Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 17:54 WIB
Pengembalian Rp 5 Miliar Jadi Pertimbangan Pengalihan Tahanan -
Rabu, 16/05/2012 17:36 WIB
Grup Pecinta Lagu dan PSM Unpad Gelar Konser Kolaborasi -
Rabu, 16/05/2012 17:21 WIB
Sidang KIP Jabar, Setda dan Disdik Divonis 'Bersalah' -
Rabu, 16/05/2012 16:22 WIB
Rumah Renovasi Ambruk di Pasirkoja, 2 Pekerja Nyaris Tertimbun -
Rabu, 16/05/2012 16:09 WIB
Hakim Tipikor Alihkan Status Tahanan Lima Terdakwa Bansos -
Rabu, 16/05/2012 16:00 WIB
100 Vendor Pernikahan Hadir di Pusdai
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Kamis, 21/08/2008 15:18 WIB
Waspadai Izin Bangun Rumah Makan di Baksil
Andrian Fauzi - detikBandung
Bandung -
Masyarakat harus berhati-hati dengan rencana pembangunan rumah makan di hutan kota Babakan Siliwangi (Baksil). Bisa jadi pembanggunan rumah makan hanya sebagai 'jalan masuk' untuk pembangunan yang lain.
"PT Esa Gemilang Indah milik Istana Grup yang akan membangun rumah makan di Baksil dulu juga melakukan cara yang serupa. Awalnya mereka membangun Mc Donald di Dago, namun belakangan dibangun apartemen dengan alasan pengembangan. Begitu pula saat membangun Istana Plaza (IP). Awalnya membangun McD, tapi akhirnya jadi mal," kata planolog alumni ITB dan pemerhati masalah Kota Bandung Hetifah Sjaifudian saat dihubungi detikbandung, Kamis (21/8/2008).
Hetifah juga menambahkan bahwa rumah makan yang dulu pernah ada di Baksil, jangan dijadikan alasan untuk membangun kembali rumah makan.
"Bukan soal dulu rumah makan terus sekarang bangun rumah makan. Saya lihat kita harus waspada. Karena mereka (PT Esa Gemilang Indah - red) disorot oleh masyarakat perihal pembangunan di Baksil sehingga cari akal," kata Hetifah.
Dalam meluruskan simpang siur masalah pembangunan di Baksil, Hetifah juga mengharapkan adanya diskusi publik terbuka antara pengembang, Pemkot Bandung dan masyarakat.
"Supaya tidak banyak prasangka terhadap pembangunan di Baksil. Pemkot hendaknya akuntabel dengan keputusan yang dibuat. Karena keputusan yang serampangan soal ruang, seringkali sulit dipulihkan dan membawa kerugian yang tidak ternilai," pungkas Hetifah.(afz/ern)
Waspadai Izin Bangun Rumah Makan di Baksil
Andrian Fauzi - detikBandung
"PT Esa Gemilang Indah milik Istana Grup yang akan membangun rumah makan di Baksil dulu juga melakukan cara yang serupa. Awalnya mereka membangun Mc Donald di Dago, namun belakangan dibangun apartemen dengan alasan pengembangan. Begitu pula saat membangun Istana Plaza (IP). Awalnya membangun McD, tapi akhirnya jadi mal," kata planolog alumni ITB dan pemerhati masalah Kota Bandung Hetifah Sjaifudian saat dihubungi detikbandung, Kamis (21/8/2008).
Hetifah juga menambahkan bahwa rumah makan yang dulu pernah ada di Baksil, jangan dijadikan alasan untuk membangun kembali rumah makan.
"Bukan soal dulu rumah makan terus sekarang bangun rumah makan. Saya lihat kita harus waspada. Karena mereka (PT Esa Gemilang Indah - red) disorot oleh masyarakat perihal pembangunan di Baksil sehingga cari akal," kata Hetifah.
Dalam meluruskan simpang siur masalah pembangunan di Baksil, Hetifah juga mengharapkan adanya diskusi publik terbuka antara pengembang, Pemkot Bandung dan masyarakat.
"Supaya tidak banyak prasangka terhadap pembangunan di Baksil. Pemkot hendaknya akuntabel dengan keputusan yang dibuat. Karena keputusan yang serampangan soal ruang, seringkali sulit dipulihkan dan membawa kerugian yang tidak ternilai," pungkas Hetifah.(afz/ern)


Sending your message
