Forum Bandung
- Green Kosmetik cantik dan... ladyhot13
- Info Belanja Bandung... ugichaos
- Jual aksesoris cewek mula... galletho
- All about HP... Fadey Jevera
- Toko... hishigi mibu
- Harga Gress & 2nd... nitnot
Berita Lain
-
Rabu, 27/05/2009 10:11 WIB
Rangga Point
Buat Event Untuk Gaet Pasar -
Rabu, 27/05/2009 09:10 WIB
Rangga Point
Distro dan One Stop Shopping Baru -
Rabu, 31/12/2008 07:59 WIB
iHAQi, Dakwah Kreatif Lewat Kaos Oblong -
Sabtu, 20/12/2008 10:08 WIB
Gaun Simple untuk Pesta dari Sofie'sticated -
Jumat, 12/12/2008 12:20 WIB
Gandeng Band Indie Produksi Merchandise -
Jumat, 12/12/2008 08:34 WIB
Dari Nitip Jadi Tempat Titipan
Indeks Berita
Jumat, 22/08/2008 13:51 WIB
Pashmina, Selendang Penghangat Pelengkap Gaya
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Wol dari Kashmir, India, populer sebagai wol terbaik di dunia. Pashmina adalah salah satu item fashion yang terkenal pula berasal dari wilayah itu.
Terbuat dari kulit halus di bawah kulit luar bulu kambing, menghasilkan kelembutan dan kepadatan serat yang bisa menyelimuti tubuh dengan kehangatannya.
Menurut Humas Alisha, Novi, India memang negara yang paling banyak memproduksi pashmina dari bahan wol. Pashmina-pashmina India lah yang paling banyak mengisi gerai Alisha yang ada di Jalan Salendro Timur, Jalan Merdeka dan beberapa outlet lainnya.
Negara lainnya produsen pashmina adalah Cina, Pakistan, juga Italia. Cina dan Italia lebih banyak bermain dalam bahan sutera.
Wol, memang bahan yang terbaik untuk pashmina. Meskipun dalam perkembangannya, tak hanya wol, pashmina terbuat dari bahan sutera, katun, organdi, piscoss, serat nanas, atau sifon.
Perbedaannya terletak pada ketebalan dan tekstur yang ditimbulkan dari serat kain. Untuk wol, dikatakan terbaik karena kualitas seratnya lebih tinggi apalagi wol dari Kashmir. Dibandingkan bahan lainnya wol cukup tepat dipilih sebagai penghangat badan.
Di Alisha sendiri pashmina berbahan wol asli dihargai Rp 200-450 ribu. Tapi hati-hati jika memilih bahan semi wol. Kalau sekilas tidak akan tampak perbedaannya, tapi selidiki lebih dekat kerapatan serat, kehalusan dan jenis benang. Untuk semi wol atau tiruan ini biasanya dihargai sangat murah dari Rp 20-40 ribu.
Kesan bordir cantik yang kerap menjadi penghias pashmina-pashmina berbahan wol ini adalah daya tarik lain yang membuat pashmina tak sekadar penghangat badan. Namun kehalusan bordir pun harus diperhatikan karena tidak berarti pashmina yang dipenuhi bordir memiliki harga lebih tinggi. Karena bisa jadi bordir sederhana memiliki kualitas benang yang lebih baik.
Detil bordir tentu saja tidak bisa diaplikasikan pada pashmina berbahan sutera. Sutera begitu lembut, licin, tipis dan melambai. Motif dan coraknya mirip dengan scarf hanya saja ukurannya lebih panjang.
Pashmina organdi kebalikan dari sutera. Teksturnya kasar, kaku agak transparan. Biasanya sering digunakan sebagai selendang pelengkap busana muslim bagi ibu-ibu.
Novi mengakui, penggemar pashmina sampai saat ini memang masih sebatas ibu-ibu. Meski sudah menjadi bagian dari trend tapi untuk kaum muda masih belum banyak yang tertarik untuk berpashmina.
Padahal jika jeli, pashmina bisa menjadi pelengkap fashion yang pas untuk di padu padan.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Pashmina, Selendang Penghangat Pelengkap Gaya
Ema Nur Arifah - detikBandung
Terbuat dari kulit halus di bawah kulit luar bulu kambing, menghasilkan kelembutan dan kepadatan serat yang bisa menyelimuti tubuh dengan kehangatannya.
Menurut Humas Alisha, Novi, India memang negara yang paling banyak memproduksi pashmina dari bahan wol. Pashmina-pashmina India lah yang paling banyak mengisi gerai Alisha yang ada di Jalan Salendro Timur, Jalan Merdeka dan beberapa outlet lainnya.
Negara lainnya produsen pashmina adalah Cina, Pakistan, juga Italia. Cina dan Italia lebih banyak bermain dalam bahan sutera.
Wol, memang bahan yang terbaik untuk pashmina. Meskipun dalam perkembangannya, tak hanya wol, pashmina terbuat dari bahan sutera, katun, organdi, piscoss, serat nanas, atau sifon.
Perbedaannya terletak pada ketebalan dan tekstur yang ditimbulkan dari serat kain. Untuk wol, dikatakan terbaik karena kualitas seratnya lebih tinggi apalagi wol dari Kashmir. Dibandingkan bahan lainnya wol cukup tepat dipilih sebagai penghangat badan.
Di Alisha sendiri pashmina berbahan wol asli dihargai Rp 200-450 ribu. Tapi hati-hati jika memilih bahan semi wol. Kalau sekilas tidak akan tampak perbedaannya, tapi selidiki lebih dekat kerapatan serat, kehalusan dan jenis benang. Untuk semi wol atau tiruan ini biasanya dihargai sangat murah dari Rp 20-40 ribu.
Kesan bordir cantik yang kerap menjadi penghias pashmina-pashmina berbahan wol ini adalah daya tarik lain yang membuat pashmina tak sekadar penghangat badan. Namun kehalusan bordir pun harus diperhatikan karena tidak berarti pashmina yang dipenuhi bordir memiliki harga lebih tinggi. Karena bisa jadi bordir sederhana memiliki kualitas benang yang lebih baik.
Detil bordir tentu saja tidak bisa diaplikasikan pada pashmina berbahan sutera. Sutera begitu lembut, licin, tipis dan melambai. Motif dan coraknya mirip dengan scarf hanya saja ukurannya lebih panjang.
Pashmina organdi kebalikan dari sutera. Teksturnya kasar, kaku agak transparan. Biasanya sering digunakan sebagai selendang pelengkap busana muslim bagi ibu-ibu.
Novi mengakui, penggemar pashmina sampai saat ini memang masih sebatas ibu-ibu. Meski sudah menjadi bagian dari trend tapi untuk kaum muda masih belum banyak yang tertarik untuk berpashmina.
Padahal jika jeli, pashmina bisa menjadi pelengkap fashion yang pas untuk di padu padan.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)





