Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 17:54 WIB
Pengembalian Rp 5 Miliar Jadi Pertimbangan Pengalihan Tahanan -
Rabu, 16/05/2012 17:36 WIB
Grup Pecinta Lagu dan PSM Unpad Gelar Konser Kolaborasi -
Rabu, 16/05/2012 17:21 WIB
Sidang KIP Jabar, Setda dan Disdik Divonis 'Bersalah' -
Rabu, 16/05/2012 16:22 WIB
Rumah Renovasi Ambruk di Pasirkoja, 2 Pekerja Nyaris Tertimbun -
Rabu, 16/05/2012 16:09 WIB
Hakim Tipikor Alihkan Status Tahanan Lima Terdakwa Bansos -
Rabu, 16/05/2012 16:00 WIB
100 Vendor Pernikahan Hadir di Pusdai
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Jumat, 12/09/2008 16:47 WIB
Masyarakat Peduli Babakan Siliwangi Luncurkan Petisi Online
Salomo Sihombing - detikBandung
Bandung -
Kampanye menolak komersialisasi Babakan Siliwangi terus dilakukan Masyarakat Peduli Babakan Siliwangi. Salah satu cara yang ditempuh yakni dengan menggelar petisi online.
Petisi online yang dipasang di blog savebabakansiliwangi.wordpress.com ini, mulai dibuka sejak 31 Agustus 2008. Pantauan detikbandung, hingga Jumat (12/9/2008) pukul 16.10 WIB, jumlah yang mengikuti petisi sebanyak 806 orang.
"Ini digelar oleh orang-orang yang peduli dengan Babakan Siliwangi. Ini adalah pendekatan kampanye yang kita lakukan. Supaya kita juga tahu aspirasi warga seperti apa," ujar Gustaff H Iskandar yang juga mendukung kampanye oleh Masyarakat Peduli Babakan Siliwangi.
Blog savebabakansiliwangi yang menjadi induk petisi online, ditambahkan Gustaff, selanjutnya akan ditambah informasinya terkait Babakan Siliwangi. Dengan demikian, masyarakat di luar Bandung pun bisa lebih mudah mendapatkan informasi di antaranya arsip data-data serta program-program Masyarakat Peduli Babakan Siliwangi.
"Kita ingin menyebarluaskan kesadaran untuk mempertahankan taman kota Babakan Siliwangi. Ini kan bisa diikuti oleh orang-orang yang tidak terbatas secara geografis. Karena ini memang bukan isu lokal, tetapi harus menjadi kesadaran global. Idealnya memang kesadaran ini dimiliki orang semua orang di mana pun dia tinggal," tambahnya.
Isu penolakan pembangunan daerah komersil di Babakan Siliwangi kembali mencuat beberapa waktu lalu, setelah pada 2003 juga terjadi hal yang sama. Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung sempat mengatakan sudah mengeluarkan izin untuk pembangunan rumah makan atas nama PT Esa Gemilang Indah (Istana Group). Namun kemudian Distarcip kembali menganulirnya. Selain itu, kontroversi juga muncul terkait rencana pemindahan secara paksa komunitas seniman Sanggar Olah Seni (SOS) yang berdiri sejak 1982 di Babakan Siliwangi.(lom/lom)
Masyarakat Peduli Babakan Siliwangi Luncurkan Petisi Online
Salomo Sihombing - detikBandung
Petisi online yang dipasang di blog savebabakansiliwangi.wordpress.com ini, mulai dibuka sejak 31 Agustus 2008. Pantauan detikbandung, hingga Jumat (12/9/2008) pukul 16.10 WIB, jumlah yang mengikuti petisi sebanyak 806 orang.
"Ini digelar oleh orang-orang yang peduli dengan Babakan Siliwangi. Ini adalah pendekatan kampanye yang kita lakukan. Supaya kita juga tahu aspirasi warga seperti apa," ujar Gustaff H Iskandar yang juga mendukung kampanye oleh Masyarakat Peduli Babakan Siliwangi.
Blog savebabakansiliwangi yang menjadi induk petisi online, ditambahkan Gustaff, selanjutnya akan ditambah informasinya terkait Babakan Siliwangi. Dengan demikian, masyarakat di luar Bandung pun bisa lebih mudah mendapatkan informasi di antaranya arsip data-data serta program-program Masyarakat Peduli Babakan Siliwangi.
"Kita ingin menyebarluaskan kesadaran untuk mempertahankan taman kota Babakan Siliwangi. Ini kan bisa diikuti oleh orang-orang yang tidak terbatas secara geografis. Karena ini memang bukan isu lokal, tetapi harus menjadi kesadaran global. Idealnya memang kesadaran ini dimiliki orang semua orang di mana pun dia tinggal," tambahnya.
Isu penolakan pembangunan daerah komersil di Babakan Siliwangi kembali mencuat beberapa waktu lalu, setelah pada 2003 juga terjadi hal yang sama. Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung sempat mengatakan sudah mengeluarkan izin untuk pembangunan rumah makan atas nama PT Esa Gemilang Indah (Istana Group). Namun kemudian Distarcip kembali menganulirnya. Selain itu, kontroversi juga muncul terkait rencana pemindahan secara paksa komunitas seniman Sanggar Olah Seni (SOS) yang berdiri sejak 1982 di Babakan Siliwangi.(lom/lom)


Sending your message
