Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Jumat, 24/07/2009 10:57 WIB
Ada Sate Domba Afrika di Cihampelas -
Senin, 10/11/2008 06:59 WIB
Sate Hadori, Berjuang Sejak Jaman Jepang -
Selasa, 21/10/2008 09:08 WIB
Sate Kuda Tingkatkan Vitalitas Seksual -
Selasa, 21/10/2008 08:17 WIB
Eksotisme Daging Kuda di Jalan Veteran -
Rabu, 30/07/2008 08:54 WIB
Kisah Sate Keliling Dari Cimandiri
Indeks Berita
Senin, 10/11/2008 08:57 WIB
Empuk-empuk Sate Kambing Hadori
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Kalau mau tanya di mana sate yang enak di Bandung? Sate Hadori pasti salah satu yang disebut. Tempat makan khas sate kambing yang ada di Stasiun Hall ini memang sudah banyak penggemarnya. Empuknya daging kambing dalam sajian sate, tongseng maupun gulenya mungkin yang membuat pelanggan enggan untuk beralih ke tempat sate yang lainnya.
Ciri khas Sate Hadori adalah daging kambing yang disebut sineret. Yaitu daging di bagian paha yang dikenal dengan keempukannya.
Selain sineret ada lamusir yang teksturnya tidak selembut sineret. Biarpun harga dan tektur berbeda kalau masalah rasa dua jenis bagian daging ini sama enaknya.
Di Sate Hadori daging-daging untuk membuat sate disajikan dalam keadaan segar. Pembeli bisa langsung melihat daging-daging mentah yang tergantung sekaligus mengikuti proses pemotongan daging menjadi kecil-kecil untuk dibuat sate.
Bukan hanya itu, pembeli juga bisa memilih bagian-bagian daging yang diinginkan. Termasuk jika tidak menginginkan bagian lemak daging yang biasa diselipkan dalam tusukan sate. Bagian urat daging tidak ikut diambil agar daging tidak terasa alot.
Dalam satu hari, Sate Hadori bisa menghabiskan 70 kilogram daging kambing. Akhir pekan tentulah lebih banyak yakni antara 80-90 kilogram.
Selain sate kambing, ada tongseng, sop kambing, gule, dan sup sumsum kambing. Satu porsinya Rp 20 ribu. Jika tambah nasi Rp 22 ribu. Untuk daging sineret satu porsinya Rp 25 ribu. Sate disajikan terpisah dengan bumbu kacang dan bumbu kecap pedas bercampur bawang dan sebakul nasi.
Pengelola Sate Hadori, Wawan Hadori (58) mengatakan pelanggan Sate Hadori banyak yang datang dari kalangan pejabat. Mantan Gubernur Ali Sadikin termasuk salah satu pelanggan yang dulu tidak pernah absen makan di Sate Hadori.
Namun Wawan mengaku maraknya penjual sate di Kota Bandung memang membuat pelanggan Sate Hadori sedikit menurun. Termasuk alasan lokasinya yang sering terkena macet karena dekat dengan Stasiun Hall. Namun hal itu tidak membuat Sate Hadori terlupakan. Terbukti sampai saat ini, setelah berusia puluhan tahun kelezatan Sate Hadori tetap dicari.
Informasi kelezatan Sate Hadori itu pula yang membuat Seto (35) warga Pangandaran sengaja berkunjung ke Sate Hadori bersama kawan-kawannya. "Enak," komentar Seto sambil mengacungkan jempolnya.
Kelezatan Sate Hadori bisa dinikmati dari mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB. Selain menikmati Sate Hadori saat dini hari anda juga bisa menikmati perkedel bondon yang letaknya berdekatan dengan Sate Hadori. Mantabs bukan?!
Mari berbagi pengalaman dan cerita kuliner Kota Bandung di Forumbandung.
(ema/afz)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Empuk-empuk Sate Kambing Hadori
Ema Nur Arifah - detikBandung
Ciri khas Sate Hadori adalah daging kambing yang disebut sineret. Yaitu daging di bagian paha yang dikenal dengan keempukannya.
Selain sineret ada lamusir yang teksturnya tidak selembut sineret. Biarpun harga dan tektur berbeda kalau masalah rasa dua jenis bagian daging ini sama enaknya.
Di Sate Hadori daging-daging untuk membuat sate disajikan dalam keadaan segar. Pembeli bisa langsung melihat daging-daging mentah yang tergantung sekaligus mengikuti proses pemotongan daging menjadi kecil-kecil untuk dibuat sate.
Bukan hanya itu, pembeli juga bisa memilih bagian-bagian daging yang diinginkan. Termasuk jika tidak menginginkan bagian lemak daging yang biasa diselipkan dalam tusukan sate. Bagian urat daging tidak ikut diambil agar daging tidak terasa alot.
Dalam satu hari, Sate Hadori bisa menghabiskan 70 kilogram daging kambing. Akhir pekan tentulah lebih banyak yakni antara 80-90 kilogram.
Selain sate kambing, ada tongseng, sop kambing, gule, dan sup sumsum kambing. Satu porsinya Rp 20 ribu. Jika tambah nasi Rp 22 ribu. Untuk daging sineret satu porsinya Rp 25 ribu. Sate disajikan terpisah dengan bumbu kacang dan bumbu kecap pedas bercampur bawang dan sebakul nasi.
Pengelola Sate Hadori, Wawan Hadori (58) mengatakan pelanggan Sate Hadori banyak yang datang dari kalangan pejabat. Mantan Gubernur Ali Sadikin termasuk salah satu pelanggan yang dulu tidak pernah absen makan di Sate Hadori.
Namun Wawan mengaku maraknya penjual sate di Kota Bandung memang membuat pelanggan Sate Hadori sedikit menurun. Termasuk alasan lokasinya yang sering terkena macet karena dekat dengan Stasiun Hall. Namun hal itu tidak membuat Sate Hadori terlupakan. Terbukti sampai saat ini, setelah berusia puluhan tahun kelezatan Sate Hadori tetap dicari.
Informasi kelezatan Sate Hadori itu pula yang membuat Seto (35) warga Pangandaran sengaja berkunjung ke Sate Hadori bersama kawan-kawannya. "Enak," komentar Seto sambil mengacungkan jempolnya.
Kelezatan Sate Hadori bisa dinikmati dari mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB. Selain menikmati Sate Hadori saat dini hari anda juga bisa menikmati perkedel bondon yang letaknya berdekatan dengan Sate Hadori. Mantabs bukan?!
Mari berbagi pengalaman dan cerita kuliner Kota Bandung di Forumbandung.
(ema/afz)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




