Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Senin, 03/08/2009 09:29 WIB
Gelegar Nasi Bakar Halilintar -
Rabu, 22/07/2009 11:18 WIB
Bumbu Merah ala Hotel Jadi Andalan -
Rabu, 22/07/2009 09:57 WIB
Nasi Goreng yang Bikin Hati Enjoy -
Rabu, 09/07/2008 08:38 WIB
Racikan Rempah ala Nasi Edan -
Jumat, 04/07/2008 10:26 WIB
Bersantap Nasi Merah di Bawean
Indeks Berita
Kamis, 27/11/2008 11:40 WIB
Bingung Menu Makan Siang? Nimbel Yuk!
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Anda ingat sajian nasi hitamnya Nasi Kalong? Kalau hitamnya nasi kalong itu berasal dari rumput laut, tapi nasi hitam di Timbel Istiqomah asli berasal dari beras hitam.
Suami istri, Haidir (51) dan Dede (47) pemilik Timbel Istiqomah mengaku selalu mencari hal-hal baru yang bisa disajikan untuk para pelanggannya. "Dulu kita merintis timbel nasi merah. Karena sekarang sudah banyak cari lagi yang lain yaitu nasi hitam," tutur Dede.
Menurut Dede nasi hitam yang berasal dari beras hitam ini lebih jarang ditemukan dibandingkan beras putih atau beras merah. Sehingga dari segi harga pun lebih tinggi dibandingkan beras putih atau beras merah. Lebih mahal lagi karena dari penanaman sampai proses panennya lebih lama dari beras lainnya.
Soal gizi, Dede sedikit memaparkan kalau nasi hitam ini kandungan seratnya lebih tinggi dari beras merah yang sudah dikenal kaya akan serat. "Katanya sih bisa mengobati kolesterol dan diabetes," ujarnya.
Nasi hitam di Timbel Istiqomah diracik selayaknya nasi putih atau nasi merah. Dari butiran maupun rasa, nasi hitam tidak jauh beda dengan nasi biasa. Warnanya sedikit bergradasi, dari hitam pekat sampai agak memudar.
Jika sudah memilih nasi mana yang ingin disantap tinggal pilih lauknya sendiri. Untuk satu porsi timbel dengan isi nasi tambah ayam goreng, tahu dan tempe harganya Rp 10 ribu. Jika ingin porsi komplit yang ditambah ikan asin, ulukutek leunca dan lalapan harganya Rp 12 ribu.
Lauk lain seperti babat, paru, gepuk atau usus sapi pun bisa dinikmati. Aneka pepes dari mulai pepes ikan mas sampai pepes oncom dan tahu. Untuk minuman tersedia sop buah dan aneka jus. Ehm...nimbel yuk!
Mari berbagi pengalaman dan cerita kuliner Kota Bandung di Forumbandung(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Bingung Menu Makan Siang? Nimbel Yuk!
Ema Nur Arifah - detikBandung
Suami istri, Haidir (51) dan Dede (47) pemilik Timbel Istiqomah mengaku selalu mencari hal-hal baru yang bisa disajikan untuk para pelanggannya. "Dulu kita merintis timbel nasi merah. Karena sekarang sudah banyak cari lagi yang lain yaitu nasi hitam," tutur Dede.
Menurut Dede nasi hitam yang berasal dari beras hitam ini lebih jarang ditemukan dibandingkan beras putih atau beras merah. Sehingga dari segi harga pun lebih tinggi dibandingkan beras putih atau beras merah. Lebih mahal lagi karena dari penanaman sampai proses panennya lebih lama dari beras lainnya.
Soal gizi, Dede sedikit memaparkan kalau nasi hitam ini kandungan seratnya lebih tinggi dari beras merah yang sudah dikenal kaya akan serat. "Katanya sih bisa mengobati kolesterol dan diabetes," ujarnya.
Nasi hitam di Timbel Istiqomah diracik selayaknya nasi putih atau nasi merah. Dari butiran maupun rasa, nasi hitam tidak jauh beda dengan nasi biasa. Warnanya sedikit bergradasi, dari hitam pekat sampai agak memudar.
Jika sudah memilih nasi mana yang ingin disantap tinggal pilih lauknya sendiri. Untuk satu porsi timbel dengan isi nasi tambah ayam goreng, tahu dan tempe harganya Rp 10 ribu. Jika ingin porsi komplit yang ditambah ikan asin, ulukutek leunca dan lalapan harganya Rp 12 ribu.
Lauk lain seperti babat, paru, gepuk atau usus sapi pun bisa dinikmati. Aneka pepes dari mulai pepes ikan mas sampai pepes oncom dan tahu. Untuk minuman tersedia sop buah dan aneka jus. Ehm...nimbel yuk!
Mari berbagi pengalaman dan cerita kuliner Kota Bandung di Forumbandung(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)




