Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 17:54 WIB
Pengembalian Rp 5 Miliar Jadi Pertimbangan Pengalihan Tahanan -
Rabu, 16/05/2012 17:36 WIB
Grup Pecinta Lagu dan PSM Unpad Gelar Konser Kolaborasi -
Rabu, 16/05/2012 17:21 WIB
Sidang KIP Jabar, Setda dan Disdik Divonis 'Bersalah' -
Rabu, 16/05/2012 16:22 WIB
Rumah Renovasi Ambruk di Pasirkoja, 2 Pekerja Nyaris Tertimbun -
Rabu, 16/05/2012 16:09 WIB
Hakim Tipikor Alihkan Status Tahanan Lima Terdakwa Bansos -
Rabu, 16/05/2012 16:00 WIB
100 Vendor Pernikahan Hadir di Pusdai
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Kamis, 28/08/2008 10:12 WIB
Terlibat Pembangunan di Baksil, Contoh Pembangkangan Intelektual ITB
Salomo Sihombing - detikBandung
Bandung -
Dengan mengetahui dan terlibat dalam rencana pembangunan tempat parkir tiga lantai di Sorga yang masih termasuk di kawasan Babakan Siliwangi, ITB dinilai telah melakukan pembangkangan intelektual.
Sebagai komunitas orang-orang berpendidikan, ITB diharapkan berada di depan dalam membela kepentingan masyarakat. Namun, rencana ITB bekerjasama dengan PT Esa Gemilang Indah (Istana Group) dalam membangun tempat parkir tiga lantai di kawasan Sarana Olahraga Ganesha (Sorga), menunjukkan "pembangkangan" ITB terhadap fungsinya.
"Pas mendengar di baksil akan ada parkir tiga lantai, berarti sudah diketahui ITB. Artinya ini sebuah keteledoran, pembangkangan intelektual," ujar Gustaff H Iskandar, Direktur Common Room yang aktif mewadahi kegiatan lintas komunitas di Bandung, saat bincang-bincang dengan detikbandung, Rabu (27/8/2008).
Gustaff yang juga alumni ITB itu menambahkan, mestinya komunitas akademis yang dihuni para intelektual menjadi contoh. Untuk menciptakan lingkungan yang sehat, salah satunya dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Membuat parkir berarti memicu penggunaan kendaraan terutama roda empat.
"Mestinya kampus memberi contoh, salah satunya seperti menggunakan sepeda atau transpioratasi publik, bukan dengan membangun parkir tiga lantai. Berapa banyak nanti pertumbuhan kendaraan? Sementara jalannya jalan umum, bukan jalan ITB. Harusnya ITB sebagai institusi publik peka terhadap isu-isu publik," tandasnya.
(lom/lom)
Terlibat Pembangunan di Baksil, Contoh Pembangkangan Intelektual ITB
Salomo Sihombing - detikBandung
Sebagai komunitas orang-orang berpendidikan, ITB diharapkan berada di depan dalam membela kepentingan masyarakat. Namun, rencana ITB bekerjasama dengan PT Esa Gemilang Indah (Istana Group) dalam membangun tempat parkir tiga lantai di kawasan Sarana Olahraga Ganesha (Sorga), menunjukkan "pembangkangan" ITB terhadap fungsinya.
"Pas mendengar di baksil akan ada parkir tiga lantai, berarti sudah diketahui ITB. Artinya ini sebuah keteledoran, pembangkangan intelektual," ujar Gustaff H Iskandar, Direktur Common Room yang aktif mewadahi kegiatan lintas komunitas di Bandung, saat bincang-bincang dengan detikbandung, Rabu (27/8/2008).
Gustaff yang juga alumni ITB itu menambahkan, mestinya komunitas akademis yang dihuni para intelektual menjadi contoh. Untuk menciptakan lingkungan yang sehat, salah satunya dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Membuat parkir berarti memicu penggunaan kendaraan terutama roda empat.
"Mestinya kampus memberi contoh, salah satunya seperti menggunakan sepeda atau transpioratasi publik, bukan dengan membangun parkir tiga lantai. Berapa banyak nanti pertumbuhan kendaraan? Sementara jalannya jalan umum, bukan jalan ITB. Harusnya ITB sebagai institusi publik peka terhadap isu-isu publik," tandasnya.
(lom/lom)


Sending your message
