Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Selasa, 20/10/2009 08:39 WIB
Serba Entog di Da Raos -
Selasa, 15/09/2009 08:50 WIB
Kriuk-kriuk Dendeng Bakar Mang Eye -
Selasa, 23/06/2009 10:53 WIB
Citarasa Steak Asli Lasem -
Selasa, 31/03/2009 08:57 WIB
Olah Steak dari Rempah Negeri Sendiri -
Selasa, 31/03/2009 08:39 WIB
Road Cafe
Rasa Steak Hotel Berbintang di Kaki Lima -
Rabu, 04/03/2009 09:22 WIB
Gelitik Cabai Sumatera di Sop Buntut Balado
Indeks Berita
Jumat, 05/09/2008 11:14 WIB
Mau Bebek Goreng Ali? Antre Dong!
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Seperti halnya makan di restoran, jika ingin mendapatkan tempat duduk sekaligus kebagian bebek goreng lezatnya, anda harus reservasi, minimal memesan lewat short message service alias sms. Ehm, sampai segitunya ya...
Nama Bebek Ali dikenalkan seorang teman setahun yang lalu. Mungkin saya termasuk ketinggalan informasi karena menurut kawan saya rasa bebek goreng racikan orang bernama Ali ini yang paling enak di Bandung.
Meski hanya warung tenda di pinggir Jalan Hasanudin tepatnya di depan Rumah Sakit Boromeus, bebek goreng Ali laris manis tanjung kimpul. Tempat ini memang selalu ramai oleh pengunjung. Di depan tenda sudah terparkir beberapa mobil sementara di pinggir berderet sepeda motor.
Pernah satu kali datang tapi harus jadi waiting list menunggu salah satu meja ditinggalkan penghuninya. Jika beruntung, tanpa langsung datang pun bisa dapat tempat duduk. Tapi jika tidak, siap-siap saja kecewa. Saya pun beberapa kali dikecewakan, ketika datang malah sedang bongkar tenda.
Ternyata diakui sang pemilik Ali (32) dari mulai tenda dibuka saja sekitar pukul 17.00 WIB penggemar Bebek Ali sudah banyak yang antre. Biasanya bebek sudah habis sampai pukul 20.30 WIB.
Entah apa rahasia di balik lezat dan lembutnya bebek goreng Ali. Karena Ali mengaku bebek gorengnya hanya menggunakan bumbu standar tanpa bumbu rahasia apapun.
"Bumbunya standar saja bawang putih, bawang merah, kemiri, ketumbar dan lain-lain. Biasa saja," ujar Ali.
Ali menuturkan, bebeknya berasal dari bebek lokal asal Jawa Tengah yang memang setiap hari dikirim. Dalam satu hari rata-rata Ali menjual bebek 105-110 ekor. Angka tersebut juga berlaku pada hari-hari libur atau weekend. Satu ekor bebek dibagi menjadi empat potong.
Untuk mendapatkan kelembutan daging bebek, bebek direbus terlebih dahulu sesuai dengan usianya. Untuk bebek muda waktu merebus lebih sebentar dibandingkan bebek tua.
"Kalau bebek muda ada yang hanya satu jam. Kalau bebek tua lebih lama lagi," ujarnya.
Bumbu standarnya Bebek Ali bisa menghasilkan serat daging bebek yang lembut. Dicocol ke dalam sambal manis pedasnya lalu yam...yam...yam. Kawan saya bilang sambalnya sih kurang nendang malah rasanya manis.
Satu porsi bebek harganya Rp 12 ribu. Selain bebek menu lain yang bisa anda nikmati adalah pecel lele. Pokoknya mau bebek goreng atau pecel lele, siap-siap aja antre kalau tidak mau kehabisan ya... reservasi.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Mau Bebek Goreng Ali? Antre Dong!
Ema Nur Arifah - detikBandung
Nama Bebek Ali dikenalkan seorang teman setahun yang lalu. Mungkin saya termasuk ketinggalan informasi karena menurut kawan saya rasa bebek goreng racikan orang bernama Ali ini yang paling enak di Bandung.
Meski hanya warung tenda di pinggir Jalan Hasanudin tepatnya di depan Rumah Sakit Boromeus, bebek goreng Ali laris manis tanjung kimpul. Tempat ini memang selalu ramai oleh pengunjung. Di depan tenda sudah terparkir beberapa mobil sementara di pinggir berderet sepeda motor.
Pernah satu kali datang tapi harus jadi waiting list menunggu salah satu meja ditinggalkan penghuninya. Jika beruntung, tanpa langsung datang pun bisa dapat tempat duduk. Tapi jika tidak, siap-siap saja kecewa. Saya pun beberapa kali dikecewakan, ketika datang malah sedang bongkar tenda.
Ternyata diakui sang pemilik Ali (32) dari mulai tenda dibuka saja sekitar pukul 17.00 WIB penggemar Bebek Ali sudah banyak yang antre. Biasanya bebek sudah habis sampai pukul 20.30 WIB.
Entah apa rahasia di balik lezat dan lembutnya bebek goreng Ali. Karena Ali mengaku bebek gorengnya hanya menggunakan bumbu standar tanpa bumbu rahasia apapun.
"Bumbunya standar saja bawang putih, bawang merah, kemiri, ketumbar dan lain-lain. Biasa saja," ujar Ali.
Ali menuturkan, bebeknya berasal dari bebek lokal asal Jawa Tengah yang memang setiap hari dikirim. Dalam satu hari rata-rata Ali menjual bebek 105-110 ekor. Angka tersebut juga berlaku pada hari-hari libur atau weekend. Satu ekor bebek dibagi menjadi empat potong.
Untuk mendapatkan kelembutan daging bebek, bebek direbus terlebih dahulu sesuai dengan usianya. Untuk bebek muda waktu merebus lebih sebentar dibandingkan bebek tua.
"Kalau bebek muda ada yang hanya satu jam. Kalau bebek tua lebih lama lagi," ujarnya.
Bumbu standarnya Bebek Ali bisa menghasilkan serat daging bebek yang lembut. Dicocol ke dalam sambal manis pedasnya lalu yam...yam...yam. Kawan saya bilang sambalnya sih kurang nendang malah rasanya manis.
Satu porsi bebek harganya Rp 12 ribu. Selain bebek menu lain yang bisa anda nikmati adalah pecel lele. Pokoknya mau bebek goreng atau pecel lele, siap-siap aja antre kalau tidak mau kehabisan ya... reservasi.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




