Forum Bandung
- Budak anyar hayang kenala... khebot
- Konseling Via Yahoo messe... kwong
- Susu High Protein Untuk Y... CrypTyC
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Jumat, 05/06/2009 17:20 WIB
Entrepreneur Wanna Be Blogging Contest Diperpanjang -
Kamis, 04/06/2009 09:13 WIB
Unpad Raih Jawara 1 Campaign Competition -
Selasa, 02/06/2009 15:03 WIB
Pemenang Kuis Adu HoKi
Modem USB untuk Anggota Aleut -
Selasa, 02/06/2009 08:15 WIB
Entrepreneur Wanna Be Blogging Contest
Laptop Gratis untuk Entrepreneur Muda -
Senin, 01/06/2009 11:46 WIB
Garage Show with Mocca
Detik-detik Menuju Tour Thailand-Korea -
Sabtu, 30/05/2009 09:50 WIB
Adu Hobi Rebut Rejeki, Berani?
Indeks Berita
Selasa, 11/11/2008 14:05 WIB
Senyummu Membuat Aku Nyaman Makan
Ucok - detikBandung
Bandung -
Beberapa waktu lalu saya makan malam di Rumah Makan Sari Bundo di dekat Taman Pramuka di Jalan RE Martadinata, Bandung. Waktu itu saya tidak sadar lupa membawa dompet dan tidak bawa uang. Untunglah, kasirnya dengan senyum ramah menenangkan saya yang kadung salah tingkah. Makan pun nyaman.
Hari persisnya saya lupa. Tetapi pengalaman ini benar-benar berkesan. Tempat makannya tidaklah mewah. Menu yang tersedia khas masakan Padang. Hanya saja dihidangkan prasmanan. Konsumen mengambil makanan lebih dulu, baru kemudian ke kasir untuk membayar.
Saya ingat, menu yang saya ambil adalah ayam gulai, terung sambal dan telur. Kalau tidak salah, harganya tidak sampai 15 ribu rupiah.
Ketika saya hendak membayar, barulah sadar saya tidak bawa uang. "Wah, dompet saya tinggal mbak," ujar saya dengan wajah yang tak jelas bentuknya, kepada kasir yang adalah seorang wanita berpenampilan rapi.
Tanpa membuat saya bertambah merasa tidak enak, sang kasir menenangkan saya. "Tidak apa-apa pak. Silakan makan saja, nanti-nanti saja dibayarnya."
Tentu saja untuk mengembalikan makanan tidak mungkin, karena nasi dan lauknya sudah bercampur dengan kuah. Tetapi lagi-lagi kasir tadi meyakinkan saya. Terasa ketulusan dalam kata-katanya. Bahkan dia menawarkan minum, dan saya memang dari awal berniat memesan dua teh botol dingin.
Sambil membawa makanan ke meja, saya benar-benar terkesan dengan layanan yang saya terima. Selain oleh kasir tadi, minuman yang saya pesan dengan segera datang.
Saya kemudian menelepon teman kantor saya. Sambil menawarkan untuk saya traktir makan malam yang ternyata ditolaknya karena sudah makan, saya kemudian meminta tolong dia untuk mengantar dompet yang saya yakin tinggal di laci meja. Respon pertama teman saya tentu saja tertawa "ngakak". Jarak rumah makan Sari Bundo ke kantor saya memang tidak jauh, kurang dari 10 menit naik motor.
Saat saya menikmati makanan, teman saya datang. Perasaan saya pun semakin tenang. Setelah selesai, saya membayar tagihannya. Tidak sampai 20 ribu rupiah. Saya kemudian mengeluarkan kendaraan dari parkiran, petugas parkir rumah makan juga membantu dengan sigap. Uang seribu rupiah yang saya sodorkan ditolaknya. "Parkir gratis, pak".
Mantap! Saya benar-benar mendapatkan contoh pelayanan yang istimewa meski bukan di rumah makan mewah. Kalau ada teman yang mau makan ditempat "biasa", saya sudah tahu akan membawanya ke mana.
Ucok
kapten_sounders@yahoo.com
Jalan Lombok, Bandung(lom/lom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Senyummu Membuat Aku Nyaman Makan
Ucok - detikBandung
Hari persisnya saya lupa. Tetapi pengalaman ini benar-benar berkesan. Tempat makannya tidaklah mewah. Menu yang tersedia khas masakan Padang. Hanya saja dihidangkan prasmanan. Konsumen mengambil makanan lebih dulu, baru kemudian ke kasir untuk membayar.
Saya ingat, menu yang saya ambil adalah ayam gulai, terung sambal dan telur. Kalau tidak salah, harganya tidak sampai 15 ribu rupiah.
Ketika saya hendak membayar, barulah sadar saya tidak bawa uang. "Wah, dompet saya tinggal mbak," ujar saya dengan wajah yang tak jelas bentuknya, kepada kasir yang adalah seorang wanita berpenampilan rapi.
Tanpa membuat saya bertambah merasa tidak enak, sang kasir menenangkan saya. "Tidak apa-apa pak. Silakan makan saja, nanti-nanti saja dibayarnya."
Tentu saja untuk mengembalikan makanan tidak mungkin, karena nasi dan lauknya sudah bercampur dengan kuah. Tetapi lagi-lagi kasir tadi meyakinkan saya. Terasa ketulusan dalam kata-katanya. Bahkan dia menawarkan minum, dan saya memang dari awal berniat memesan dua teh botol dingin.
Sambil membawa makanan ke meja, saya benar-benar terkesan dengan layanan yang saya terima. Selain oleh kasir tadi, minuman yang saya pesan dengan segera datang.
Saya kemudian menelepon teman kantor saya. Sambil menawarkan untuk saya traktir makan malam yang ternyata ditolaknya karena sudah makan, saya kemudian meminta tolong dia untuk mengantar dompet yang saya yakin tinggal di laci meja. Respon pertama teman saya tentu saja tertawa "ngakak". Jarak rumah makan Sari Bundo ke kantor saya memang tidak jauh, kurang dari 10 menit naik motor.
Saat saya menikmati makanan, teman saya datang. Perasaan saya pun semakin tenang. Setelah selesai, saya membayar tagihannya. Tidak sampai 20 ribu rupiah. Saya kemudian mengeluarkan kendaraan dari parkiran, petugas parkir rumah makan juga membantu dengan sigap. Uang seribu rupiah yang saya sodorkan ditolaknya. "Parkir gratis, pak".
Mantap! Saya benar-benar mendapatkan contoh pelayanan yang istimewa meski bukan di rumah makan mewah. Kalau ada teman yang mau makan ditempat "biasa", saya sudah tahu akan membawanya ke mana.
Ucok
kapten_sounders@yahoo.com
Jalan Lombok, Bandung(lom/lom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
