Oblong -
Sabtu, 20/12/2008 10:08 WIB
Gaun Simple untuk Pesta dari Sofie'sticated -
Jumat, 12/12/2008 12:20 WIB
Gandeng Band Indie Produksi Merchandise
Indeks Berita
Jumat, 12/12/2008 08:34 WIB
Dari Nitip Jadi Tempat Titipan
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Tidak bisa ditolak, kalau pengusaha clothing kian hari kian bertambah angka. Dari mulai skala besar dengan produksi gede-gedean sampai skala kecil yang hanya memproduksi beberapa lusin saja.
Seperti halnya Blaze yang memulai usaha clothingnya hanya dengan memproduksi beberapa lusin t'shirt. Awalnya pun tanpa toko. Dodi, pengelola Blaze mengatakan, pemilik Blaze, Firdaus Patriaman, melalui label Bloodsheedrain, sejak 2002 memasarkan produknya dengan menitipkan pada distro-distro.
"Bisa dikatakan Blaze mulai dari nol," ungkap Dodi. Melihat label Blodsheedrain mendapat sambutan yang cukup hangat, maka dua tahun lalu, Blaze pun memiliki rumah sendiri di Jalan Sultan Agung Tirtayasa.
Jika sebelumnya Blaze menitipkan barangnya, setelah memiliki toko, gantian Blaze yang menjadi tempat penitipan clothing-clothing terutama yang skala kecil dengan jumlah produksi hanya beberapa lusin.
"Ya, saling mmebantulah. Toh kita juga awalnya dari nitip," papar Dodi.
Sekitar 40-60 clothing pun menitipkan produknya di Blaze. Meski dari sisi penjualan label Blaze, Bloodsheedrain tetap lebih unggul.
Setiap bulan, kata Dodi, pasti ada saja clothing baru yang ingin menitipkan barangnya. Tapi Blaze juga tidak sembarangan menerima setiap label clothing. Kualitas tetap dikedepankan, kalau perlu mencari sendiri clothing yang sesuai.
"Kita nggak nerima desain-desain yang lebih mengarah ke pornografi atau yang melanggar norma-norma," ujarnya
Dodi menuturkan memang tidak semua clothing-clothing tersebut mendapat sambutan baik. Kalau sudah seperti itu, Balze memberikan tenggat selama tiga bulan. Jika tidak laku dijual maka terpaksa dimasukan ke dalam gudang.
Hal itulah yang menjadi salah satu alasan clothing baru cepat gulung tikar. Belum muncul sudah tenggelam.
Ayo ngumpul di Forumbandung ngobrolin FO/Distro di Bandung.(ema/afz)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Dari Nitip Jadi Tempat Titipan
Ema Nur Arifah - detikBandung
Seperti halnya Blaze yang memulai usaha clothingnya hanya dengan memproduksi beberapa lusin t'shirt. Awalnya pun tanpa toko. Dodi, pengelola Blaze mengatakan, pemilik Blaze, Firdaus Patriaman, melalui label Bloodsheedrain, sejak 2002 memasarkan produknya dengan menitipkan pada distro-distro.
"Bisa dikatakan Blaze mulai dari nol," ungkap Dodi. Melihat label Blodsheedrain mendapat sambutan yang cukup hangat, maka dua tahun lalu, Blaze pun memiliki rumah sendiri di Jalan Sultan Agung Tirtayasa.
Jika sebelumnya Blaze menitipkan barangnya, setelah memiliki toko, gantian Blaze yang menjadi tempat penitipan clothing-clothing terutama yang skala kecil dengan jumlah produksi hanya beberapa lusin.
"Ya, saling mmebantulah. Toh kita juga awalnya dari nitip," papar Dodi.
Sekitar 40-60 clothing pun menitipkan produknya di Blaze. Meski dari sisi penjualan label Blaze, Bloodsheedrain tetap lebih unggul.
Setiap bulan, kata Dodi, pasti ada saja clothing baru yang ingin menitipkan barangnya. Tapi Blaze juga tidak sembarangan menerima setiap label clothing. Kualitas tetap dikedepankan, kalau perlu mencari sendiri clothing yang sesuai.
"Kita nggak nerima desain-desain yang lebih mengarah ke pornografi atau yang melanggar norma-norma," ujarnya
Dodi menuturkan memang tidak semua clothing-clothing tersebut mendapat sambutan baik. Kalau sudah seperti itu, Balze memberikan tenggat selama tiga bulan. Jika tidak laku dijual maka terpaksa dimasukan ke dalam gudang.
Hal itulah yang menjadi salah satu alasan clothing baru cepat gulung tikar. Belum muncul sudah tenggelam.
Ayo ngumpul di Forumbandung ngobrolin FO/Distro di Bandung.(ema/afz)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk





