Forum Bandung
- Green Kosmetik cantik dan... ladyhot13
- Info Belanja Bandung... ugichaos
- Jual aksesoris cewek mula... galletho
- All about HP... Fadey Jevera
- Toko... hishigi mibu
- Harga Gress & 2nd... nitnot
Berita Lain
-
Senin, 08/02/2010 11:27 WIB
Clothing Jakarta Jajal Pasar Bandung -
Rabu, 27/05/2009 10:11 WIB
Rangga Point
Buat Event Untuk Gaet Pasar -
Rabu, 27/05/2009 09:10 WIB
Rangga Point
Distro dan One Stop Shopping Baru -
Rabu, 31/12/2008 07:59 WIB
iHAQi, Dakwah Kreatif Lewat Kaos Oblong -
Sabtu, 20/12/2008 10:08 WIB
Gaun Simple untuk Pesta dari Sofie'sticated -
Jumat, 12/12/2008 12:20 WIB
Gandeng Band Indie Produksi Merchandise
Indeks Berita
Jumat, 05/12/2008 10:59 WIB
Nembak Kolektor Sebagai Celah Bisnis
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
"Jadi pengusaha kudu smart," ujar pemiliki distro Burner, Rama. Itulah kalimat kunci yang membuat Rama akhirnya tidak memilih usaha di bidang clothing yang begitu menjamur.
Penjualan merchandise band-band original luar negeri pun dipilihnya sebagai salah satu alternatif bisnis yang dinilainya masih cukup langka ini.
Awalnya dari hobi mengoleksi kaos-kaos musik. Karena hobinya itu Rama pun berpikir sekalian saja membuat usaha di bidang kaos-kaos merchandise, yang mendorongnya mendirikan Burner di Jalan Sultan Agung No 25.
Dengan menggaet sekitar 5 distributor kaos merchandise di Amerika Serikat, usaha ini memiliki tempat tersendiri. Setiap bulannya tak kurang dari 200 kaos atau lebih dikirim dari Amerika setiap bulannya.
"Pembelinya sangat segmented tapi loyal bahkan banyak diantaranya yang menjadi kolektor. Untuk para kolektor semakin langka semakin dicari dan harganya semakin mahal," ujarnya.
Namun di tengah krisis global keuangan sekarang ini, Rama mengaku berdampak pada usaha yang dirintisnya. "Kalau dollar naik, otomatis harga jualnya juga naik, tapi ini berpengruh pada penjualan. Tapi kalau tidak naik, gimana," ujar Rama. Untuk pajak saja, dalam satu kali pengiriman bisa mencapai sepertiga harga pembelian.
Namun Rama tetap optimistis usahanya akan terus menyala. Di samping karena usaha ini sebagai hobi, sasarannya adalah pecinta musik dan pemain musik yang sampai kapanpun tak akan pernah surut.
Ke depannya, Rama akan memfokuskan tokonya benar-benar khusus merchandise band. Produk-produk clothing lain yang saat ini dititipkan di tokonya di tahun 2009 akan ditiadakan.
Selain itu, nantinya Rama tak hanya akan fokus di merchandise band-band luar negeri tapi juga sedang mengusahakan merchandise band-band dalam negeri. Semuanya berlisensi dan bukan bajakan.(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Nembak Kolektor Sebagai Celah Bisnis
Ema Nur Arifah - detikBandung
Penjualan merchandise band-band original luar negeri pun dipilihnya sebagai salah satu alternatif bisnis yang dinilainya masih cukup langka ini.
Awalnya dari hobi mengoleksi kaos-kaos musik. Karena hobinya itu Rama pun berpikir sekalian saja membuat usaha di bidang kaos-kaos merchandise, yang mendorongnya mendirikan Burner di Jalan Sultan Agung No 25.
Dengan menggaet sekitar 5 distributor kaos merchandise di Amerika Serikat, usaha ini memiliki tempat tersendiri. Setiap bulannya tak kurang dari 200 kaos atau lebih dikirim dari Amerika setiap bulannya.
"Pembelinya sangat segmented tapi loyal bahkan banyak diantaranya yang menjadi kolektor. Untuk para kolektor semakin langka semakin dicari dan harganya semakin mahal," ujarnya.
Namun di tengah krisis global keuangan sekarang ini, Rama mengaku berdampak pada usaha yang dirintisnya. "Kalau dollar naik, otomatis harga jualnya juga naik, tapi ini berpengruh pada penjualan. Tapi kalau tidak naik, gimana," ujar Rama. Untuk pajak saja, dalam satu kali pengiriman bisa mencapai sepertiga harga pembelian.
Namun Rama tetap optimistis usahanya akan terus menyala. Di samping karena usaha ini sebagai hobi, sasarannya adalah pecinta musik dan pemain musik yang sampai kapanpun tak akan pernah surut.
Ke depannya, Rama akan memfokuskan tokonya benar-benar khusus merchandise band. Produk-produk clothing lain yang saat ini dititipkan di tokonya di tahun 2009 akan ditiadakan.
Selain itu, nantinya Rama tak hanya akan fokus di merchandise band-band luar negeri tapi juga sedang mengusahakan merchandise band-band dalam negeri. Semuanya berlisensi dan bukan bajakan.(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk



