Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 14/10/2009 15:46 WIB
Blogvaganza
Tak Mau Kalah, Guru Pun Ngeblog -
Senin, 12/10/2009 11:24 WIB
Bandung Music Playlist
Dapatkan Semangat dari Electrospirit -
Senin, 05/10/2009 09:18 WIB
In Line Skate Community -
Jumat, 25/09/2009 16:16 WIB
Surat Terbuka untuk Walikota -
Sabtu, 12/09/2009 14:35 WIB
Korban Gempa di Batujajar Belum Terjamah -
Minggu, 06/09/2009 13:41 WIB
Paskhas Gelar Bakti Sosial untuk Korban Gempa
Indeks Berita
Rabu, 15/10/2008 12:23 WIB
Hampir Ditinggal Baraya Travel di Rest Area Km 57
Pengirim: Maria - detikBandung
Bandung -
Hari Jumat, 10 Oktober 2008 saya menggunakan travel Baraya keberangkatan pukul 20.00 WIB dari pool Melawai menuju Siliwangi - Bandung. Bersama suami saya, kami duduk tepat di bangku no 4 & 5 (tepat di belakang pengemudi).
Di dalam perjalanan saya dan suami sempat tertidur, sampai di rest area km 57 (Karawang). Seperti biasa setahu saya, mobil Baraya Travel pasti mengisi bensin, dan saya pun menggunakan waktu tersebut untuk buang air kecil. Saya dan suami saya turun, di mana suami saya sudah manghampiri dan memberitahu kepada supirnya.
Setelah selesai, kami langsung menuju ke mobil yang kami tumpangi tadi. Tiba-tiba kami melihat mobil tersebut jalan. Saya dan suami berpikir, hanya memajukan mobil, karena ada antrian mobil lain dibelakang (kadang-kadang seperti itu jika naik travel baraya yang lain). Ternyata mobil itu bukannya berhenti malah melaju semakin cepat, menuju pintu keluar.
Kami yang saat itu sedang berjalan cepat, langsung berlari mengejar mobil tersebut, sambil berteriak-teriak memanggil dan melambaikan tangan. Mobil bukannya berhenti malah melaju lebih cepat.
Saat itu saya kesal sekali, dan yang terpikir di kepala saya barang2 berikut dengan dompet dan handphone saya yang masih ada di dalam tas di mobil tersebut. Saya terus mengejar sampai di belokan pintu keluar, saat itu mobil tersebut ternyata berhenti, dan hanya memundurkan sedikit mobilnya. Saya harus berlari lagi menghampiri.
Kesal dan bercampur kecewa. Saya tidak mengerti apa maksud dari si pengemudi itu. Saat masuk saya langsung menegur si pengemudi, "Gimana sih pak, kok main tinggal aja", tapi seperti tidak mendengar apa-apa si pengemudi cuek saja tanpa meminta maaf.
Saya semakin kesal sekali. Tapi saya berpikir jika saya memarahi si pengemudi terus, maka perjalanan bisa terhambat (kasihan penumpang lain), dan takutnya pengemudi malah menyupir ugal-ugalan. Maka saya menahan emosi, dan mengirimkan sms keluhan kepada sms complaint center yang tertempel di kaca pintu kiri. Dengan harapan ada feed back dari Baraya Management.
Sesampainya di Bandung, saya sengaja menghapiri si pengemudi, sambil melihat plat nomor mobilnya (sayangnya saat itu sudah malam, jadi tidak begitu jelas, dan saya tidak sempat mengambil foto plat nomor mobilnya). Si supir yang setelah membuka bagasi langsung pergi saja, lagi tanpa mengucap kata maaf.
Sampai hari ini pun belum ada tanggapan dari pihak Baraya Travel (yang saya sms tadi). Jujur saya benar-benar merasa kecewa sekali, tidak ada kesopanan dari pengemudi, dan pihak Baraya pun tidak ada tanggapan sama sekali. Apa kata maaf saja berat untuk di ucapkan demi sebuah nama besar Travel Baraya?
Saya sebagai pelanggan Baraya Travel (yang cukup intens menggunakan jasa travel ini), benar-benar kecewa. Bukan berarti karena kami bayar lebih murah (dibanding dengan travel lainnya), lalu kami diperlakukan seperti itu.
Sampai saat ini pun saya tidak tahu apa maksud si supir lalai tersebut. Apa tidak ada pemberitahuan dari management Baraya kepada supir untuk mengecek kembali penumpang saat akan berangkat, setelah berhenti di rest area? Apalagi saya dan suami duduk di baris belakang si supir! Buat apa ditempel pemberitahuan sms complaint center, jika tidak ditanggapi? Hanya untuk pajangan saja?
Sekian dari saya, dan untuk mengingatkan kepada penumpang lain agar selalu berhati-hati jika menggunakan Travel Baraya, supaya tidak mengalami hal yang sama seperti saya dan suami. Dengan mengabaikan keluhan dua orang penumpang mungkin tidak berarti bagi Baraya Travel yang sudah punya nama besar. Tapi perlu diingat, seribu penumpang berawal dari satu penumpang.
Terimakasih untuk detik.com yang telah menerbitkan artikel ini.
Maria: ochalove26@yahoo.com
Jalan Kalijati 2 No.2 Antapani(lom/lom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Hampir Ditinggal Baraya Travel di Rest Area Km 57
Pengirim: Maria - detikBandung
Di dalam perjalanan saya dan suami sempat tertidur, sampai di rest area km 57 (Karawang). Seperti biasa setahu saya, mobil Baraya Travel pasti mengisi bensin, dan saya pun menggunakan waktu tersebut untuk buang air kecil. Saya dan suami saya turun, di mana suami saya sudah manghampiri dan memberitahu kepada supirnya.
Setelah selesai, kami langsung menuju ke mobil yang kami tumpangi tadi. Tiba-tiba kami melihat mobil tersebut jalan. Saya dan suami berpikir, hanya memajukan mobil, karena ada antrian mobil lain dibelakang (kadang-kadang seperti itu jika naik travel baraya yang lain). Ternyata mobil itu bukannya berhenti malah melaju semakin cepat, menuju pintu keluar.
Kami yang saat itu sedang berjalan cepat, langsung berlari mengejar mobil tersebut, sambil berteriak-teriak memanggil dan melambaikan tangan. Mobil bukannya berhenti malah melaju lebih cepat.
Saat itu saya kesal sekali, dan yang terpikir di kepala saya barang2 berikut dengan dompet dan handphone saya yang masih ada di dalam tas di mobil tersebut. Saya terus mengejar sampai di belokan pintu keluar, saat itu mobil tersebut ternyata berhenti, dan hanya memundurkan sedikit mobilnya. Saya harus berlari lagi menghampiri.
Kesal dan bercampur kecewa. Saya tidak mengerti apa maksud dari si pengemudi itu. Saat masuk saya langsung menegur si pengemudi, "Gimana sih pak, kok main tinggal aja", tapi seperti tidak mendengar apa-apa si pengemudi cuek saja tanpa meminta maaf.
Saya semakin kesal sekali. Tapi saya berpikir jika saya memarahi si pengemudi terus, maka perjalanan bisa terhambat (kasihan penumpang lain), dan takutnya pengemudi malah menyupir ugal-ugalan. Maka saya menahan emosi, dan mengirimkan sms keluhan kepada sms complaint center yang tertempel di kaca pintu kiri. Dengan harapan ada feed back dari Baraya Management.
Sesampainya di Bandung, saya sengaja menghapiri si pengemudi, sambil melihat plat nomor mobilnya (sayangnya saat itu sudah malam, jadi tidak begitu jelas, dan saya tidak sempat mengambil foto plat nomor mobilnya). Si supir yang setelah membuka bagasi langsung pergi saja, lagi tanpa mengucap kata maaf.
Sampai hari ini pun belum ada tanggapan dari pihak Baraya Travel (yang saya sms tadi). Jujur saya benar-benar merasa kecewa sekali, tidak ada kesopanan dari pengemudi, dan pihak Baraya pun tidak ada tanggapan sama sekali. Apa kata maaf saja berat untuk di ucapkan demi sebuah nama besar Travel Baraya?
Saya sebagai pelanggan Baraya Travel (yang cukup intens menggunakan jasa travel ini), benar-benar kecewa. Bukan berarti karena kami bayar lebih murah (dibanding dengan travel lainnya), lalu kami diperlakukan seperti itu.
Sampai saat ini pun saya tidak tahu apa maksud si supir lalai tersebut. Apa tidak ada pemberitahuan dari management Baraya kepada supir untuk mengecek kembali penumpang saat akan berangkat, setelah berhenti di rest area? Apalagi saya dan suami duduk di baris belakang si supir! Buat apa ditempel pemberitahuan sms complaint center, jika tidak ditanggapi? Hanya untuk pajangan saja?
Sekian dari saya, dan untuk mengingatkan kepada penumpang lain agar selalu berhati-hati jika menggunakan Travel Baraya, supaya tidak mengalami hal yang sama seperti saya dan suami. Dengan mengabaikan keluhan dua orang penumpang mungkin tidak berarti bagi Baraya Travel yang sudah punya nama besar. Tapi perlu diingat, seribu penumpang berawal dari satu penumpang.
Terimakasih untuk detik.com yang telah menerbitkan artikel ini.
Maria: ochalove26@yahoo.com
Jalan Kalijati 2 No.2 Antapani(lom/lom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (14 Komentar)




