Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Sabtu, 07/11/2009 16:27 WIB
LIPI Rilis IGN 2009 -
Sabtu, 07/11/2009 15:19 WIB
300 Mahasiswa HI Unpad Gelar Karnaval -
Sabtu, 07/11/2009 15:02 WIB
Guru TK Ramaikan Origami Festival -
Sabtu, 07/11/2009 13:15 WIB
Polemik Tangkuban Parahu
Chay: Libatkan Masyarakat Lokal! -
Sabtu, 07/11/2009 12:38 WIB
Pabrik Sabu Miliaran Rupiah Digerebek
Sampel Bahan Baku Diperiksa Lebih Lanjut di Jakarta -
Sabtu, 07/11/2009 11:19 WIB
Masalah Cekungan Bandung, Bagai Katak Dalam Panci
Indeks Berita
Rabu, 19/11/2008 17:17 WIB
Fabric Sourcing Handbook Bantu Garmen Tingkatkan Daya Saing
Andrian Fauzi - detikBandung

Bandung -
Para pelaku industri garmen dapat angin segar di tengah terpaan badai krisis global. Garment Patnership Indonesia (GPI) meluncurkan buku 'Fabric Sourcing Handbook' untuk memperkuat daya saing industri garmen Indonesia.
Dalam buku seharga Rp 500 ribu ini berisi semua informasi mengenai tekstil, mulai dari teknologi pembuatannya hingga referensi contoh kain yang dihasilkan dan database pemasoknya.
"Buku ini dimaksudkan untuk membantu mempermudah para pelaku industri garmen dalam melakukan sourcing kain. Dalam buku petunjuk tersebut memberikan informasi mengenai tekstil. Mulai dari teknologi pembuatannya, referensi contoh kain serta database para pemasoknya," ujar Ketua Tim Penyusun 'Fabric Sourcing Handbook' Sunaryo dalam acara seminar dan peluncuran 'Fabric Sourcing Handbook' di Gedung Serba Guna (GSG) Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STT Tekstil), Jalan Jakarta, Rabu (19/11/2008).
Sunaryo juga menambahkan perputaran tren busana dunia yang semakin cepat membuat negara produsen baru bermunculan. Negara produsen baru, mampu menghasilkan garmen yang berkualitas dalam waktu singkat dan harga yang bersaing.
"Saat ini, para pembeli garmen di seluruh dunia cenderung memilih rekanan yang mampu memenuhi permintaan mereka. Lead time (waktu pengiriman ke pembeli - red) yang diterima semakin pendek, kini para pembeli garmen dunia menuntut waktu 32 hari setelah order dibuat," papar Sunaryo.
Dalam kesempatan yang sama, Garment Industry Advisor SENADA Ferry Dzulkifli mengungkapkan, berdasarkan studi yang dilakukan oleh SENADA, para merchandiser atau staf pembelian perusahaan garmen tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai jenis-jenis kain, struktur dan konstruksi kain serta pemasok kain.
"Handbook ini akan menuntun merchandiser sehingga lebih cepat melakukan pengadaan kain. Fabric Sourcing Division dari sebuah perusahaan memegang peranan penting dalam menyeleksi kain dan pemasok," kata Ferry.
Hadir pula dalam acara tersebut adalah Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jabar Ade Sudrajat dan para pelaku bisnis. Tak hanya seminar dan peluncuran buku saja, acara yang diprakarsai oleh GPI ini juga memfalitasi pelaku bisnis tekstil dengan industri garmen dan industri pendukung lainnya.
GPI adalah kerjasama antara berbagai pemangku kepentingan dalam industri garmen yang diinisiasi oleh SENADA, sebuah proyek yang didanai oleh United States Agency for International Development (USAID).(afz/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Fabric Sourcing Handbook Bantu Garmen Tingkatkan Daya Saing
Andrian Fauzi - detikBandung

Dalam buku seharga Rp 500 ribu ini berisi semua informasi mengenai tekstil, mulai dari teknologi pembuatannya hingga referensi contoh kain yang dihasilkan dan database pemasoknya.
"Buku ini dimaksudkan untuk membantu mempermudah para pelaku industri garmen dalam melakukan sourcing kain. Dalam buku petunjuk tersebut memberikan informasi mengenai tekstil. Mulai dari teknologi pembuatannya, referensi contoh kain serta database para pemasoknya," ujar Ketua Tim Penyusun 'Fabric Sourcing Handbook' Sunaryo dalam acara seminar dan peluncuran 'Fabric Sourcing Handbook' di Gedung Serba Guna (GSG) Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STT Tekstil), Jalan Jakarta, Rabu (19/11/2008).
Sunaryo juga menambahkan perputaran tren busana dunia yang semakin cepat membuat negara produsen baru bermunculan. Negara produsen baru, mampu menghasilkan garmen yang berkualitas dalam waktu singkat dan harga yang bersaing.
"Saat ini, para pembeli garmen di seluruh dunia cenderung memilih rekanan yang mampu memenuhi permintaan mereka. Lead time (waktu pengiriman ke pembeli - red) yang diterima semakin pendek, kini para pembeli garmen dunia menuntut waktu 32 hari setelah order dibuat," papar Sunaryo.
Dalam kesempatan yang sama, Garment Industry Advisor SENADA Ferry Dzulkifli mengungkapkan, berdasarkan studi yang dilakukan oleh SENADA, para merchandiser atau staf pembelian perusahaan garmen tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai jenis-jenis kain, struktur dan konstruksi kain serta pemasok kain.
"Handbook ini akan menuntun merchandiser sehingga lebih cepat melakukan pengadaan kain. Fabric Sourcing Division dari sebuah perusahaan memegang peranan penting dalam menyeleksi kain dan pemasok," kata Ferry.
Hadir pula dalam acara tersebut adalah Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jabar Ade Sudrajat dan para pelaku bisnis. Tak hanya seminar dan peluncuran buku saja, acara yang diprakarsai oleh GPI ini juga memfalitasi pelaku bisnis tekstil dengan industri garmen dan industri pendukung lainnya.
GPI adalah kerjasama antara berbagai pemangku kepentingan dalam industri garmen yang diinisiasi oleh SENADA, sebuah proyek yang didanai oleh United States Agency for International Development (USAID).(afz/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk





