Berita Lain

Indeks Berita

Jumat, 21/11/2008 08:00 WIB
Taman Cibeunying, Jalur Hijau yang Berubah Fungsi
Ema Nur Arifah - detikBandung



Bandung - Tjibeunjing Plantsoen, itulah nama yang diberikan untuk Taman Cibeunying pada zaman Belanda. Berada di jalur Tjibeunjing Plantsoen Zuidstraat yang kini bernama Jalan Cibeunying Utara dan Selatan.

Meski bernama taman, fungsinya bukan benar-benar taman, tapi hutan kota yang penanamannya tidak teratur sebagai bagian dari jalur hijau yang memanjang dari Taman Cilaki ke Taman Bengawan.

Sekitar tahun 1920-an sepanjang Taman Cilaki sampai Taman Bengawan memang diperuntukkan sebagai "jalur hijau", penyangga berkembangnya pemukiman baru di sepanjang Jalan Riau.

Awalnya, taman-taman tersebut bersambung dalam satu jalur. Namun ketika ada gedung dan perumahan taman menjadi terpotong-potong. Taman-taman yang semula berfungsi sebagai hutan kota berubah menjadi lahan bisnis. Diantaranya digunakan untuk bursa tanaman hias, pasar loak dan SPBU.

Taman Cibeunying diubah menjadi bursa tanaman hias sekitar tahun 1980-an oleh Walikota Bandung kala itu Ateng Wahyudi. Rimbunnya pepohonan Tjibeunjing Plantsoen berganti menjadi kios-kios tanaman yang menyuguhkan tanaman dalam ragam jenis dan warna.

Dalam sebuah prasasti yang terletak di bagian depan taman tertulis peresmian taman ini dilakukan September 1986 dengan nama Taman PKK Cibeunying.

Dituturkan seorang pedagang tanaman hias, Yayat Abdul Musafar yang sudah sejak awal berjualan tanaman hias di tempat ini, sebelum taman diubah jadi tempat pedagang tanaman hias, lahannya masih berupa hutan kota dengan pepohonan yang tidak beraturan.

"Walikota menginginkan adanya jalur hijau maka diubahlah tempat ini untuk para pedagang tanaman hias," tutur Yayat. Yayat sendiri adalah pedagang tanaman hias pindahan dari Jalan Seram. Awalnya hanya sekelompok pedagang dari Jalan Seram yang berjualan di tempat ini. Tapi makin lama pedagang makin bertambah. Saat ini ada sekitar 45 pedagang tanaman hias di tempat ini.

Yayat mengaku ketika para pedagang diberikan ruang untuk berjualan di tempat ini sekaligus diberikan tanggung jawab untuk merawat tanaman di Taman Cilaki sampai ke Taman Bengawan. Para pedagang pun tidak dikenakan biaya sewa dan hanya membayar retribusi.

Di depan taman ini, terdapat deretan tenda-tenda makanan yang akan mulai aktif ketika petang datang. Seiring dengan mulai sepinya kios-kios tanaman hias di tempat ini.




Ngobrol asyik tempat-tempat wisata Bandung di Forumbandung, ayo gabung!(ema/lom)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Foto Lain


Baca juga :