Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Sabtu, 07/11/2009 16:27 WIB
LIPI Rilis IGN 2009 -
Sabtu, 07/11/2009 15:19 WIB
300 Mahasiswa HI Unpad Gelar Karnaval -
Sabtu, 07/11/2009 15:02 WIB
Guru TK Ramaikan Origami Festival -
Sabtu, 07/11/2009 13:15 WIB
Polemik Tangkuban Parahu
Chay: Libatkan Masyarakat Lokal! -
Sabtu, 07/11/2009 12:38 WIB
Pabrik Sabu Miliaran Rupiah Digerebek
Sampel Bahan Baku Diperiksa Lebih Lanjut di Jakarta -
Sabtu, 07/11/2009 11:19 WIB
Masalah Cekungan Bandung, Bagai Katak Dalam Panci
Indeks Berita
Rabu, 19/11/2008 18:22 WIB
'Desain Pembangunan Baksil Masih Bisa Berubah'
Andri Haryanto - detikBandung

Juniarso Ridwan
Bandung -
Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung Juniarso Ridwan menyatakan konsep desain pengembangan kawasan Baksil oleh PT Esa Gemilang Indah (Istana Group) masih bisa berubah, tergantung dari hasil evaluasi pembangunan kawasan komersil di Baksil.
"Kita baru mendengarkan aspirasi dan keluhan dari kalangan arsitek, hukum, akademisi dan profesi, dan kemungkinan desainnya bisa berubah," ujar Juniarso Ridwan, di sela-sela diskusi dan workshop Revitalisasi Kawasan Tamansari dan Lembah Cikapundung, di Gedung Indonesia Menggugat, Rabu (19/11/2008).
Perubahan desain, tambah Juniarso, tergantung dari evaluasi yang sedang berlangsung dengan pihak-pihak terkait. "Semuanya baru dievaluasi, nanti bisa berubah setelah evaluasi," tandas Juniarso.
Di tempat yang sama, anggota dewan pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS), Sobirin Supardiyono menyatakan masyarakat harus dilibatkan dalam perencanaan pembangunan kawasan Baksil.
"Itu kan keinginan mereka (pemerintah dan pengembang-red) untuk membangun Baksil, belum tentu juga keinginan rakyat," ujar Sobirin. Karenanya, Sobirin meminta pemerintah mengajak duduk bersama warga untuk membicarakan revitalisasi kawasan Baksil.
Sebelumnya PT EGI memaparkan pembangunan di kawasan Baksil akan menggunakan 20 persen dari 3,8 hektare atau 760 meter persegi untuk pembangunan rumah makan, wahana bermain anak, galeri seni, dan ampi teater.
Lahan yang akan dipakai tersebut, bukan hanya lahan lama bekas rumah makan Baksil yang dulu terbakar, namun juga lahan baru yang berada di luar bekas rumah makan di Baksil.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung(ahy/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
'Desain Pembangunan Baksil Masih Bisa Berubah'
Andri Haryanto - detikBandung

Juniarso Ridwan
"Kita baru mendengarkan aspirasi dan keluhan dari kalangan arsitek, hukum, akademisi dan profesi, dan kemungkinan desainnya bisa berubah," ujar Juniarso Ridwan, di sela-sela diskusi dan workshop Revitalisasi Kawasan Tamansari dan Lembah Cikapundung, di Gedung Indonesia Menggugat, Rabu (19/11/2008).
Perubahan desain, tambah Juniarso, tergantung dari evaluasi yang sedang berlangsung dengan pihak-pihak terkait. "Semuanya baru dievaluasi, nanti bisa berubah setelah evaluasi," tandas Juniarso.
Di tempat yang sama, anggota dewan pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS), Sobirin Supardiyono menyatakan masyarakat harus dilibatkan dalam perencanaan pembangunan kawasan Baksil.
"Itu kan keinginan mereka (pemerintah dan pengembang-red) untuk membangun Baksil, belum tentu juga keinginan rakyat," ujar Sobirin. Karenanya, Sobirin meminta pemerintah mengajak duduk bersama warga untuk membicarakan revitalisasi kawasan Baksil.
Sebelumnya PT EGI memaparkan pembangunan di kawasan Baksil akan menggunakan 20 persen dari 3,8 hektare atau 760 meter persegi untuk pembangunan rumah makan, wahana bermain anak, galeri seni, dan ampi teater.
Lahan yang akan dipakai tersebut, bukan hanya lahan lama bekas rumah makan Baksil yang dulu terbakar, namun juga lahan baru yang berada di luar bekas rumah makan di Baksil.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung(ahy/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk





