Berita Lain

Indeks Berita

Rabu, 09/07/2008 08:38 WIB
Racikan Rempah ala Nasi Edan
Ema Nur Arifah - detikBandung



Bandung - Berjalan-jalan ke Jalan Asia Afrika, memasuki Jalan Cikapundung Timur, mungkin anda sudah mengenal tempat makan yang satu ini. Berdampingan dengan warung makan Ceu Mar, Nasi Edan begitu nama sensasional yang membuat makanan ini menjadi populer.

Beragam nama unik memang diberikan para pelaku usaha kuliner untuk menarik perhatian masyrakat. Kalau mendengar kata Edan, Gila atau kata-kata penunjuk kedasyatan lainnya, langsung berpikir bahwa makanan tersebut pedasnya pasti edan atau gila.

Agak khawatir juga membayangkan rasa ekstra pedas yang akan membuat perut yang sensitif ini melilit seperti dicubit cabe. Tapi ternyata ketika mencoba, makanan ini tak sepedas yang diperkirakan. Tapi jangan ditanya, kalau sambalnya memang benar-benar edan, sampai tak berani menyuapkan ke mulut untuk kedua kalinya karena tak kuat pedas.

Dari tampilannya nasi edan cukup menggiurkan, terlebih jika saat itu perut lapar dan sorot matahari begitu menyengat. Nasi putih dituangi lauk campuran potongan daging ayam bagian dada dan punggung, jamur, baso, sosis dan telur puyuh. Diberikan acar mentimun dan wortel di bagian pinggir plus selada, terakhir taburan serundeng. Kuahnya menutupi hampir setengahnya nasi.

Makanan macam apa pula ini campur-campur seperti ini. Bumbunya seperti tak asing lagi di lidah tetapi entah bumbu-bumbu apa saja yang dicampurkan karena rasanya beda, bukan bumbu kuning, bumbu opor atau bumbu semur.

"Bumbunya terbuat dari sebelas rempah-rempah seperti kapulaga, beka, cengkeh, jinten dan lain-lain," tutur Haryanto (36), yang meracik menu nasi edan ini. Kalau mengingat rempah jadi teringat ragam khasiat yang ada di dalamnya.

Misalnya kapulaga, selain sebagai rempah campuran masakan sering menjadi campuran jamu. Biji akar dan batangnya bisa dimanfaatkan untuk obat. Khasiatnya bisa sebagai ekspektoran atau pengencer dahak, penghangat tubuh juga anti masuk angin dan antibatuk. Bisa juga digunakan untuk mengharumkan mulut. Cengkeh lain lagi, selain bahan pembuat rokok cengkeh juga berkhasiat untuk memperkuat denyut jantung dan khasiat cengkeh lainnya.

Selidik punya selidik ternyata Haryanto ini sebelumnya berjualan mie ayam, nah bumbu nasi edan ini tak jauh dengan bumbu mie ayam. Pantas saja lidah rasanya tak asing dengan bumbunya. Ternyata enak juga ya jika bumbu mie ayam diracik menjadi menu pelengkap nasi.

Mungkin karena unik dan enaknya ini yang membuat nasi edan memiliki banyak penggemar. Meskipun menurut Haryanto tak seramai tahun-tahun sebelumnya. Tapi setidaknya, sebulan sekali ada rombongan wisatawan dari luar kota yang menyempatkan transit untuk makan siang di Nasi Edan.

Tempatnya biasa-biasa saja, cenderung sederhana. Berada di pinggir jalan hingga pemandangan yang terlihat adalah kendaraan yang lalu lalang. Beberapa mobil terparkir di depannya. Jika menempati tempat duduk yang tepat, akan terlihat pemandangan menjulangnya menara Mesjid Raya Bandung juga BRI Tower di Jalan Asia Afrika.(ema/afz)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Foto Lain


Baca juga :