- [SHARE INFO] Bagaimana Me... hackersmooth88
- masuk ke PC orang lain... allegro
- Seting mail pop3 mengguna... irwancom
- Daftar blog-blog kamu di ... erwin_pikko
- Daftar e Wifi gratis Nang... aktavianto
- [Phreaking]moga aja gag d... allegro
Berita Lain
-
Sabtu, 03/01/2009 13:07 WIB
Merchandise Topang 75 Persen Keuangan Brotherhood -
Sabtu, 03/01/2009 08:59 WIB
Cari Merchandise Brotherhood? Datang Saja ke Braga -
Kamis, 01/01/2009 11:30 WIB
Trilogi Menuju Bandung 200 Tahun -
Kamis, 01/01/2009 09:33 WIB
KPB, Wadah Apresiasi Para Fotografer -
Selasa, 30/12/2008 08:41 WIB
Blogger Peduli Anak Yatim Piatu
Voucher 15 Ribu dan Senyuman Anak-anak -
Selasa, 30/12/2008 08:13 WIB
Peduli Yatim Piatu, Blogger Bandung Undang Makan Panti Asuhan
Indeks Berita
Selasa, 11/11/2008 12:03 WIB
Cergamis Bandung Masih Tiru Gaya Komik Jepang
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Meskipun industri komik di Bandung sudah berkembang pesat. Cukup disayangkan secara visual belum memiliki identitas sendiri. Cergamis Bandung masih meniru gaya komik Jepang atau manga.
"Sangat disesalkan gayanya masih meniru gaya komik Jepang," jelas Dewan Konsorsium Komunitas Cergam Bandung (KCB) Manyala, Gideon K Frederich (26). Gideon menuturkan saat ini cergamis Bandung memang masih dala tahap meniru. Untuk menuju kemapanan menentukan gaya sendiri memerlukan proses yang cukup lama.
Lebih lanjut Gideon menuturkan komik-komik yang pernah dibuat di Indonesia misalnya tentang pewayangan pun merupakan salah satu bentuk peniruan.
Gideon pun mengungkapkan sampai saat ini komik-komik yang diterbitkan lebih banyak yang sifatnya komersil daripada idealis. Misalnya Gideon yang sudah menggarap 30 komik atas permintaan sebuah perusahaan penerbitan. Dari ke-30 komiknya, hanya satu komik yang bernada idealis, murni buah pikirannya. Akhirnya karena tidak ada perusahaan yang menerbitkan maka dia pun menerbitkannya sendiri alias independen.
Bagi Gideon sendiri komik secara visual adalah untuk mengekspresikan diri. Dengan komik dirinya bisa menyalurkan cerita-cerita yang sifatnya lebih pribadi melalui gambar. "Komik salah satu cara untuk eksistensi diri," tandasnya.
Kabar-kabar komunitas di Bandung ada di Forumbandung.(ema/afz)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Cergamis Bandung Masih Tiru Gaya Komik Jepang
Ema Nur Arifah - detikBandung
"Sangat disesalkan gayanya masih meniru gaya komik Jepang," jelas Dewan Konsorsium Komunitas Cergam Bandung (KCB) Manyala, Gideon K Frederich (26). Gideon menuturkan saat ini cergamis Bandung memang masih dala tahap meniru. Untuk menuju kemapanan menentukan gaya sendiri memerlukan proses yang cukup lama.
Lebih lanjut Gideon menuturkan komik-komik yang pernah dibuat di Indonesia misalnya tentang pewayangan pun merupakan salah satu bentuk peniruan.
Gideon pun mengungkapkan sampai saat ini komik-komik yang diterbitkan lebih banyak yang sifatnya komersil daripada idealis. Misalnya Gideon yang sudah menggarap 30 komik atas permintaan sebuah perusahaan penerbitan. Dari ke-30 komiknya, hanya satu komik yang bernada idealis, murni buah pikirannya. Akhirnya karena tidak ada perusahaan yang menerbitkan maka dia pun menerbitkannya sendiri alias independen.
Bagi Gideon sendiri komik secara visual adalah untuk mengekspresikan diri. Dengan komik dirinya bisa menyalurkan cerita-cerita yang sifatnya lebih pribadi melalui gambar. "Komik salah satu cara untuk eksistensi diri," tandasnya.
Kabar-kabar komunitas di Bandung ada di Forumbandung.(ema/afz)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk



