Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Senin, 05/10/2009 09:18 WIB
In Line Skate Community -
Jumat, 25/09/2009 16:16 WIB
Surat Terbuka untuk Walikota -
Sabtu, 12/09/2009 14:35 WIB
Korban Gempa di Batujajar Belum Terjamah -
Minggu, 06/09/2009 13:41 WIB
Paskhas Gelar Bakti Sosial untuk Korban Gempa -
Senin, 31/08/2009 08:33 WIB
Anak Kader PKS Bandung Ikuti Sanlat -
Selasa, 11/08/2009 12:07 WIB
Blogvaganza Mampir di Telkom Great Sale
Indeks Berita
Jumat, 22/08/2008 17:27 WIB
Angklung Bikin Jatuh Hati Warga Jerman
Pengirim: Aksara Kauniyah - detikBandung

Grup angklung di Jerman
Bandung -
Sudah tiga bulan terakhir ini, Stefan, Andrea, dan Schila rutin mengunjungi Wisma Indonesia nyaris tiap petang di bilangan Niederraederlandstrasse, Frankfurt am Main, Jerman. Mereka adalah 3 dari sejumlah warga Jerman yang jatuh hati pada Indonesia setelah menyaksikan pementasan kesenian angklung di Kota Frankfurt beberapa waktu silam. Kecintaan warga Jerman terhadap Indonesia beralasan, terutama setelah mengenali ragam jenis kesenian Indonesia yang mereka pandang memesona.
Untuk memfasilitasi minat itu, Eddy Setiabudi yang menjabat Kepala Perwakilan RI di wilayah kerja Frankfurt berinisiatif menghadirkan seorang pelatih angklung asal Bandung, Wandi Juliandi (26). Tentu bukan kebetulan, Setiabudi sendiri dialiri darah seni. Kepiawaiannya memainkan alat musik suling di berbagai kesempatan berhasil menarik minat dan keingintahuan publik Jerman terhadap Indonesia.
Ketertarikan yang tinggi―baik warga Jerman maupun masyarakat Indonesia sendiri, telah mendorong terbentuknya sejumlah paguyuban seni angklung di Kota Frankfurt dan sekitarnya. Setiabudi menyebut, beberapa di antaranya bahkan kerap hadir memenuhi undangan berbagai festival kebudayaan tingkat internasional. Tercatat antara lain adalah grup kesenian Nusa Irama, Nusantara Irama, Seni Budaya Indonesia, Sapta Nada, Dharma Wanita, sampai grup kesenian dadakan bentukan para staf KJRI.
Dari jejak langkah yang ditempuhnya sebagai Kepala Perwakilan RI bersama seluruh stafnya, Setiabudi mengakui tugasnya mempromosikan Indonesia di ajan internasional sangat terbantu. Utamanya setelah masyarakat di tempatnya bertugas menyaksikan serangkaian atraksi seni dan kebudayaan Indonesia. Ia pun mengakui, pementasan seni seringkali melelehkan kebekuan yang acap muncul di arena diplomasi. Terlebih, persepsi negatif yang sebelumnya hinggap bisa lebih mudah ditepis dengan kehadiran pementasan kesenian.
Di arena inilah Setiabudi menaruh harapan besar sektor pariwisata di Indonesia juga bisa digenjot sekaligus mendorong roda perekonomian di tanah air. Menurut amatannya, peluang para pelancong asal Jerman untuk mengunjungi Indonesia masih sangat mungkin ditingkatkan. Dan ia kian optimistis seiring dengan terus meningkatnya jumlah Sahabat Indonesia. Yakni, warga negara Jerman yang secara aktif memperhatikan perkembangan dan ikut mempromosikam Indonesia di Jerman.
Sementara itu, Wandi Juliandi, pelatih angklung yang tergabung dalam grup Saung Udjo, Bandung, yang semula hanya melatih grup kesenian yang berada di Frankfurt pada akhirnya mesti disibukkan juga dengan banyaknya permintaan melatih dari kota-kota lain. Nyaris tak ada waktu luang bagi Wandi untuk beristirahat. Perjalanan panjang ke berbagai kota telah ditempuhnya.
“Seni yang berkualitas mampu menyapa hati manusia. Tak peduli ras, suku, agama, gender, dan asal muasal. Seni adalah bahasa yang melintas batas,” demikian Wandi menuturkan. Dalam amatannya, Wandi menambahkan, Indonesia memiliki banyak kekuatan untuk tampil di berbagai ajang internasional. Masih banyak seni dan kebudayaan nasional yang belum diketahui masyarakat dunia.
Satu-satunya kendala yang masih kerap bertandang justru datang dari minimnya dukungan di dalam negeri. Padahal menurutnya, inisiatif Setiabudi mendatangkan dirinya ke Jerman telah membawa dampak yang progresif bagi gerak laju sektor pariwisata di tanah air. Wandi menaruh harapan, ide Setiabudi mempromosikan kesenian dan budaya Indonesia diikuti oleh jajaran pemerintahan di pusat maupun daerah.
Kunjungan Wandi di Jerman akan segera berakhir dalam beberapa pekan mendatang. Permintaan dari masyarakat Indonesia dan Jerman agar dirinya melatih lebih lama lagi telah menunjukkan antusiasme yang sungguh tak biasa. Kini bola ada ada di tangan pemerintah pusat dan daerah untuk menentukan. Antara memberikan dukungan pada para pekerja seni untuk mempromosikan Indonesia di ajang internasional. Atau malah menenggelamkannya di kedalaman hiruk pikuk pertempuran politik pemilu 2009.
Pengirim adalah peneliti seni dan budaya yang kini berdomisili di Frankfurt am Main, Jerman
aksarakauniyah@yahoo.com http://aksarakauniyah.blogspot.com/
Tel (Home): +49-69-26402796
Mobile: +49-176-2295-4951(ern/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Angklung Bikin Jatuh Hati Warga Jerman
Pengirim: Aksara Kauniyah - detikBandung
Grup angklung di Jerman
Untuk memfasilitasi minat itu, Eddy Setiabudi yang menjabat Kepala Perwakilan RI di wilayah kerja Frankfurt berinisiatif menghadirkan seorang pelatih angklung asal Bandung, Wandi Juliandi (26). Tentu bukan kebetulan, Setiabudi sendiri dialiri darah seni. Kepiawaiannya memainkan alat musik suling di berbagai kesempatan berhasil menarik minat dan keingintahuan publik Jerman terhadap Indonesia.
Ketertarikan yang tinggi―baik warga Jerman maupun masyarakat Indonesia sendiri, telah mendorong terbentuknya sejumlah paguyuban seni angklung di Kota Frankfurt dan sekitarnya. Setiabudi menyebut, beberapa di antaranya bahkan kerap hadir memenuhi undangan berbagai festival kebudayaan tingkat internasional. Tercatat antara lain adalah grup kesenian Nusa Irama, Nusantara Irama, Seni Budaya Indonesia, Sapta Nada, Dharma Wanita, sampai grup kesenian dadakan bentukan para staf KJRI.
Dari jejak langkah yang ditempuhnya sebagai Kepala Perwakilan RI bersama seluruh stafnya, Setiabudi mengakui tugasnya mempromosikan Indonesia di ajan internasional sangat terbantu. Utamanya setelah masyarakat di tempatnya bertugas menyaksikan serangkaian atraksi seni dan kebudayaan Indonesia. Ia pun mengakui, pementasan seni seringkali melelehkan kebekuan yang acap muncul di arena diplomasi. Terlebih, persepsi negatif yang sebelumnya hinggap bisa lebih mudah ditepis dengan kehadiran pementasan kesenian.
Di arena inilah Setiabudi menaruh harapan besar sektor pariwisata di Indonesia juga bisa digenjot sekaligus mendorong roda perekonomian di tanah air. Menurut amatannya, peluang para pelancong asal Jerman untuk mengunjungi Indonesia masih sangat mungkin ditingkatkan. Dan ia kian optimistis seiring dengan terus meningkatnya jumlah Sahabat Indonesia. Yakni, warga negara Jerman yang secara aktif memperhatikan perkembangan dan ikut mempromosikam Indonesia di Jerman.
Sementara itu, Wandi Juliandi, pelatih angklung yang tergabung dalam grup Saung Udjo, Bandung, yang semula hanya melatih grup kesenian yang berada di Frankfurt pada akhirnya mesti disibukkan juga dengan banyaknya permintaan melatih dari kota-kota lain. Nyaris tak ada waktu luang bagi Wandi untuk beristirahat. Perjalanan panjang ke berbagai kota telah ditempuhnya.
“Seni yang berkualitas mampu menyapa hati manusia. Tak peduli ras, suku, agama, gender, dan asal muasal. Seni adalah bahasa yang melintas batas,” demikian Wandi menuturkan. Dalam amatannya, Wandi menambahkan, Indonesia memiliki banyak kekuatan untuk tampil di berbagai ajang internasional. Masih banyak seni dan kebudayaan nasional yang belum diketahui masyarakat dunia.
Satu-satunya kendala yang masih kerap bertandang justru datang dari minimnya dukungan di dalam negeri. Padahal menurutnya, inisiatif Setiabudi mendatangkan dirinya ke Jerman telah membawa dampak yang progresif bagi gerak laju sektor pariwisata di tanah air. Wandi menaruh harapan, ide Setiabudi mempromosikan kesenian dan budaya Indonesia diikuti oleh jajaran pemerintahan di pusat maupun daerah.
Kunjungan Wandi di Jerman akan segera berakhir dalam beberapa pekan mendatang. Permintaan dari masyarakat Indonesia dan Jerman agar dirinya melatih lebih lama lagi telah menunjukkan antusiasme yang sungguh tak biasa. Kini bola ada ada di tangan pemerintah pusat dan daerah untuk menentukan. Antara memberikan dukungan pada para pekerja seni untuk mempromosikan Indonesia di ajang internasional. Atau malah menenggelamkannya di kedalaman hiruk pikuk pertempuran politik pemilu 2009.
Pengirim adalah peneliti seni dan budaya yang kini berdomisili di Frankfurt am Main, Jerman
aksarakauniyah@yahoo.com http://aksarakauniyah.blogspot.com/
Tel (Home): +49-69-26402796
Mobile: +49-176-2295-4951(ern/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (4 Komentar)





