Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Selasa, 24/11/2009 14:57 WIB
Akhmaloka Jadi Rektor ITB 2010-2014
Rektor Baru Harus Lebih Dekat dengan Mahasiswa -
Selasa, 24/11/2009 14:46 WIB
Farmasi ITB Belum Selidiki Efek Obat Kaki Gajah -
Selasa, 24/11/2009 14:22 WIB
Banjir Rendam Cieunteung
Sisa Air dan Lumpur Disedot Lima Unit Pompa -
Selasa, 24/11/2009 14:02 WIB
Akibat Macet, Bandung Rugi Rp 4,91 Triliun -
Selasa, 24/11/2009 13:49 WIB
Banjir Rendam Cieunteung
Warga Cieunteung Diminta Tetap Mengungsi -
Selasa, 24/11/2009 13:15 WIB
Pengajar Sosiologi Bikin Wadah Mandiri
Indeks Berita
Selasa, 08/07/2008 11:32 WIB
Liburan Panjang, Anak Kecil Penjual Cobek Makin Marak
Andri Haryanto - detikBandung

Bandung -
Jika anak-anak lain memanfaatkan liburan sekolah dengan berlibur ke tempat rekreasi atau berkunjung ke rumah kerabat, lain halnya dengan anak-anak penjual cobek yang sering mangkal di beberapa ruas jalanan di Bandung. Jumlahnya pun makin banyak selama liburan panjang kali ini.
Menurut pedagang kios di Jalan Seram, biasanya anak-anak penjual cobek itu sudah beroperasi sejak pukul 07.00 WIB. Mereka menyebar di beberapa ruas jalan, seperti di Jalan Cilaki, Jalan Bengawan, Jalan Trunojoyo, Jalan Seram, dan Jalan LRE Martadinata.
"Saya hapal anak-anak itu, karena mereka sering kumpulnya di sini. Tapi selama liburan panjang kali ini, banyak anak baru yang saya tidak kenal. Kayanya mereka memanfaatkan liburan panjang kali ini untuk jualan," ujarnya.
Ditemui di jalan yang sama kakak beradik, Dede (12) dan Acep Sunarya (8) mengaku telah menjaja cobek dalam dua bulan terakhir ini. Biasanya, mereka hanya berjualan Sabtu-Minggu, saat liburan sekolah.
Namun selama liburan panjang kali ini, mereka tiap hari berjualan cobek. Mereka mengaku menjual cobek untuk membiayai sekolah mereka. Harga cobek rata-rata Rp 20 ribu.
"Cobeknya diambil di bandar di Padalarang. Uangnya diambil setengahnya ama majikan. Kalau saya menjual hingga Rp 40 ribu, Rp 20 ribu buat majikan," tutur Dede yang masih duduk di bangku kelas 4 SD ini. Sedangkan adiknya, Acep duduk di bangku kelas 2 SD.
Karena harus tiap hari berjualan, mereka berdua kerap tidur di Taman Lansia dengan beralaskan spanduk.
Pantauan detikbandung pada Selasa Pagi di Jalan Seram dan Cilaki jumlah anak penjaja cobek masih belum banyak. Menurut pedagang di kedua jalan itu, biasanya siang dan sore hari jumlahnya makin banyak.
(ern/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Liburan Panjang, Anak Kecil Penjual Cobek Makin Marak
Andri Haryanto - detikBandung

Menurut pedagang kios di Jalan Seram, biasanya anak-anak penjual cobek itu sudah beroperasi sejak pukul 07.00 WIB. Mereka menyebar di beberapa ruas jalan, seperti di Jalan Cilaki, Jalan Bengawan, Jalan Trunojoyo, Jalan Seram, dan Jalan LRE Martadinata.
"Saya hapal anak-anak itu, karena mereka sering kumpulnya di sini. Tapi selama liburan panjang kali ini, banyak anak baru yang saya tidak kenal. Kayanya mereka memanfaatkan liburan panjang kali ini untuk jualan," ujarnya.
Ditemui di jalan yang sama kakak beradik, Dede (12) dan Acep Sunarya (8) mengaku telah menjaja cobek dalam dua bulan terakhir ini. Biasanya, mereka hanya berjualan Sabtu-Minggu, saat liburan sekolah.
Namun selama liburan panjang kali ini, mereka tiap hari berjualan cobek. Mereka mengaku menjual cobek untuk membiayai sekolah mereka. Harga cobek rata-rata Rp 20 ribu.
"Cobeknya diambil di bandar di Padalarang. Uangnya diambil setengahnya ama majikan. Kalau saya menjual hingga Rp 40 ribu, Rp 20 ribu buat majikan," tutur Dede yang masih duduk di bangku kelas 4 SD ini. Sedangkan adiknya, Acep duduk di bangku kelas 2 SD.
Karena harus tiap hari berjualan, mereka berdua kerap tidur di Taman Lansia dengan beralaskan spanduk.
Pantauan detikbandung pada Selasa Pagi di Jalan Seram dan Cilaki jumlah anak penjaja cobek masih belum banyak. Menurut pedagang di kedua jalan itu, biasanya siang dan sore hari jumlahnya makin banyak.
(ern/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




