Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Jumat, 12/03/2010 12:28 WIB
BP Bumi Sangkuriang
Hidup dari 2.700 Member -
Jumat, 12/03/2010 11:51 WIB
Meneropong Sejarah Bumi Sangkuriang -
Jumat, 05/03/2010 11:46 WIB
Taman Bacaan Hendra
Dari Buku Mampu Menopang Kehidupan Keluarga -
Jumat, 05/03/2010 11:03 WIB
Taman Bacaan Hendra
Nostalgia dengan Komik Silat -
Jumat, 05/03/2010 10:00 WIB
Taman Bacaan Hendra
Berlakukan Jam Buka ala Belanda -
Jumat, 05/03/2010 09:13 WIB
Taman Bacaan Hendra
Sukses Berkat Jendela Kamar Mertua
Indeks Berita
Rabu, 09/07/2008 11:56 WIB
Gedung Jiwasraya, Dari Asuransi Sampai Tempat Syuting
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Unsur-unsur estetis yang terdapat pada bangunan-bangunan bersejarah karya arsitektur Belanda sepertinya menjadi sasaran empuk para produser dunia hiburan. Selain Gedung Sate atau Jalan Braga, gedung yang sekarang digunakan sebagai kantor asuransi pun tak ketinggalan menjadi lokasi syuting.
Gedung Jiwasraya, terletak di Jalan Asia Afrika No 53, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, berhadapan dengan bagian pinggir Mesjid Raya Bandung. Dibangun pada tahun 1859 di atas tanah seluas 3.289 meter persegi dengan laus bangunan 1.996 meter persegi.
Bangunan ini karya sebuah biro arsitektur Belanda yang nama arsiteknya belum diketahui. Gedung ini dibangun oleh perusahaan asuransi jiwa milik Belanda, Nederlanche Indische Levens Verzekiring En Lijfren Maatcaappij (NILLNY). Perusahaan ini merupakan perusahaan asuransi jiwa pertama di Indonesia.
Gaya arsitektur dengan ornamen khas neo klasik art deco lah yang mungkin membuat diva Indonesia, Melly Goeslaw tertarik untuk menjadikan tempat ini bagian dari film gubahannya, Butterfly yang dirilis beberapa waktu lalu.
"Ya, gedung ini pernah menjadi tempat syuting film Butterfly. Ke depan juga akan dipakai syuting iklan," jelas Bagian Umum Jiwasraya, Hendra tanpa menyebutkan produsen iklan yang akan menggunakan gedung ini untuk syuting.
Wajar kiranya jika tempat ini dijadikan frame untuk sebuah film. Kelangkaan dan keunikannya sudah tampak dari luar gedung. Ketika masuk ke dalam, gaya khas bangunan belanda dengan langit-langit yang tinggi serta tembok-tembok tebal kokoh bercat krem makin menguatkan nuansa kolonialnya.
Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Di bagian tangga, setting film Butterfly diambil. Gedung ini terdiri dari bagian depan dan belakang. Sebuah lorong menghubungkan dua bagian ini di lantai bawah. Ada beberapa bagian bangunan belakang gedung yang kelihatannya tidak terlalu dirawat. Terlihat ada bagian langit-langitnya yang terkelupas atau dinding-dinding dengan warna memudar.
Menurut Hendra, pihak Jiwasraya sampai saat ini tak pernah mengubah bagian-bagian gedung karena tidak diperbolehkan pemerintah sebagai gedung bersejarah. "Paling kami melakukan pengecatan, itupun masih disesuaikan dengan cat sebelumnya," ujar Hendra.
Kekuatan unsur sejarahnya diperkuat pula dengan berdirinya sebuah stilasi dari 10 stilasi rekaman sejarah Bandung Lautan Api yang berada di depan bangunan.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Gedung Jiwasraya, Dari Asuransi Sampai Tempat Syuting
Ema Nur Arifah - detikBandung

Gedung Jiwasraya, terletak di Jalan Asia Afrika No 53, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, berhadapan dengan bagian pinggir Mesjid Raya Bandung. Dibangun pada tahun 1859 di atas tanah seluas 3.289 meter persegi dengan laus bangunan 1.996 meter persegi.
Bangunan ini karya sebuah biro arsitektur Belanda yang nama arsiteknya belum diketahui. Gedung ini dibangun oleh perusahaan asuransi jiwa milik Belanda, Nederlanche Indische Levens Verzekiring En Lijfren Maatcaappij (NILLNY). Perusahaan ini merupakan perusahaan asuransi jiwa pertama di Indonesia.
Gaya arsitektur dengan ornamen khas neo klasik art deco lah yang mungkin membuat diva Indonesia, Melly Goeslaw tertarik untuk menjadikan tempat ini bagian dari film gubahannya, Butterfly yang dirilis beberapa waktu lalu.
"Ya, gedung ini pernah menjadi tempat syuting film Butterfly. Ke depan juga akan dipakai syuting iklan," jelas Bagian Umum Jiwasraya, Hendra tanpa menyebutkan produsen iklan yang akan menggunakan gedung ini untuk syuting.
Wajar kiranya jika tempat ini dijadikan frame untuk sebuah film. Kelangkaan dan keunikannya sudah tampak dari luar gedung. Ketika masuk ke dalam, gaya khas bangunan belanda dengan langit-langit yang tinggi serta tembok-tembok tebal kokoh bercat krem makin menguatkan nuansa kolonialnya.
Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Di bagian tangga, setting film Butterfly diambil. Gedung ini terdiri dari bagian depan dan belakang. Sebuah lorong menghubungkan dua bagian ini di lantai bawah. Ada beberapa bagian bangunan belakang gedung yang kelihatannya tidak terlalu dirawat. Terlihat ada bagian langit-langitnya yang terkelupas atau dinding-dinding dengan warna memudar.
Menurut Hendra, pihak Jiwasraya sampai saat ini tak pernah mengubah bagian-bagian gedung karena tidak diperbolehkan pemerintah sebagai gedung bersejarah. "Paling kami melakukan pengecatan, itupun masih disesuaikan dengan cat sebelumnya," ujar Hendra.
Kekuatan unsur sejarahnya diperkuat pula dengan berdirinya sebuah stilasi dari 10 stilasi rekaman sejarah Bandung Lautan Api yang berada di depan bangunan.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




